Breaking News
dark_mode

Menelusuri Sejarah Kereta Api, Stasiun Nagreg

  • account_circle Atep Kurnia, Peminat Literasi dan Budaya Sunda
  • calendar_month Senin, 29 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Diresmikan pada 14 Agustus 1889

Jalur kereta api ke Nagreg bertautan dengan pembangunan lintasan Cicalengka-Warung Bandrek-Garut. Pembangunan jalur ini didasarkan pada Undang-undang 24 Desember 1886 yang tertuang dalam Staatsblad Nomor 254 (Tim Telaga Bakti Nusantara, 1997: 164-165).

Menurut Agus Mulyana (2017: 97-100), pembangunannya sendiri mulai dilakukan pada 1887 dan terbagi menjadi dua seksi, yaitu seksi 1 Cicalengka-Leles sepanjang 20.012,85 meter dan seksi 2 Leles-Garut sepanjang 30.668,76 meter. Pada seksi 1, 751,82 meter dari Cicalengka jalannya membentang dengan kemiringan 1:50 menembus lembah Cibodas dan mencapai celah Nagreg berketinggian 875 meter. Jalurnya sendiri diresmikan secara meriah oleh gubernur jenderal Hindia Belanda pada 14 Agustus 1889.

Dengan demikian, dapat dikatakan Stasiun Nagreg diresmikan pada 14 Agustus 1889, meskipun barangkali bangunan stasiunnya lebih dulu didirikan ketimbang stasiun-stasiun lainnya di sebelah timur Nagreg hingga Garut. Rincian pembangunannya serta peresmian jalurnya dapat disimak dalam koran-koran lama berbahasa Belanda.

Menurut De Locomotief (DL, 17 Mei 1887), karena hendak mencari posisi yang lebih baik ketika harus melalui lereng gunung di dekat Nagreg, posisi jalur kereta sedikit diubah. Modifikasinya telah diplot di situ dan pengukuran panjang levelingnya sudah dilakukan.

Selama awal pengerjaan jalur dari Cicalengka ke Nagreg, seorang penulis bernama MB sempat datang ke lokasi pembangunan. Ia menuliskan pengalamannya secara bersambung dalam Opregte Haarlemsche Courant edisi 6, 7, dan 9 Desember 1887.

Antara lain dia menyatakan saat tiba di Priangan, didapatinya jalan kereta api ke Cicalengka sudah ada dan beroperasi. Setelah beberapa lama terhenti, perluasan jalur ke Jawa Tengah mulai dilakukan lagi, yakni ke arah Garut. Para pegawai yang dipimpin tiga orang insinyur sedang berupaya menyelesaikan projek tersebut. Ketika melewati Cicalengka dan tiba di Nagreg, terutama di Cibuntu, MB melihat kelanjutan pengerjaan jalan kereta.

MB melihat sulitnya pembangunan rel untuk menempuh rangkaian pegunungan di Cicalengka. Untungnya ada beberapa celah antara pegunungan di belakang Cicalengka, yakni Beor dan Mandalawangi. Namun, setelah melewati celah itu pun tetap saja lerengnya menanjak, sehingga ketika berjalan dengan menggunakan kereta pos, selepas Cicalengka, harus dibantu kerbau untuk menarik roda kereta kuda (“met postpaarden reizende, bij het verlaten van Tjitjalengka, karbouwen to hulp krijgt om het rijtuig naar boven te helpen trekken”).

Komentar

Rekomendasi

  • Lapangan Golf Ngamplang Dibangun Belanda Tahun 1912, Jadi Tempat Healing Penuh Sejarah

    Lapangan Golf Ngamplang Dibangun Belanda Tahun 1912, Jadi Tempat Healing Penuh Sejarah

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Web
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Pesona Lapangan Golf Ngamplang menjadi tempat berolahraga dan wisata keluarga favorit di Kabupaten Garut. Tak hanya untuk bermain golf, sebagian lapangan di sini dibuka untuk umum dan dijadikan sebagai tempat wisata. Saat berwisata di sini, pengunjung tidak perlu lagi khawatir terkena lemparan bola golf yang keras, karena lapangan tempat bermain golf dan lapangan yang […]

  • Menjejaki Heritage Muhammadiyah di Garut

    Menjejaki Heritage Muhammadiyah di Garut

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle SOPAAT R SELAMET
    • 0Komentar

    H.M. Djamhari: Pelopor Muhammadiyah Garut Nama Haji Muhammad Djamhari (H.M. Djamhari) tercatat sebagai salah satu tokoh penting yang membawa dan mengokohkan Muhammadiyah di Garut. Beliau dikenal sebagai seorang pedagang sekaligus tokoh masyarakat yang terpandang. Ada beberapa hal yang menonjol dari kiprahnya: Peran Dakwah dan Organisasi H.M. Djamhari aktif memperkenalkan Muhammadiyah kepada masyarakat Garut. Ia menyelenggarakan […]

  • Nah Ini Dia! 13 Fakta Menarik tentang Achdiat K. Mihardja

    Nah Ini Dia! 13 Fakta Menarik tentang Achdiat K. Mihardja

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle admintigarut
    • 0Komentar

    6. Keuntungan Pabrik Setelah mendengar pemaparan utusan Balai Pustaka, Achdiat masuk ke rumahnya mengambil buku catatan keuangan pabriknya. Menir Satja hampir tidak percaya ketika melihat jumlah keuntungan bersih pabrik itu sebesar 150 gulden perbulan. Untuk ukuran zaman itu, penghasilan segitu lebih dari lumayan untuk sebuah keluarga muda yang baru punya anak satu. 7. Bekerja di […]

  • Misi Rahasia Gen Z di Muka Bumi, Tetap Survive Pokoknya mah!

    Misi Rahasia Gen Z di Muka Bumi, Tetap Survive Pokoknya mah!

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle Sukron Abdilah
    • 0Komentar

    Salah satu ciri khas Gen Z adalah idealisme. Kita percaya dunia bisa diselamatkan—asal sinyalnya stabil. Tapi ketika masuk dunia kerja, realitas datang dengan notifikasi keras: gaji UMR, target berlipat, dan atasan yang masih minta laporan diketik di Word, bukan Notion. Kita ingin kerja bermakna, tapi tagihan listrik dan cicilan iPhone tetap menagih. Di sinilah dilema […]

  • 5 Tempat Wisata Asyik di Garut, Cocok untuk Liburan Alam dan Keluarga

    5 Tempat Wisata Asyik di Garut, Cocok untuk Liburan Alam dan Keluarga

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Garut dikenal sebagai salah satu destinasi favorit di Jawa Barat yang menawarkan panorama alam lengkap, mulai dari gunung, kawah, hingga air terjun. Udara sejuk dan lanskap pegunungan membuat daerah ini selalu ramai dikunjungi wisatawan, terutama saat akhir pekan dan musim liburan. Berikut lima tempat wisata asyik di Garut yang layak masuk daftar kunjungan: […]

  • Ketawa Rocky dengan Prabowo 

    Ketawa Rocky dengan Prabowo 

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Rocky Gerung, pengkritik Prabowo yang sangat tajam tapi dengan ringan dan tanpa beban hadir ke istana, salaman dengan Prabowo dan ketawa bersama di pelantikan sahabatnya Jumhur Hidayat. Itu menunjukkan konsistensi dia selama ini.   Rocky dikonstruk sebagai liberal. Dia membenarkan. Dia bilang, makanya saya bebas kemana pun saya pergi, karena liberal adalah orang yang […]

expand_less