5 Lomba Agustusan Khas Garut yang Seru dan Sarat Budaya
- account_circle Redaksi Web
- calendar_month Senin, 17 Agt 2026
- visibility 51
- print Cetak

TIGARUT.COM — Memeriahkan Hari Kemerdekaan 17 Agustus tak harus selalu dengan lomba makan kerupuk atau balap karung. Di Garut, semangat Agustusan bisa dipadukan dengan kaulinan barudak lembur dan permainan tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan budaya lokal.
Kabupaten Garut sendiri memiliki beragam permainan rakyat seperti gatrik, galah, dodombaan, sigug hingga konclong.
Berikut lima ide lomba Agustusan yang bisa mengangkat nuansa khas Garut:
1. Lomba Gatrik
Gatrik menjadi pilihan menarik untuk lomba Agustusan. Permainan menggunakan dua batang kayu ini menguji ketepatan, kelincahan, strategi, dan kerja sama. Gatrik juga tercatat sebagai salah satu permainan tradisional yang dikenal di wilayah Garut.
2. Lomba Konclong
Konclong merupakan permainan tradisional yang dikenal di Kampung Adat Dukuh, Garut Selatan. Permainan yang mirip engklek ini dilakukan dengan melompat menggunakan satu kaki melewati kotak-kotak yang digambar di tanah. Lomba konclong cocok untuk anak-anak sekaligus menjadi cara mengenalkan kembali kaulinan baheula khas Garut.
3. Lomba Gampar
Gampar bisa menjadi lomba Agustusan yang unik dan berbeda. Permainan tradisional ini menggunakan batu sebagai sasaran dan dimainkan dengan cara mengayunkan batu menggunakan kaki. Selain membutuhkan ketepatan, peserta juga harus memiliki strategi agar dapat mengenai sasaran lawan.
4. Lomba Jajangkungan atau Egrang
Lomba jajangkungan bisa dibuat dalam bentuk adu cepat melewati lintasan sederhana. Permainan ini membutuhkan keseimbangan, keberanian, dan konsentrasi. Egrang atau jajangkungan memang dikenal sebagai permainan tradisional yang kerap diperlombakan, termasuk dalam festival permainan rakyat.
5. Lomba Kaulinan Barudak Lembur
Warga bisa membuat lomba beregu yang menggabungkan beberapa kaulinan tradisional, seperti galah sodor, bakiak, sondah, oray-orayan, atau permainan tradisional lainnya. Model ini cocok untuk anak-anak hingga orang dewasa karena mengutamakan kekompakan dan kegembiraan. Beragam kaulinan tersebut juga pernah menjadi bagian dari permainan anak tradisional di desa-desa Garut.
Kelima lomba tersebut bukan sekadar memeriahkan Agustusan. Lebih dari itu, kegiatan ini bisa menjadi cara sederhana untuk menghidupkan kembali kaulinan tradisional Garut di tengah gempuran permainan digital. Festival Kabarulem 2026 di Garut juga menunjukkan bahwa kaulinan tradisional masih dapat menjadi ruang untuk memperkuat identitas budaya masyarakat.
- Penulis: Redaksi Web

Saat ini belum ada komentar