Breaking News

Menelusuri Sejarah Kereta Api, Stasiun Nagreg

  • account_circle Atep Kurnia, Peminat Literasi dan Budaya Sunda
  • calendar_month Senin, 29 Des 2025
  • visibility 1.119
  • print Cetak

Di Nagreg, dia turun dari kereta kuda dan menjumpai beberapa pegawai yang bekerja di sana, yaitu pejabat pembangunan, pengawas, penanggung jawab peledakan dinamit, serta pembayar dan kontraktor. Mereka semua sementara menginap di rumah-rumah bambu di pinggir jalan pos. Sementara yang menjadi penjaga keamanan adalah orang Afrika, bekas prajurit KNIL.

Lalu, bagaimana selanjutnya pembangunan rel kereta ke Nagreg? Menurut kabar Bataviaasch Nieuwsblad (BN, 5 Juni 1888) dan DL (8 Juni 1888), pengurukan tanah sudah mencapai piket 60, pada titik tertinggi jalur, yaitu 10 kilometer jauhnya dari Cicalengka, yang berada di celah gunung Nagreg (“den bergpas van Nagrek”). Sehingga relnya tinggal dipasang pada awal Mei 1888.

Akhirnya, jalur kereta api Cicalengka-Garut diresmikan oleh gubernur jenderal pada 14 Agustus 1889. Seteleh berkunjung terlebih dulu ke Bandung, pada 14 Agustus 1889 pagi-pagi, gubernur jenderal beserta beberapa undangan naik kereta api tambahan ke Cicalengka. Di Cicalengka, tempat jalur baru ke arah timur dimulai, lokomotif dihiasi kembang-kembang dan bendera, lalu perjalanan dilanjutkan. Di banyak titik perjalanan, banyak pribumi berdiri dan menghormat pejabat tertinggi Hindia Belanda itu.

Ketika menyampaikan sambutan saat pembukaan, gubernur jenderal menyatakan pembangunan jalur itu bukan saja merupakan upaya pemerintah yang hendak meningkatkan keadaan ekonomi di daerah, tetapi juga demi keperluan perluasan proyek irigasi dan perbaikan pengairan (BN, 19 Agustus 1889).

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • 213, Garut Pangirutan yang Berkemajuan

    213, Garut Pangirutan yang Berkemajuan

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Sukron Abdilah, Ideapreneur dan Penulis
    • visibility 281
    • 0Komentar

    Saya lahir di Garut pada 1982, tahun ketika televisi masih hitam putih di banyak rumah dan kabut pagi turun seperti doa yang belum selesai. Garut, bagi saya, bukan sekadar koordinat geografis, melainkan kumpulan ingatan: bau tanah basah selepas hujan, suara pedagang di pasar, dan irama hidup yang bergerak pelan tapi pasti. Di usia 213 tahun, […]

  • Dusun Deliek, Nostalgia Garut Tempo Dulu

    Dusun Deliek, Nostalgia Garut Tempo Dulu

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 276
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Suasana zaman dulu atau Jadul, selalu dirindukan oleh berbagai kalangan. Jika ingin bernostalgia dengan suasana jadul di Garut, yuk coba datang ke tempat yang satu ini. Nama tempatnya Dusun Deliek. Berlokasi di Jalan Raya Karangpawitan-Wanaraja, Nomor 64, Kecamatan Karangpawitan, Garut. Sekitar 15 menit jarak tempuhnya, dari pusat kota jika berkendara menggunakan motor atau […]

  • Bedug Lebaran di Tatar Pasundan

    Bedug Lebaran di Tatar Pasundan

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Dadan Rusmana, Wakil Rektor I UIN Bandung
    • visibility 180
    • 0Komentar

    “Syiar tak lagi semata diukur dari seberapa keras pelantang suara memekakkan telinga, melainkan dipindahkan ke dalam relung dada yang paling sunyi. Di Tatar Pasundan, kebenaran fiqih diyakini sungguh-sungguh di dalam hati, tapi persaudaraan tetap dipraktikkan dengan senyum di lapangan.” TIGARUT.COM — Sejak sore, suara bedug di musholla dekat rumah terus mengalun, membelah kabut tipis yang biasa […]

  • Pak Presiden yang Terhormat,

    Pak Presiden yang Terhormat,

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • visibility 145
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Jarang saya mendengar reaksi positif pada program MBG. Yang saya dengar dan baca, selalu negatif. Niatnya bagus, tapi caranya ganjil. Ada negara besar di zaman modern “memberi makan langsung rakyatnya.” Memberikan makan langsung adalah kewajiban orang tua di keluarga pada anak-anaknya.   Yang merasakan positif, bukan rakyat yang diberi makan, karena banyak masalah, tapi […]

  • 5 Ponpes Terbaik di Garut yang Layak Diketahui

    5 Ponpes Terbaik di Garut yang Layak Diketahui

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 52
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Garut tidak hanya dikenal dengan wisata alam dan kulinernya, tetapi juga memiliki tradisi pendidikan pesantren yang kuat. Dari pesantren modern, salafiyah, hingga lembaga yang memadukan pendidikan agama dan sekolah formal, pilihannya sangat beragam. Berikut lima pondok pesantren di Garut yang dikenal luas dan layak menjadi referensi pendidikan bagi masyarakat. 1. Pondok Pesantren Darussalam […]

  • Demi Menyelamatkan Anggaran, PPPK akan Dikorbankan

    Demi Menyelamatkan Anggaran, PPPK akan Dikorbankan

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • visibility 172
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Berembus kuat, akan ada PHK massal untuk pegawai PPPK. Mereka dipandang paling rasional untuk “dikorbankan” demi penyelamatan anggaran. Benarkah demikian? Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak! Semua bermula dari sebuah mahakarya kebijakan bernama UU No. 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah. Isinya sederhana, elegan, dan mematikan. Belanja pegawai maksimal 30% dari […]

expand_less