Breaking News

MBG Bermanfaat atau Tidak? Dijawab, “Tidaaak!”

  • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
  • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
  • visibility 158
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Ini bukan kuis berhadiah. Bukan polling Instagram, apalagi voting dangdut. Ini panggung nyata Hari Buruh 1 Mei 2026, ketika satu pertanyaan sederhana berubah jadi komedi nasional yang bikin netizen nyeduh Koptagul sambil ketawa miring.

 

Ceritanya begini, wak! Di tengah lautan buruh yang jumlahnya bukan kaleng-kaleng, Presiden Prabowo Subianto tampil penuh percaya diri. Gesture mantap, suara menggelegar, vibe-nya kayak “ini momen pembuktian!”

 

Lalu… muncullah pertanyaan yang mungkin sudah dibayangkan bakal dijawab serempak dengan penuh cinta,

 

“Saudara-saudara sekalian, MBG bermanfaat atau tidak?”

 

Nah, di kepala mungkin sudah terdengar gema, “Bermanfaat!!!”

 

Tapi realita lebih kejam dari notifikasi “saldo tidak cukup.”

 

Dari bawah panggung, ribuan buruh justru membalas dengan koor paling jujur abad ini, “Tidaaak!!!”

 

Bukan satu orang ya. Bukan dua. Ini massal, kompak, dan bergelombang. Kayak ombak plus speaker rusak, tapi jujur.

 

Suasana? Langsung berubah. Yang tadinya panas karena semangat, jadi panas karena canggung.

 

Waktu seolah pause. Angin lewat sambil mikir, “ini gue lanjut tiup apa berhenti dulu ya?”

Bahkan bayangan sendiri mungkin ikut nunduk.

 

Di atas podium, Prabowo sempat terdiam. Bukan error, bukan nge-lag. Ini murni momen ketika ekspektasi bertabrakan langsung dengan kenyataan tanpa helm.

 

Beberapa detik yang rasanya lebih panjang dari antrean sembako.

 

Tapi sebagai pemain senior, beliau gak mungkin rage quit. Dengan skill “nyelametin situasi level final boss”, langsung lanjut, “MBG itu sangat penting untuk anak-anak kita.”

 

Nah ini dia. Kalau dianalogikan, ini kayak lagi bilang ke orang kehausan, “air itu penting loh.” Iya, penting. Tapi kalau dompet lagi kering, yang penting duluan ya… isi dompet.

 

Program MBG sebenarnya niatnya mulia. Siapa sih yang nolak anak-anak makan enak? Gak ada. Semua setuju. Bahkan kucing komplek juga setuju.

 

Tapi masalahnya, panggungnya ini Hari Buruh. Isinya manusia-manusia yang tiap bulan berjuang antara gaji, cicilan, dan tanggal tua yang datang lebih cepat dari mantan move on.

 

Ketika ditanya soal makan gratis, responnya bukan soal anti gizi. Tapi lebih ke, “Pak, kami ini pengen bisa beli makan sendiri.”

 

Nah, setelah drama “Tidaaak!” yang menggema itu, panggung belum selesai. Plot twist datang lagi. Usai pidato, pemerintah membagikan sembako untuk seluruh buruh yang hadir. Kurang lebih 3.000 paket sembako disalurkan. Isinya? Ya standar paket penyelamat tanggal tua. Beras, minyak, gula, tim trio yang lebih setia dari hubungan LDR.

 

Suasana pun berubah lagi. Dari yang tadi teriak, sekarang antre. Dari yang tadi debat konsep, sekarang pegang plastik. Ini bukan kontradiksi, ini realita hidup. Idealisme boleh tinggi, tapi perut tetap harus diisi.

 

Netizen? Wah, langsung pesta komentar. Ada yang bilang, “Ini bukan soal nasi, ini soal isi dompet.” Ada juga yang nyeletuk,

“Demo tetap jalan, sembako jangan ketinggalan.”

 

Logikanya sederhana. Kalau gaji cukup, dapur ngebul. Kalau dapur ngebul, anak makan.

Kalau anak makan, ya… selesai tanpa perlu drama tanya jawab di atas panggung.

 

Dari situ, satu pelajaran mahal muncul di tengah gelak tawa nasional, jangan tanya ke massa kalau belum siap jawaban versi kejujuran brutal.

 

Karena rakyat itu…kalau sudah kompak,

jawabannya bisa lebih kencang dari toa masjid pas subuh.

 

Akhir kata, ini bukan sekadar momen canggung. Ini momen ketika realita naik ke panggung, ambil mic, dan bilang, “Kami butuh lebih dari sekadar piring… tapi kalau ada sembako, ya kami ambil juga.”

 

Foto Ai hanya ilustrasi

 

  • Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Yuk Tingkatkan Disiplin dan Etos Kerja di Bulan Ramadan

    Yuk Tingkatkan Disiplin dan Etos Kerja di Bulan Ramadan

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 205
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, melaksanakan salat tarawih pertama bulan Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Agung Garut, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, pada Rabu malam (18/02/2026). Salat tarawih pertama di Masjid Agung Garut sendiri dipimpin oleh imam yaitu Ketua DKM Masjid Agung Garut, K.H Muhammad Sufina. Momen ini dimanfaatkan Bupati Garut untuk menyampaikan pesan […]

  • I’tikaf di Garut

    I’tikaf di Garut

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 212
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Di sepuluh malam terakhir Ramadhan, Garut seperti belajar berbicara dengan sunyi. Udara pegunungan yang dingin turun perlahan, menyelimuti kota kecil ini dengan ketenangan yang tak tergesa. Di masjid-masjid, lampu tetap menyala, sementara manusia memilih berdiam—bukan untuk menghindari dunia, tetapi untuk kembali menemukan dirinya. I’tikaf adalah seni menepi. Ia bukan sekadar tinggal di dalam masjid, […]

  • Makam Bungarungkup Cibatu: Jejak Karuhun di Kaki Gunung Singkup

    Makam Bungarungkup Cibatu: Jejak Karuhun di Kaki Gunung Singkup

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 59
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Di wilayah Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, terdapat sebuah tempat yang dikenal masyarakat sebagai kawasan makam keramat Bungarungkup. Tempat ini berada di Kampung Bungarungkup, Desa Girimukti, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut. Keberadaan Bungarungkup juga tercatat dalam dokumen resmi pemerintah daerah sebagai salah satu lokasi yang direncanakan untuk pengembangan wisata religius.   Nama Bungarungkup juga mempunyai kaitan […]

  • Tradisi Zakat di Garut dan 5 Tempat Terpercaya untuk Menunaikannya

    Tradisi Zakat di Garut dan 5 Tempat Terpercaya untuk Menunaikannya

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 200
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Bulan Ramadhan selalu menghadirkan suasana yang khas di Kabupaten Garut. Selain semarak kegiatan ibadah seperti tadarus Al-Qur’an, pengajian, dan ngabuburit di berbagai sudut kota, masyarakat juga menyiapkan diri untuk menunaikan zakat menjelang Hari Raya Idulfitri. Tradisi ini tidak hanya dimaknai sebagai kewajiban syariat, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian sosial yang telah lama mengakar […]

  • Menghormati Hak Alam

    Menghormati Hak Alam

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
    • visibility 144
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Saudaraku, bumi terlalu lama hadir di ruang sidang manusia hanya sebagai benda mati—tanah yang dibagi, sungai yang dibendung, hutan yang ditebang, laut yang diukur dengan angka keuntungan. Ia diperlakukan seperti properti tanpa suara, padahal manusialah yang hidup dari napasnya.   Dalam A Barrister for the Earth (2025), Monica Feria-Tinta menghadirkan gagasan yang mengguncang fondasi […]

  • Dulu Lapangan Kerkhof Garut, Eks Makam Belanda. Kini Jadi Sarana Olahraga dan Wisata Kuliner

    Dulu Lapangan Kerkhof Garut, Eks Makam Belanda. Kini Jadi Sarana Olahraga dan Wisata Kuliner

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 353
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Warga Garut pastinya sudah tidak asing dengan lapangan Kerkhof Garut, namun siapa sangka sarana olahraga ini dulunya merupakan makam Belanda.   Garut merupakan Kabupaten yang terletak di Jawa Barat dimana terkenal di kalangan wisatawan memiliki banyak destinasi yang seru untuk dikunjungi.   Salah satu yang mungkin bisa membuat penasaran ada lapangan Kerkhof Garut yang […]

expand_less