Breaking News
dark_mode

Efek MBG Makin Dahsyat, Siswa SMK Pun Berani Kritik Presiden

  • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
  • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TIGARUT.COM — Di sebuah semesta alternatif bernama Republik Kenyang Raya, ada satu hukum alam yang baru saja ditemukan para ilmuwan dari cabang Fisika Teoritis cabang warteg. Semakin sering anak sekolah makan gratis, semakin tinggi level roasting-nya. Hukum ini mulai menyaingi Hukum Newton. Bedanya, kalau Newton jatuhnya apel, kalau ini jatuhnya wibawa pejabat.

 

Fenomena ini disebut Efek MBG. Bukan singkatan dari “Makan Bergizi Gratis”, tapi “Makin Berani Gitu”. Awalnya terdeteksi di Kalimantan Barat (daerah gue ni wak). Ketika sejumlah siswa SD dengan kekuatan nasi, lauk, dan keberanian level anime tiba-tiba mengkritik gubernurnya. Para peneliti langsung panik. Ini bukan sekadar makan siang, ini evolusi. Dari Homo Sapiens menjadi Homo Kritikus.

 

Para pejabat awalnya santai. “Ah, baru beberapa bulan makan MBG,” kata mereka sambil menyeruput teh hangat dan kepercayaan diri. Tapi kemudian muncul simulasi mengerikan, bagaimana kalau program ini berlangsung enam tahun? Enam. Tahun. Bukan cuma gubernur, presiden pun berpotensi di-roasting seperti ayam bakar pinggir jalan. Bahkan jabatan bisa berubah, presiden bukan lagi kepala negara, tapi CEO MBG, lengkap dengan KPI, jumlah kritik per porsi nasi.

 

Di tengah kekacauan ilmiah ini, muncullah seorang pahlawan tak terduga dari Kudus. Bukan superhero, bukan influencer skincare, tapi siswa SMK jurusan DKV dengan senjata paling mematikan abad ini, surat terbuka.

 

Namanya Muhammad Rafif Arsya Maulidi. Dengan keberanian yang bikin sinyal WiFi minder, ia menulis surat kepada Prabowo Subianto. Bukan surat cinta, bukan juga minta iPhone. Ini lebih berbahaya, opini.

 

Nah, di titik ini para profesor dari Filsafat, Ekonomi, sampai grup WA istana mendadak satu suara, “Ini anak… kok logikanya kayak profesor?” Serius. Cara berpikir Arsya itu bukan lagi level “anak SMK”, ini sudah DLC premium. Dia menghitung, menganalisis, lalu menyimpulkan dengan presisi yang bikin kalkulator Casio merasa tidak berguna. Jangan tanya siapa yang ngajarin, ini misteri yang tidak bisa dipecahkan oleh Sherlock Holmes sekalipun. Apalagi Rismon. Antara hasil update firmware otak versi terbaru, atau memang dari lahir sudah install paket “akal sehat edisi langka”.

 

Arsya bilang, dengan gaya santun tapi menukik macam drone Iran, ia menolak jatah MBG untuk dirinya sendiri. Ia bukan anti makan. Ia hanya berpikir lebih jauh. Ini sebuah aktivitas yang di beberapa tempat sudah hampir punah. Ia mengusulkan agar dana itu dialihkan untuk kesejahteraan guru.

 

Nuan bayangkan! Di era di mana sebagian orang rebutan diskon 10%, anak ini malah bilang, “Ambil jatah saya, kasih ke guru.” Ini bukan siswa biasa. Ini karakter yang kalau di game, sudah unlock skill “Empati Level Dewa”.

 

Ia menghitung dengan detail. Ada 18 bulan sisa sekolah, 25 hari per bulan, Rp15 ribu per hari. Total Rp6.750.000. Perhitungan ini membuat para ahli matematika dari Ikatan Cendekiawan Netizen Indonesia terdiam. Biasanya angka dipakai buat diskon atau cicilan, sekarang dipakai buat moral.

 

Surat itu diunggah ke Instagram. Dalam sekejap, dunia maya berguncang. 12 ribu likes, ratusan komentar. Netizen yang biasanya ribut soal es teh manis mendadak berubah jadi filsuf pendidikan. Ada yang bilang, “Ini baru anak bangsa.” Ada juga yang diam, mungkin sambil mikir, “Kenapa gue dulu cuma minta uang jajan naik?”

 

Arsya juga menyinggung satu hal yang bikin sistem sedikit keringat dingin, kesejahteraan guru. Ia melihat realitas yang sering disapu ke bawah karpet, guru honorer yang gajinya kadang kalah sama biaya parkir di mall. Sementara di sisi lain, anggaran MBG mengalir deras seperti ucapan Trump.

 

Dengan logika sederhana tapi mematikan, ia bilang, pendidikan itu kunci. Pendidikan itu ditopang guru. Kalau gurunya sejahtera, muridnya pintar. Kalau muridnya pintar, negara maju. Kalau negara maju… ya minimal nggak panik tiap ada anak SMK bikin surat.

 

Ia menyebut cita-cita Indonesia Emas. Tapi dengan satu twist, emas itu bukan dari nasi gratis, tapi dari guru yang dihargai. Sebuah pernyataan terdengar sederhana, tapi efeknya seperti nonton Inception, masuk ke pikiran, lalu bikin semua orang mempertanyakan realitas.

 

Sekarang bayangkan skenario terburuk bagi para pejabat. Anak SD sudah mulai roasting gubernur. Anak SMK sudah mulai ngasih policy recommendation. Kalau ini berlanjut, beberapa tahun lagi anak TK bisa bikin white paper lengkap dengan analisis SWOT.

 

“Strength, saya bisa baca A-B-C. Weakness, pejabat belum bisa baca aspirasi.”

 

Di ujung semua ini, kita hanya bisa bertanya dengan nada campuran kagum dan takut, ini efek MBG atau efek akal sehat yang akhirnya bangun dari tidur panjang?

 

Kalau memang ini karena MBG, mungkin perlu ditambah satu kandungan lagi di menunya, “Vitamin Kritik 1000 mg”. Karena jelas, yang sedang tumbuh sekarang bukan cuma badan sehat, tapi juga keberanian berpikir. Itu, bagi sebagian orang, jauh lebih mengenyangkan… sekaligus jauh lebih menakutkan.

 

Foto Ai hanya ilustrasi

 

Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Komentar
  • Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Rekomendasi

  • Nuzulul Qur’an di Garut

    Nuzulul Qur’an di Garut

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    Momentum Memperkuat Iman dan Kebersamaan Umat TIGARUT.COM — Peringatan Nuzulul Qur’an menjadi salah satu momen penting bagi umat Islam di berbagai daerah, termasuk di Garut. Setiap memasuki pertengahan bulan suci Ramadan, masyarakat Garut memaknai peristiwa turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW sebagai waktu untuk memperkuat keimanan sekaligus mempererat kebersamaan. Di berbagai masjid dan musala, peringatan Nuzulul […]

  • Tau Gak Sih? Ada 5 Pondok Pesantren Terbaik di Garut

    Tau Gak Sih? Ada 5 Pondok Pesantren Terbaik di Garut

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM –Kabupaten Garut dikenal sebagai salah satu daerah di Jawa Barat yang memiliki tradisi pendidikan Islam yang kuat. Banyak pondok pesantren berdiri dan berkembang dengan kualitas pendidikan yang baik, baik dalam bidang keagamaan maupun pendidikan formal. Berikut ini adalah lima pondok pesantren terbaik di Garut yang memiliki reputasi baik dan banyak diminati masyarakat.   1. […]

  • 5 Uniknya Kirab Budaya Garut

    5 Uniknya Kirab Budaya Garut

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Sore itu, jalanan di Garut tak seperti biasanya. Riuh suara kendang bersahut dengan tawa anak-anak, sementara derap langkah peserta kirab perlahan memenuhi ruang kota. Seorang anak kecil menarik tangan ayahnya, matanya berbinar, “Bah, ini kenapa ramai sekali?” Sang ayah tersenyum, “Ini kirab budaya, Nak—cara kita mengingat siapa kita, dari mana kita berasal.”   […]

  • Guru BK

    Guru BK

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle Yayu Resti Purwitasari, Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Garut
    • 0Komentar

    “Bu… kok anak-anak yang ke ruang BK bisa cerita banyak sama ibu? Kalau di rumah saya ditanya malah jawabnya ‘gak apa-apa’.”   Percaya nggak…   Pertanyaan itu sering banget aku dengar dari orang tua.   Dulu aku juga sempat berpikir, jangan-jangan memang remaja itu susah diajak ngobrol.   Tapi setelah bertahun-tahun mendampingi anak SMP dan […]

  • Lapangan Golf Ngamplang Dibangun Belanda Tahun 1912, Jadi Tempat Healing Penuh Sejarah

    Lapangan Golf Ngamplang Dibangun Belanda Tahun 1912, Jadi Tempat Healing Penuh Sejarah

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Web
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Pesona Lapangan Golf Ngamplang menjadi tempat berolahraga dan wisata keluarga favorit di Kabupaten Garut. Tak hanya untuk bermain golf, sebagian lapangan di sini dibuka untuk umum dan dijadikan sebagai tempat wisata. Saat berwisata di sini, pengunjung tidak perlu lagi khawatir terkena lemparan bola golf yang keras, karena lapangan tempat bermain golf dan lapangan yang […]

  • Tau Gak Sih? Domba Garut Itu Keren Banget! Petualangan di Desa Sukalaksana

    Tau Gak Sih? Domba Garut Itu Keren Banget! Petualangan di Desa Sukalaksana

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Terletak di Pedesaan yang sejuk dan asri, Desa Sukalaksana, Kecamatan Samarang di Kabupaten Garut menyimpan pesona alam dan budaya yang masih alami dan autentik. Desa ini bukan hanya menawarkan keindahan lanskap pedesaan, tapi juga pengalaman wisata yang berkesan dari keramahan penduduk lokal, kuliner tradisional, hingga atraksi budaya yang unik seperti domba Garut yang […]

expand_less