Breaking News
dark_mode

Gen Z dan TikTok: Scroll Nggak Jelas Bikin Kelelahan Digital di Ranah Algoritmik

  • account_circle Sukron Abdilah
  • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kecemasan sebagai Mata Uang Baru

Dulu, orang takut kehilangan pekerjaan. Sekarang, kami takut kehilangan arah. Kecemasan jadi semacam bahasa universal Gen Z. Kami bisa bercanda tentang overthinking, tapi di balik tawa itu ada ketegangan nyata.

Saya pernah bercakap dengan teman yang baru resign dari startup. Katanya, ia tidak tahan dengan tuntutan “always online”. Tapi setelah berhenti, ia malah stres karena takut “tidak relevan.” Di era algoritmik, relevansi menjadi agama baru. Tidak ada yang lebih menakutkan bagi Gen Z selain menjadi “tidak dilihat.”

Mungkin inilah risiko dari generasi yang dibesarkan oleh notifikasi: kita tumbuh cepat, tapi tidak tumbuh utuh. Kita diajarkan multitasking, tapi jarang diajarkan makna dari berhenti sejenak. Kita terbiasa mengukur diri dari engagement rate, bukan keterlibatan nyata dalam hidup.

Namun, saya masih percaya: di balik layar yang melelahkan ini, Gen Z juga menyimpan daya lenting luar biasa. Kami bisa mengubah keresahan menjadi konten edukatif, kecemasan menjadi karya kreatif, dan rasa kehilangan arah menjadi percakapan kolektif.

Bencana demografi hanya akan terjadi jika kita menyerahkan masa depan sepenuhnya pada algoritma. Tapi jika kita bisa menggunakannya dengan kesadaran, mungkin bonus demografi itu masih bisa diselamatkan—meski lewat layar ponsel.

Saya menulis esai ini di tengah malam, dengan notifikasi TikTok yang terus muncul. Tangan saya hampir tergoda membuka aplikasi itu, tapi saya memilih menutup laptop. Mungkin inilah bentuk kecil perlawanan di era algoritmik: menyala tanpa terbakar. Karena di dunia di mana semua orang berlomba jadi viral, mungkin langkah paling revolusioner justru sederhana—berani offline, dan benar-benar hidup. (SAB)

Komentar
  • Penulis: Sukron Abdilah
  • Editor: SAB

Rekomendasi

  • 5 Kaulinan Barudak di Tatar Sunda yang Sebentar Lagi Punah!

    5 Kaulinan Barudak di Tatar Sunda yang Sebentar Lagi Punah!

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Suku Sunda memiliki beragam permainan tradisional unik yang dikenal dengan sebutan kaulinan barudak. Berikut di bawah ini adalah 5 permainan tradisional Sunda yang populer:  1. Cingciripit Permainan ini biasanya dilakukan untuk menentukan siapa yang menjadi “kucing” atau penjaga dalam permainan selanjutnya. Cara mainnya, para pemain melingkar dan meletakkan satu jari telunjuk di telapak […]

  • Atheis ala Achdiat K. Mihardja

    Atheis ala Achdiat K. Mihardja

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Atheis merupakan novel karya Achdiat Karta Mihardja yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1949 oleh Balai Pustaka. Cetakan ke-2 novel ini diterbitkan pada tahun 1957, cetakan ke-3 pada tahun 1960, cetakan ke-4 pada tahun 1960, cetakan ke-5 pada tahun 1969, cetakan ke-6 pada tahun 1976, cetakan ke-10 tahun 1989, cetakan ke-18 pada tahun […]

  • I’tikaf di Garut

    I’tikaf di Garut

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Di sepuluh malam terakhir Ramadhan, Garut seperti belajar berbicara dengan sunyi. Udara pegunungan yang dingin turun perlahan, menyelimuti kota kecil ini dengan ketenangan yang tak tergesa. Di masjid-masjid, lampu tetap menyala, sementara manusia memilih berdiam—bukan untuk menghindari dunia, tetapi untuk kembali menemukan dirinya. I’tikaf adalah seni menepi. Ia bukan sekadar tinggal di dalam masjid, […]

  • Efek MBG Makin Dahsyat, Siswa SMK Pun Berani Kritik Presiden

    Efek MBG Makin Dahsyat, Siswa SMK Pun Berani Kritik Presiden

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Di sebuah semesta alternatif bernama Republik Kenyang Raya, ada satu hukum alam yang baru saja ditemukan para ilmuwan dari cabang Fisika Teoritis cabang warteg. Semakin sering anak sekolah makan gratis, semakin tinggi level roasting-nya. Hukum ini mulai menyaingi Hukum Newton. Bedanya, kalau Newton jatuhnya apel, kalau ini jatuhnya wibawa pejabat.   Fenomena ini disebut […]

  • Jihad

    Jihad

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • 0Komentar

    Saya menemukan kutipan ini di sebuah postingan. Gak tahu, bener tidaknya itu ucapan Gus Baha. Saya ingin membahas kutipan itu.   Semua tahu dan sudah banyak dijelaskan, makna asli “jihad” adalah berjuang bersungguh-sungguh, mencurahkan segala potensi diri untuk mengatasi masalah dan kesulitan.   Kesulitan itu banyak bentuknya dari masalah diri sehari-hari hingga menaklukkan ketakutan memperjuangkan […]

  • Nah Ini Dia! 5 Curug Indah dan Terkenal di Garut

    Nah Ini Dia! 5 Curug Indah dan Terkenal di Garut

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Garut dikenal bukan hanya sebagai kota dodol dan pegunungan, tetapi juga sebagai surga air terjun alami yang tersebar dari utara hingga selatan. Curug-curug di Garut menawarkan pesona yang beragam: dari air terjun tinggi yang megah, aliran sungai bertebing eksotis, hingga lokasi tersembunyi yang masih sangat alami. Keindahan ini menjadikan Garut destinasi favorit bagi […]

expand_less