Menelusuri Sejarah Kereta Api, Stasiun Nagreg
- account_circle Atep Kurnia, Peminat Literasi dan Budaya Sunda
- calendar_month Senin, 29 Des 2025
- visibility 1.121
- print Cetak

Kereta api berlokomotif CC50 12 di Stasiun Nagreg yang dipotret Werner Brutzer pada 30 September 1980. (Sumber foto: bahnbilder.de)
Soalnya, kapankah pasukan artileri ditempatkan di Nagreg? Bila membaca keterangan sezaman, saya cenderung memilih tahun 1902 sebagai waktu mulai diresmikannya penempatan militer di Nagreg. Bukti yang memperkuat dugaan saya itu adalah kabar tentang kunjungan gubernur jenderal ke Nagreg pada 1902.
Rencana kepergian pejabat nomor satu di negeri kolonial itu antara lain dapat dimuat dalam AID (10 Mei 1902). Tanggal 9 Mei, gubernur berangkat dari Bogor menggunakan kereta api sore. Tiba di Cirebon (10 Mei), berangkat ke Kadipaten lalu dengan kereta kuda ke Sumedang (11 Mei), menggunakan kereta kuda dari Sumedang ke Rancaekek, ke Bandung dengan kereta api (12 Mei), mengunjungi pabrik kina, Kweekschool (13 Mei), tur pertahanan (14 Mei), tur pertahanan ke Cimahi dan dengan kereta kuda ke Padalarang untuk mengunjungi tempat yang akan dijadikan tempat latihan kuda militer (15 Mei), ke Lembang dan Tangkuban Parahu (17 Mei), hiburan, permainan rakyat, sajian musik, dan kembang api (18 Mei), pagi hari dari Bandung menggunakan kereta api tambahan ke Nagreg dengan tujuan tur pertahanan (Tocht in verband met de defensie).
Namun, dalam pelaksanaannya, pada 17 Mei, misi gubernur terhenti akibat merebaknya wabah kolera di sekitar tempat tinggal residen Priangan. Oleh karena itu, rencana ke Garut dibatalkan demi mencegah bahaya penularan kolera. Pada 19 Mei, gubernur jenderal menyaksikan pameran industri pribumi Priangan. Ia bahkan menyumbang 100 gulden bagi pekerja dalam pameran tersebut. Pada pagi 20 Mei, gubernur berangkat dari Bandung ke Nagreg dalam kerangka rencana pertahanan (“naar Nagrek in het belang der defensieplannen”).
Menurut laporan DL (21 Mei 1902), untuk menyambut kedatangan pejabat tertinggi di Hindia itu di Nagreg, banyak pribumi yang berbondong-bondong datang dan menghormat gubernur jenderal dengan khidmat.
Lalu, di manakah pasukan artileri di Nagreg ditempatkan? Beberapa waktu lalu, saya melihat unggahan seseorang dalam media sosial. Dalam postingan itu, saya melihat bekas bangunan setengah terkubur yang disebut-sebut sebagai benteng atau Gedong Peteng. Lokasinya berada di Bukit Citiis, Kampung Paslon, Desa Ciherang, Kecamatan Nagreg. Bila dihitung-hitung jaraknya dari Stasiun Nagreg, bekas bangunan militer itu berjarak sekitar 3,7 kilometer. Saya duga, tempat inilah yang pada tahun 1902 dikunjungi oleh gubernur jenderal Hindia saat melakukan tur pertahanan ke Nagreg.***
- Penulis: Atep Kurnia, Peminat Literasi dan Budaya Sunda
- Editor: Tim Redaksi Tigarut
- Sumber: https://bandungbergerak.id

Saat ini belum ada komentar