Breaking News
dark_mode

Yuk Jaga Kebersihan Diri, Hati dan Bumi

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TIGARUT.COM — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, secara resmi membuka rangkaian kegiatan Paket Ramadhan 1447 H Pimpinan Cabang (PC) Persatuan Islam (Persis) Garut Kota, sekaligus memberikan materi Kuliah Shubuh. Acara yang berlangsung khidmat ini diselenggarakan di Aula Pesantren Persis 19, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Kamis (19/2/2026).

Bupati Garut mengangkat tema “Menjaga Kebersihan dan Kelestarian Lingkungan Alam Kita Sebagian dari Iman” dalam materi kuliah subuh yang ia sampaikan. Ia mengingatkan bahwa hakikat bulan puasa tidak terlepas dari upaya menyucikan dan membersihkan diri.

“Ka uninga ka urang sadayana sasih shaum ieu urang dipiwarang ngabersihkeun diri urang tina dosa. oleh sebab eta Allah SWT marentahkeun ka umatna anu senantiasa mensucikan diri. ‘Innallaha yuhibbut tawwabina wa yuhibbul mutathohirin.’

Artinya: “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” tambahan Bupati.

 

Bupati menegaskan bahwa ada 3 (tiga) aspek kebersihan yang harus diterapkan oleh masyarakat, di antaranya:

1. Menjaga kebersihan diri

2. Menjaga kebersihan hati

3. Menjaga kebersihan lingkungan

“Aya tilu, kumargi kabersihan eta teh mangrupa hiji faktor anu penting pisan (Ada tiga, karena kebersihan itu merupakan satu faktor yang sangat penting),” tegasnya dalam bahasa Sunda.

Ia mengajak seluruh pihak untuk senantiasa menjaga kelestarian alam, mengingat lingkungan adalah fondasi awal agar masyarakat dapat beraktivitas di ruang yang bersih, nyaman, dan lestari.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pimpinan Daerah (PD) Persis Kabupaten Garut, Gun Gun Abdul Basit, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bupati Garut.

“Kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Bapak Bupati yang telah berkenan hadir serta mengisi materi Kuliah Shubuh. Kegiatan ini menjadi momen terindah dan terbaik atas datangnya bulan suci Ramadhan sebagai bulan yang penuh keberkahan,” tutur Gun Gun.

Melalui kegiatan Paket Ramadhan ini, diharapkan silaturahmi antarwarga dan pemerintah daerah semakin erat, serta kesadaran masyarakat akan kebersihan baik lahir maupun batin semakin meningkat selama bulan suci ramadhan.

Komentar

Rekomendasi

  • 5 Tradisi Menjelang Bulan Ramadhan di Garut

    5 Tradisi Menjelang Bulan Ramadhan di Garut

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Masyarakat Garut memiliki beragam tradisi khas dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Tradisi-tradisi ini bukan hanya sebagai bentuk persiapan lahir dan batin, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga. Berikut lima tradisi yang masih banyak dilakukan di Garut menjelang Ramadhan. 1. Munggahan Munggahan merupakan tradisi makan bersama keluarga, kerabat, atau tetangga sebelum memasuki […]

  • Budak Pontianak, Veddriq Persembahkan Juara Dunia untuk Negeri Ini

    Budak Pontianak, Veddriq Persembahkan Juara Dunia untuk Negeri Ini

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Akhirnya ada juga kabar yang bikin rakyat Indonesia tersenyum lebar. Biasanya tiap buka berita, yang menyapa lebih dulu bukan atlet, melainkan wajah-wajah para koruptor. Bahkan ada bosan, “Bang, tak ada berita lain ya, selain korupsi.” Tapi, yang ini patut membuat kalian bangga. Tiga atlet panjat dinding kita juara dunia. Salah satunya, budak Pontianak. Saya […]

  • Pangauban Garut Sabet Juara I Desa Terbaik pada Anugerah Gapura Sri Baduga 2025

    Pangauban Garut Sabet Juara I Desa Terbaik pada Anugerah Gapura Sri Baduga 2025

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Web
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Desa Pangauban yang terletak di Kecamatan Cisurupan, Garut, dinobatkan sebagai desa terbaik di Jawa Barat. Desa Pangauban berhasil menyabet gelar Pinunjul Kahiji (Juara 1) kategori Desa Berkinerja Terbaik pada ajang malam Anugerah Gapura Sri Baduga (AGSB) Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2025. Prosesi penganugerahan bagi para “pinunjul” ini dilakukan dalam rangkaian Drama Musikal […]

  • Tugu Sunyi di Pinggir Jalan, Jejak Darah dan Nyali Pemuda Garut di Kubang

    Tugu Sunyi di Pinggir Jalan, Jejak Darah dan Nyali Pemuda Garut di Kubang

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Web
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Di tengah riuh kendaraan yang melintas di Jalan Raya Garut–Bandung, berdiri sebuah tugu kecil yang kerap luput dari pandangan. Tak mencolok, tak ramai dikunjungi, bahkan sering diselimuti rumput liar. Namun di sanalah, sejarah berdarah Garut pernah ditulis.   Tugu itu dikenal sebagai Tugu Pertempuran Kubang. Bagi sebagian orang, ia hanya penanda jalan. Tapi bagi […]

  • Garut, Surganya Para Penikmat Kopi! Inilah 5 Merek Kopi Garut yang Bikin Bangga Warganya

    Garut, Surganya Para Penikmat Kopi! Inilah 5 Merek Kopi Garut yang Bikin Bangga Warganya

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Menjelajahi Garut tak lengkap tanpa mencicipi kekayaan aromanya. Kota intan ini bukan sekadar destinasi wisata alam, melainkan rumah bagi biji kopi berkualitas tinggi yang telah mendunia. Dari lereng pegunungan yang subur, hadirlah cita rasa unik yang memadukan tradisi dan inovasi dalam setiap seduhannya. Mari mengenal lebih dekat beberapa merek kopi lokal kebanggaan masyarakat […]

  • Cekungan Berair yang Tersebar Luas Itu Bernama Sarkanjut 12.39 Play Button

    Cekungan Berair yang Tersebar Luas Itu Bernama Sarkanjut

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle T. Bachtiar, Penulis dan Geolog
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Ketika membahas tentang toponimi, ada saja yang menanyakan secara langsung, atau berkomentar dalam media sosial, walau topik yang dibahas berjauhan dengan yang ditanyakan tersebut. Pertanyaannya itu kalau disingkat begini. Mengapa ada nama tempat yang vulgar, tidak senonoh, bahkan terasa cabul. Penanya mencontohkan toponim Sarkanjut di Kabupaten Garut, yang menurut pandangannya toponim itu tidak sopan, karena berhubungan dengan […]

expand_less