Bukan Sekadar Baper
- account_circle Yayu Resti Purwitasari, Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Garut
- calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TIGARUT.COM — Simpan dulu, praktek kemudian ☺
Tujuan Layanan (Siswa mampu…)
✅Mengidentifikasi 3 tanda fisiologis tubuh saat marah, cemas, atau sedih.
✅Membedakan antara “merasa” dan “bertindak” – bahwa emosi boleh dirasakan, tapi perilaku bisa dipilih.
✅Mempraktikkan minimal satu teknik regulasi emosi (misal: 5-4-3-2-1 grounding atau Zona Kendali).
Alat dan Bahan yang Diperlukan
📌Slide sederhana (atau kertas plano) berisi “Zona Kendali” (lingkaran dalam: hal yang bisa saya kontrol; lingkaran luar: hal di luar kendali saya)
📌Kartu skenario (4–5 kartu berisi kasus “baper” ala remaja)
📌Lembar kerja siswa
📌Kotak refleksi (bisa dari kardus bekas untuk kertas anonim)
Kegiatan (40 menit)
5 menit Pembukaan & Ice Breaking Menyapa, menjelaskan tujuan modul. Memimpin ice breaking “Emoji Guessing”: tunjukkan ekspresi wajah (marah, panik, sedih, biasa aja), siswa menebak. Menebak emosi, tertawa, rileks.
10 menit Eksplorasi Konsep Menjelaskan: “Emosi itu normal, semua orang pernah baper. Tugas kita bukan menghilangkan emosi, tapi memilih cara merespon.” Menampilkan Zona Kendali (lingkaran dalam: napas, pikiran, kata-kata yg aku ucapkan, tindakanku. Lingkaran luar: komentar orang, cuaca, hasil ujian, respon teman). Mendengarkan, mengamati poster/ slide, bertanya.
8 menit Praktik Teknik Grounding Memimpin seluruh kelas melakukan teknik 5-4-3-2-1: sebutkan 5 hal yang dilihat, 4 hal yang diraba, 3 hal yang didengar, 2 hal yang dicium (bisa bayangan), 1 hal yang dirasakan (misal: dingin meja). Mengikuti instruksi, menutup mata (boleh), merasakan tubuh.
5 menit Refleksi & Kotak Anonim Membagikan lembar kerja. Memberi instruksi: tulis 1 hal yang akan dilakukan besok jika mulai “baper”. Kumpulkan ke kotak refleksi. Menulis, melipat, memasukkan ke kotak.
2 menit Penutup Menyimpulkan: “Emosi tidak salah, yang penting kita punya alat untuk tidak terjebak. Besok kalian bisa coba teknik ini.”
(Lembar Kerja Siswa (Refleksi Individual) dan kartu skenario aku posting di grup langganan-cek kolom komentar)
Panduan Refleksi untuk Guru BK (Setelah Layanan)
1. Keterlibatan siswa – Apakah siswa antusias saat simulasi kelompok? Siapa yang dominan dan siapa yang pasif?
2. Pemahaman konsep – Dari lembar kerja (nomor 4 & 5), apakah siswa mampu membedakan hal yang bisa vs tidak bisa dikendalikan? Jika banyak yang keliru, ulangi analogi “lingkaran” di pertemuan lain.
3. Transferability – Apakah siswa menyebutkan teknik grounding yang realistis (bukan “lari dari masalah”)? Catat teknik yang paling banyak dipilih.
4. Tindak lanjut – Jika ditemukan beberapa siswa yang menulis emosi berat (misal: ingin menyakiti diri), segera tindak lanjuti dengan konseling individual.
Contoh Kartu Skenario (cetak, gunting):
Kartu 1
Hari ini nilai ulangan matematikamu jelek. Padahal sudah belajar. Teman-teman lain ada yang tertawa saat guru mengumumkan nilai tertinggi dan terendah.
Kartu 2
Orang tuamu marah karena ketahuan main game sampai larut malam. Mereka menyita HP-mu selama 2 hari.
Share sebanyak-banyaknya jika postingan ini bermanfaat.. ☺
- Penulis: Yayu Resti Purwitasari, Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Garut
