Breaking News

Menjejaki Heritage Muhammadiyah di Garut

  • account_circle SOPAAT R SELAMET
  • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
  • visibility 1.346
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Di sebuah sudut kota Garut, berdiri sebuah bangunan sederhana yang dikelilingi pepohonan rindang. Dari luar, bangunan itu tampak seperti rumah biasa, namun sesungguhnya ia menyimpan sejarah panjang: di sinilah Muhammadiyah pertama kali menancapkan pengaruhnya di Priangan Timur.

Garut, yang dikenal dengan julukan “Swiss van Java”, menjadi salah satu saksi awal bagaimana gagasan pembaruan Islam yang dibawa K.H. Ahmad Dahlan menembus pedalaman Jawa Barat.

Jejak di Garut: Dari Langgar ke Sekolah

Kisah Muhammadiyah di Garut bermula dari semangat para perantau dan guru agama yang terinspirasi oleh Yogyakarta. Mereka membawa semangat tajdid—pembaruan—dalam bidang pendidikan, dakwah, dan sosial. Tidak banyak yang tahu, bahwa di Garut, Muhammadiyah pertama kali bergerak lewat sebuah langgar kecil yang difungsikan untuk mengajarkan Al-Qur’an dengan metode iqra’ yang lebih sistematis daripada kebiasaan lokal saat itu.

Tak lama kemudian, lahirlah sekolah-sekolah Muhammadiyah yang menggabungkan pendidikan agama dengan ilmu umum. Bayangkan, di masa ketika sekolah modern masih terbatas bagi kalangan tertentu, Muhammadiyah di Garut membuka akses belajar bagi anak-anak dari keluarga pedagang, petani, hingga buruh.

Ruang kelas mereka mungkin sederhana: papan tulis hitam, bangku kayu panjang, dan kapur putih. Tetapi dari situlah lahir generasi baru Garut yang memiliki pandangan luas, disiplin, dan semangat keislaman yang progresif.

Salah satu yang masih dikenang adalah berdirinya Madrasah Muallimin Muhammadiyah Garut. Lembaga ini bukan hanya mencetak guru, tetapi juga kader-kader dakwah yang menyebarkan paham Muhammadiyah ke pelosok desa. Dari Garut, dakwah ini menyebar ke Tasikmalaya, Ciamis, hingga daerah perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah.

  • Penulis: SOPAAT R SELAMET
  • Editor: Sukron Abdilah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Antara Bisa Membaca Kitab dan Layak Menjadi Pewaris Pondok

    Antara Bisa Membaca Kitab dan Layak Menjadi Pewaris Pondok

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle Lubab Zaman, Pemilik Channel Drama @lindtivi
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Prompt:   Modal bisa baca kitab, sudah sah jadi “pewaris pondok”. Karena sealim-alimnya calon kiai, sia-sia saja mengajar kitab kalau masih “translit Jawa sentris”. Maka, dengarkan ketika “anak kiai” mulai mengajar kitab! Pertama, apakah hanya fokus translit? Kedua, apakah bisa menerjemahkan dalam bahasa lisannya sendiri? Ketiga, tanpa melihat kitab, apakah mampu menyampaikan matan-matan kitab?   […]

  • 5 Tradisi Muludan di Garut, Warisan Islam dan Kearifan Lokal

    5 Tradisi Muludan di Garut, Warisan Islam dan Kearifan Lokal

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 45
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Bulan Rabiul Awal atau yang akrab disebut bulan Mulud menjadi salah satu momentum penting bagi masyarakat Muslim di Garut. Peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW tidak hanya diwujudkan melalui pengajian dan pembacaan selawat, tetapi juga hadir dalam beragam tradisi lokal yang diwariskan lintas generasi. Berikut 5 tradisi Muludan di Garut yang menarik untuk diketahui: 1. […]

  • Mengapa Garut Dijuluki Kota Dodol? Ini Alasannya, Ya

    Mengapa Garut Dijuluki Kota Dodol? Ini Alasannya, Ya

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 548
    • 0Komentar

    TIGARUT,COM — Jika menyebut Garut, banyak orang Indonesia spontan menjawab: dodol. Bukan gunungnya dulu, bukan pantainya, apalagi macet jalurnya saat libur panjang. Julukan Garut Kota Dodol telah menjadi identitas kultural yang menempel kuat, bahkan lebih populer daripada slogan resmi daerah. Namun, julukan ini tidak muncul begitu saja. Ia lahir dari sejarah panjang industri rumahan, kreativitas […]

  • Ketawa Rocky dengan Prabowo 

    Ketawa Rocky dengan Prabowo 

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • visibility 164
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Rocky Gerung, pengkritik Prabowo yang sangat tajam tapi dengan ringan dan tanpa beban hadir ke istana, salaman dengan Prabowo dan ketawa bersama di pelantikan sahabatnya Jumhur Hidayat. Itu menunjukkan konsistensi dia selama ini.   Rocky dikonstruk sebagai liberal. Dia membenarkan. Dia bilang, makanya saya bebas kemana pun saya pergi, karena liberal adalah orang yang […]

  • 5 Fakta Voice of Baceprot, Band Metal Perempuan asal Garut yang Mendunia

    5 Fakta Voice of Baceprot, Band Metal Perempuan asal Garut yang Mendunia

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 90
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM – Kabupaten Garut selama ini dikenal sebagai daerah yang kaya akan pesona alam, kuliner, dan budaya. Namun, di balik julukan tersebut, Garut juga melahirkan talenta musik yang mampu mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional. Salah satunya adalah Voice of Baceprot (VoB), band metal perempuan yang sukses membuktikan bahwa mimpi besar dapat diraih dari sebuah […]

  • Cara Warga Desa “Dipaksa” Belanja ke Kopdes Merah Putih

    Cara Warga Desa “Dipaksa” Belanja ke Kopdes Merah Putih

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • visibility 70
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Satu kelebihan pemerintah, ia punya power memaksa. Mungkin selama ini Kopdes Merah Putih atau KDMP banyak jadi lelucon. “Wah, bakal jadi kopdes rumah hantu tu.” Pemerintah lalu mengeluarkan jurus mematikan, memaksa warga desa untuk belanja di Kopdes walau jaraknya jauh. Caranya? Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak! Nuan bayangkan suatu pagi di desa. […]

expand_less