Breaking News

5 Alasan Domba Garut yang Harus Diketahui

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
  • visibility 63
  • print Cetak

TIGARUT.COM – Domba Garut bukan sekadar hewan ternak. Bagi masyarakat Garut dan Jawa Barat, domba ini merupakan bagian dari identitas daerah, sumber ekonomi, sekaligus warisan genetik dan budaya yang terus dijaga.

Domba Garut bahkan telah ditetapkan pemerintah sebagai salah satu rumpun domba lokal Indonesia yang memiliki kekayaan sumber daya genetik dan perlu dilindungi serta dilestarikan.

Berikut lima alasan Domba Garut menarik untuk diketahui.

1. Domba Asli Kebanggaan Garut

Nama Domba Garut tidak lepas dari Kabupaten Garut sebagai daerah asal pengembangannya. Domba ini telah dibudidayakan masyarakat secara turun-temurun dan menjadi salah satu komoditas peternakan yang identik dengan Jawa Barat.

2. Punya Ciri Fisik yang Khas

Domba Garut mudah dikenali dari tubuhnya yang relatif besar dan kuat. Pada pejantan, tanduknya besar dengan bentuk melingkar atau melengkung, sedangkan telinganya memiliki karakter khas seperti rumpung atau ngadaun hiris. Bentuk ekornya juga menjadi salah satu ciri pembeda dari rumpun domba lainnya.

3. Memiliki Nilai Ekonomi Tinggi

Domba Garut mempunyai keunggulan sebagai ternak pedaging sekaligus memiliki nilai ekonomi dalam dunia pembibitan dan peternakan. Pertumbuhan tubuh, kemampuan adaptasi, dan reproduksinya menjadi sejumlah keunggulan yang membuat Domba Garut diminati peternak.

4. Melahirkan Tradisi Seni Ketangkasan

Domba Garut tidak bisa dipisahkan dari seni ketangkasan domba yang berkembang di masyarakat Sunda, terutama di wilayah Garut. Tradisi tersebut menjadi bagian dari kebudayaan sekaligus ikut membantu menjaga keberadaan plasma nutfah Domba Garut.

Pada 2026, seni ketangkasan Domba Garut bahkan tampil dalam Indo Livestock di Jakarta sebagai bagian dari pengenalan peternakan dan budaya Indonesia.

5. Warisan Genetik yang Harus Dilestarikan

Lebih dari sekadar komoditas, Domba Garut merupakan kekayaan sumber daya genetik ternak lokal Indonesia. Pemerintah telah menetapkannya sebagai rumpun tersendiri melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 2914/Kpts/OT.140/6/2011.

Karena itu, menjaga kualitas bibit, budidaya, dan keberlanjutan populasinya menjadi bagian penting dari pelestarian kekayaan peternakan Indonesia.

Domba Garut pada akhirnya bukan hanya tentang domba bertanduk indah. Di dalamnya terdapat cerita tentang peternak, ekonomi, budaya Sunda, dan kekayaan genetik Indonesia.

Merawat Domba Garut berarti ikut merawat salah satu identitas penting yang membuat Garut memiliki cerita tersendiri di dunia peternakan Nusantara.

  • Penulis: Redaksi Tigarut
  • Sumber: AI

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Antara Bisa Membaca Kitab dan Layak Menjadi Pewaris Pondok

    Antara Bisa Membaca Kitab dan Layak Menjadi Pewaris Pondok

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle Lubab Zaman, Pemilik Channel Drama @lindtivi
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Prompt:   Modal bisa baca kitab, sudah sah jadi “pewaris pondok”. Karena sealim-alimnya calon kiai, sia-sia saja mengajar kitab kalau masih “translit Jawa sentris”. Maka, dengarkan ketika “anak kiai” mulai mengajar kitab! Pertama, apakah hanya fokus translit? Kedua, apakah bisa menerjemahkan dalam bahasa lisannya sendiri? Ketiga, tanpa melihat kitab, apakah mampu menyampaikan matan-matan kitab?   […]

  • 5 Kampus Terbaik di Garut, Pilihan Pendidikan Tinggi untuk Generasi Masa Depan

    5 Kampus Terbaik di Garut, Pilihan Pendidikan Tinggi untuk Generasi Masa Depan

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 104
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Kabupaten Garut tidak hanya dikenal sebagai daerah wisata dan kuliner, tetapi juga sebagai salah satu pusat pendidikan tinggi di wilayah Priangan Timur. Sejumlah perguruan tinggi di Garut terus berkembang dengan menghadirkan program studi unggulan, peningkatan akreditasi, serta berbagai prestasi akademik yang membanggakan.   Bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa harus jauh […]

  • Di Saat Semua Senang Timnas Menang, Eh… Pertamax Naik Rp16.250

    Di Saat Semua Senang Timnas Menang, Eh… Pertamax Naik Rp16.250

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • visibility 110
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Baru semalam Indonesia seperti baru menemukan tambang kebahagiaan. Timnas senior menang dua kali beruntun. Oman dihajar 3-0. Mozambique ditumbangkan 1-0. Ranking FIFA naik. Garuda Muda U-19 menyingkirkan Vietnam dengan skor 2-1. Malaysia juga ikut tersingkir. Media sosial berubah menjadi taman bermain nasional. Bahkan netizen yang biasanya bertengkar soal politik mendadak akur seperti kucing dan […]

  • Akhirnya Kepala BGN Kena Batunya, Dicopot Prabowo

    Akhirnya Kepala BGN Kena Batunya, Dicopot Prabowo

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • visibility 112
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Indonesia sering juga dijuluki negeri MBG. Sebab, ada saja berita atau isu terkait makanan bergizi gratis yang muncul di media. Salah satu pemicunya, komentar Kepala BGN yang sering kontroversi. Mungkin sudah kena batunya, akhirnya CEO MBG atau Presiden kita, Prabowo mencopot dari jabatannya. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!   Dadan Hindayana, Kepala Badan […]

  • Longsor Tebing 70 Meter Tutup Akses Jalan di Garut Selatan

    Longsor Tebing 70 Meter Tutup Akses Jalan di Garut Selatan

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 182
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM  – Tebing setinggi sekitar 70 meter di Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, longsor dan menutup akses jalan utama penghubung wilayah Garut selatan. Akibatnya, arus lalu lintas dari kedua arah tidak dapat melintas.   Peristiwa longsor terjadi pada Rabu malam (22/4/2026) setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Kondisi tanah yang labil memicu runtuhnya tebing hingga material […]

  • 5 Alasan Stop Normalisasi Panggilan Gelar dan Profesi di Grup Sosial

    5 Alasan Stop Normalisasi Panggilan Gelar dan Profesi di Grup Sosial

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 193
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Di era percakapan digital, grup WhatsApp, Telegram, hingga komunitas media sosial telah menjadi ruang baru untuk membangun relasi. Namun, ada satu kebiasaan yang kerap dianggap lumrah, padahal diam-diam menciptakan jarak sosial: memanggil seseorang dengan gelar akademik atau profesinya secara berlebihan di ruang informal. Panggilan seperti “Pak Dokter”, “Bu Dosen”, “Pak Haji”, “Bos Pengacara”, atau […]

expand_less