Menelusuri Sejarah Kereta Api, Stasiun Nagreg
- account_circle Atep Kurnia, Peminat Literasi dan Budaya Sunda
- calendar_month Senin, 29 Des 2025
- visibility 1.122
- print Cetak

Kereta api berlokomotif CC50 12 di Stasiun Nagreg yang dipotret Werner Brutzer pada 30 September 1980. (Sumber foto: bahnbilder.de)
Itu sebabnya di Nagreg ada perusahaan yang khusus berbisnis singkong, yaitu Nagreksche Handel-en Nijverheid-cassave-molen Maatschappij (Regerings-almanak voor Nederlandsch- Indie, 1905 dan 1906). Menurut AID (18 Juli 1902), perusahaan tersebut didirikan di Nagreg pada 1902.
Perusahaan itu hendak mendirikan dan mengoperasikan pabrik untuk penyiapan singkong, penyiapan minyak dari pohon jarak, dan lain-lain, serta membeli hasil bumi dari penduduk atau menyewa lahan penduduk untuk ditanami oleh mereka. Modal usahanya sebesar 60.000 gulden. Direkturnya M.A.L. Giesbers dan komisarisnya C.A. Ploem dan J. Carli (Soerabaijasch Handelsblad, 18 Agustus 1902).
C. A. Ploem juga menjual tufa dan tras dari Nagreg pada 1908 (AID, 12 September 1908). Usaha tufa dan tras kian berkembang dengan berdirinya N.V. tot Exploitatie van Nagrek-Tuftras pada 1912. Saat peresmian perusahaan itu, ada sekitar 1500 orang pribumi yang hadir dan menikmati berbagai hiburan, berupa permainan rakyat dan pesta. Kontrolir Cicalengka dan bupati Bandung juga hadir (AID, 22 Januari 1912).
Menurut data yang berkaitan dengan industri di Hindia Belanda (“Gegevens betreffende de Nijverheid in Nederlandsche-Indie”), tufa dan tras dari Nagrek (Nagrek tuftras) bersama-sama dengan tras dari Pati (Moeria tras), hingga 1916 memberi andil berarti bagi penghentian impor tegel dan dekorasi dinding yang selalu didatangkan dari luar negeri (BN, 2 Juni 1916).
Perusahaan lain yang mengusahakan tufa dan tras di Nagreg adalah Titan Tuftras. Perusahaan ini didirikan pada 8 Maret 1920 di Bandung oleh G. de Jong, C. Rotbaan dan J. Zwarthoed. De Jong menjadi direkturnya, sementara dua orang lainnya direktur pengawasan. Modal seluruhnya sebanyak 50.000 gulden, yang 10.000 gulden di antaranya sudah digunakan (AID, 9 Maret 1920). Perusahaan-perusahaan lain yang memanfaatkan sumber daya alam dari sekitar Nagreg antara lain Soeminta & Co (AID, 31 Juli 1916) dan N.V. Steen en Pannen fabriek Nagrek yang didirikan pada 1917 (AID, 19 November 1917).
Kompi Artileri ke-19
Dalam Regerings-almanak voor Nederlandsch- Indie untuk 1910 hingga 1915, saya mendapati bahwa Nagreg dijadikan sebagai salah satu pusat militer di Bandung. Menurut buku tahunan itu, di Nagreg ditempatkan “Artillerietroepen” atau pasukan artileri, yakni 19de compagnie artillerie. Pasukan di Nagreg ini berbagi dengan Bandung dan Sumedang.
- Penulis: Atep Kurnia, Peminat Literasi dan Budaya Sunda
- Editor: Tim Redaksi Tigarut
- Sumber: https://bandungbergerak.id

Saat ini belum ada komentar