Breaking News
dark_mode

Menjejaki Heritage Muhammadiyah di Garut

  • account_circle SOPAAT R SELAMET
  • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TIGARUT.COM — Di sebuah sudut kota Garut, berdiri sebuah bangunan sederhana yang dikelilingi pepohonan rindang. Dari luar, bangunan itu tampak seperti rumah biasa, namun sesungguhnya ia menyimpan sejarah panjang: di sinilah Muhammadiyah pertama kali menancapkan pengaruhnya di Priangan Timur.

Garut, yang dikenal dengan julukan “Swiss van Java”, menjadi salah satu saksi awal bagaimana gagasan pembaruan Islam yang dibawa K.H. Ahmad Dahlan menembus pedalaman Jawa Barat.

Jejak di Garut: Dari Langgar ke Sekolah

Kisah Muhammadiyah di Garut bermula dari semangat para perantau dan guru agama yang terinspirasi oleh Yogyakarta. Mereka membawa semangat tajdid—pembaruan—dalam bidang pendidikan, dakwah, dan sosial. Tidak banyak yang tahu, bahwa di Garut, Muhammadiyah pertama kali bergerak lewat sebuah langgar kecil yang difungsikan untuk mengajarkan Al-Qur’an dengan metode iqra’ yang lebih sistematis daripada kebiasaan lokal saat itu.

Tak lama kemudian, lahirlah sekolah-sekolah Muhammadiyah yang menggabungkan pendidikan agama dengan ilmu umum. Bayangkan, di masa ketika sekolah modern masih terbatas bagi kalangan tertentu, Muhammadiyah di Garut membuka akses belajar bagi anak-anak dari keluarga pedagang, petani, hingga buruh.

Ruang kelas mereka mungkin sederhana: papan tulis hitam, bangku kayu panjang, dan kapur putih. Tetapi dari situlah lahir generasi baru Garut yang memiliki pandangan luas, disiplin, dan semangat keislaman yang progresif.

Salah satu yang masih dikenang adalah berdirinya Madrasah Muallimin Muhammadiyah Garut. Lembaga ini bukan hanya mencetak guru, tetapi juga kader-kader dakwah yang menyebarkan paham Muhammadiyah ke pelosok desa. Dari Garut, dakwah ini menyebar ke Tasikmalaya, Ciamis, hingga daerah perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah.

Komentar
  • Penulis: SOPAAT R SELAMET
  • Editor: Sukron Abdilah

Rekomendasi

  • Logika Geopolitik Trump

    Logika Geopolitik Trump

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Budhiana Kartawijaya, Odesa Indonesia, geopolitics enthusiast,
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Serbuan Amerika Serikat ke Venezuela tidak dapat dipahami semata sebagai isu demokrasi, HAM, atau krisis ekonomi domestik. Ia harus dibaca dalam kerangka yang lebih dalam: kembalinya logika klasik keamanan Amerika di Belahan Bumi Barat (Western Hemisphere). Kita harus melihatnya dari Doktrin Monroe. James Monroe (1758–1831) adalah Presiden ke-5 Amerika Serikat, menjabat pada 1817–1825. Ia […]

  • Lebaran Pengorbanan

    Lebaran Pengorbanan

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Saudaraku, lebaran di tengah paceklik dan kerentanan adalah lebaran penuh pengorbanan. Tatkala cadangan BBM menipis; harga dan ongkos melambung, seorang majikan mencoba menahan asisten rumah tangganya untuk tidak mudik. Tak diduga sang asisten berkata: “Tuan bisa menikmati berbagai macam kebahagiaan sepanjang tahun, sedang kebahagian saya cuma sekali setahun, yaitu mudik lebaran. Apakah kebahagiaan satu-satunya […]

  • 5 Tips Mudik Aman dan Nyaman ke Garut

    5 Tips Mudik Aman dan Nyaman ke Garut

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Web
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Menjelang perayaan Idul Fitri, perjalanan mudik ke Garut menjadi momen yang dinanti banyak perantau. Kota yang dikenal dengan udara sejuk dan kuliner khasnya ini selalu ramai dikunjungi saat Lebaran. Namun, meningkatnya arus kendaraan menuju Garut sering kali menimbulkan kemacetan dan perjalanan yang lebih panjang dari biasanya.   Agar perjalanan mudik tetap aman dan nyaman, […]

  • Jalan Tangguh Iran

    Jalan Tangguh Iran

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Saudaraku, sejarah tidak pernah menghadiahi Iran jalan yang rata. Negeri itu terus berjalan di gugusan batu-batu rintangan yang dihadirkan zaman, meski masih beruntung mendapat tumpuan akar historis yang kuat: warisan agung peradaban Persia yang terus mengalir dalam urat nadinya.   Monarki runtuh, revolusi meledak, lalu lahirlah sebuah republik yang sejak awal dipaksa hidup dalam […]

  • 5 Cara Hidup Selaras dengan Alam ala Kampung Dukuh Garut

    5 Cara Hidup Selaras dengan Alam ala Kampung Dukuh Garut

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Di tengah arus modernisasi yang semakin cepat, masyarakat adat Kampung Dukuh di Garut tetap menjaga kearifan lokal yang mengajarkan pentingnya hidup harmonis dengan alam. Nilai-nilai tersebut diwariskan turun-temurun sebagai bentuk penghormatan kepada Sang Pencipta sekaligus upaya menjaga keberlanjutan lingkungan. Berikut lima cara hidup selaras dengan alam yang dapat dipelajari dari masyarakat Kampung Dukuh. 1. […]

  • Cuma Indonesia yang punya 4 “Choke Point” ini. Tapi So What?

    Cuma Indonesia yang punya 4 “Choke Point” ini. Tapi So What?

    • calendar_month 8 jam yang lalu
    • account_circle Budhiana Kartawijaya, geopolitics enthusiast.
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Selama ini, ketika mendengar istilah choke point, pikiran kita langsung tertuju pada Selat Hormuz, Selat Malaka, atau Terusan Suez. Dalam geopolitik klasik, choke point adalah jalur sempit yang mengendalikan arus perdagangan dan energi dunia. Siapa yang menguasainya memiliki daya tawar yang sangat besar.   Iran adalah contoh paling menarik. Negara itu tidak memiliki ekonomi […]

expand_less