Breaking News

Menelusuri Sejarah Kereta Api, Stasiun Nagreg

  • account_circle Atep Kurnia, Peminat Literasi dan Budaya Sunda
  • calendar_month Senin, 29 Des 2025
  • visibility 1.124
  • print Cetak

Itu sebabnya di Nagreg ada perusahaan yang khusus berbisnis singkong, yaitu Nagreksche Handel-en Nijverheid-cassave-molen Maatschappij (Regerings-almanak voor Nederlandsch- Indie, 1905 dan 1906). Menurut AID (18 Juli 1902), perusahaan tersebut didirikan di Nagreg pada 1902.

Perusahaan itu hendak mendirikan dan mengoperasikan pabrik untuk penyiapan singkong, penyiapan minyak dari pohon jarak, dan lain-lain, serta membeli hasil bumi dari penduduk atau menyewa lahan penduduk untuk ditanami oleh mereka. Modal usahanya sebesar 60.000 gulden. Direkturnya M.A.L. Giesbers dan komisarisnya C.A. Ploem dan J. Carli (Soerabaijasch Handelsblad, 18 Agustus 1902).

C. A. Ploem juga menjual tufa dan tras dari Nagreg pada 1908 (AID, 12 September 1908). Usaha tufa dan tras kian berkembang dengan berdirinya N.V. tot Exploitatie van Nagrek-Tuftras pada 1912. Saat peresmian perusahaan itu, ada sekitar 1500 orang pribumi yang hadir dan menikmati berbagai hiburan, berupa permainan rakyat dan pesta. Kontrolir Cicalengka dan bupati Bandung juga hadir (AID, 22 Januari 1912).

Menurut data yang berkaitan dengan industri di Hindia Belanda (“Gegevens betreffende de Nijverheid in Nederlandsche-Indie”), tufa dan tras dari Nagrek (Nagrek tuftras) bersama-sama dengan tras dari Pati (Moeria tras), hingga 1916 memberi andil berarti bagi penghentian impor tegel dan dekorasi dinding yang selalu didatangkan dari luar negeri (BN, 2 Juni 1916).

Perusahaan lain yang mengusahakan tufa dan tras di Nagreg adalah Titan Tuftras. Perusahaan ini didirikan pada 8 Maret 1920 di Bandung oleh G. de Jong, C. Rotbaan dan J. Zwarthoed. De Jong menjadi direkturnya, sementara dua orang lainnya direktur pengawasan. Modal seluruhnya sebanyak 50.000 gulden, yang 10.000 gulden di antaranya sudah digunakan (AID, 9 Maret 1920). Perusahaan-perusahaan lain yang memanfaatkan sumber daya alam dari sekitar Nagreg antara lain Soeminta & Co (AID, 31 Juli 1916) dan N.V. Steen en Pannen fabriek Nagrek yang didirikan pada 1917 (AID, 19 November 1917).

Kompi Artileri ke-19

Dalam Regerings-almanak voor Nederlandsch- Indie untuk 1910 hingga 1915, saya mendapati bahwa Nagreg dijadikan sebagai salah satu pusat militer di Bandung. Menurut buku tahunan itu, di Nagreg ditempatkan  “Artillerietroepen” atau pasukan artileri, yakni 19de compagnie artillerie. Pasukan di Nagreg ini berbagi dengan Bandung dan Sumedang.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Guru juga Manusia

    Guru juga Manusia

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Yayu Resti Purwitasari, Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Garut
    • visibility 171
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM —   “Guru juga manusia.” Kalimat ini terdengar sederhana, tapi sering kali paling mudah dilupakan saat sebuah kasus pendidikan viral di media sosial.   Belakangan ini banyak orang membahas soal cara guru menegakkan disiplin, ada yang fokus pada kesalahan tindakannya, ada yang membela aturan sekolah, ada juga yang langsung menghakimi pribadi gurunya.   Menurutku, […]

  • Yuk Jaga Kebersihan Diri, Hati dan Bumi

    Yuk Jaga Kebersihan Diri, Hati dan Bumi

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 233
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, secara resmi membuka rangkaian kegiatan Paket Ramadhan 1447 H Pimpinan Cabang (PC) Persatuan Islam (Persis) Garut Kota, sekaligus memberikan materi Kuliah Shubuh. Acara yang berlangsung khidmat ini diselenggarakan di Aula Pesantren Persis 19, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Kamis (19/2/2026). Bupati Garut mengangkat tema “Menjaga Kebersihan dan Kelestarian […]

  • Akhirnya Kepala BGN Kena Batunya, Dicopot Prabowo

    Akhirnya Kepala BGN Kena Batunya, Dicopot Prabowo

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • visibility 114
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Indonesia sering juga dijuluki negeri MBG. Sebab, ada saja berita atau isu terkait makanan bergizi gratis yang muncul di media. Salah satu pemicunya, komentar Kepala BGN yang sering kontroversi. Mungkin sudah kena batunya, akhirnya CEO MBG atau Presiden kita, Prabowo mencopot dari jabatannya. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!   Dadan Hindayana, Kepala Badan […]

  • MBG Bermanfaat atau Tidak? Dijawab, “Tidaaak!”

    MBG Bermanfaat atau Tidak? Dijawab, “Tidaaak!”

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • visibility 158
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Ini bukan kuis berhadiah. Bukan polling Instagram, apalagi voting dangdut. Ini panggung nyata Hari Buruh 1 Mei 2026, ketika satu pertanyaan sederhana berubah jadi komedi nasional yang bikin netizen nyeduh Koptagul sambil ketawa miring.   Ceritanya begini, wak! Di tengah lautan buruh yang jumlahnya bukan kaleng-kaleng, Presiden Prabowo Subianto tampil penuh percaya diri. Gesture […]

  • Program BK

    Program BK

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Yayu Resti Purwitasari, Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Garut
    • visibility 83
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — STOP jangan lagi bikin program BK cuman ganti tahun ajaran saja…. Ada cara lebih mudah…. aku punya contekannya….   Sekarang sudah gak bingung lagi diburu-buru beresin program BK…   Perlu kita pahami bersama bahwa sampai saat ini memang tidak ada panduan teknis yang benar-benar baku atau menyeragamkan bentuk administrasi BK di semua sekolah. […]

  • Agama Langit dan Agama Bumi

    Agama Langit dan Agama Bumi

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 239
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Banyak ustadz menjelaskan agama oleh keharusan agama itu sendiri, bukan oleh batas kemampuan manusia mengamalkannya. Lain kata, mengajarkan agama di langit, bukan agama di bumi. Dalam bahasa Balqis Humaira, “masang ukuran kesalehannya ketinggian.” Akibatnya dua: Pertama, ajaran agama jadi tidak membumi. Agama jadi hanya teori, bukan praktek atau amal nyata. Agama disebut-sebut kemuliaan ajarannya […]

expand_less