Breaking News

Dulu Lapangan Kerkhof Garut, Eks Makam Belanda. Kini Jadi Sarana Olahraga dan Wisata Kuliner

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
  • visibility 351
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Warga Garut pastinya sudah tidak asing dengan lapangan Kerkhof Garut, namun siapa sangka sarana olahraga ini dulunya merupakan makam Belanda.

 

Garut merupakan Kabupaten yang terletak di Jawa Barat dimana terkenal di kalangan wisatawan memiliki banyak destinasi yang seru untuk dikunjungi.

 

Salah satu yang mungkin bisa membuat penasaran ada lapangan Kerkhof Garut yang saat ini telah menjadi sarana olahraga dan wisata kuliner di Garut.

 

Lapangan Kerkhof Garut, yang dulunya berfungsi sebagai kuburan Belanda, kini telah berubah menjadi salah satu sarana olahraga favorit warga Garut.

 

Sejarah lapangan ini sangat panjang dan menarik, dengan perubahan fungsi yang signifikan sejak tahun 1923, selengkapnya berikut ini.

 

Sejarah Awal

Kerkhof Garut didirikan pada tahun 1923 sebagai kuburan orang Belanda dan Eropa yang meninggal di Garut. Nama “Kerkhof” dalam bahasa Belanda berarti “halaman gereja” atau “kuburan”.

 

Lapangan ini terletak di Jalan Merdeka, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut, dan memiliki luas sekitar 2 hektare.

 

Perubahan Fungsi

Pada tahun 1981, Pemerintah Kabupaten Garut memutuskan untuk mengalihkan lokasi pemakaman ke TPU Santiong di Kecamatan Karangpawitan.

 

Proses pemindahan jasad terus berlangsung hingga tahun 1984. Setelah periode ini, Kerkhof mulai menjalankan fungsi baru sebagai lapangan pacuan kuda. Pada masa pemerintahan Bupati Taufik Hidayat (1983-1988), Kerkhof sempat menjadi lapangan pacuan kuda.

 

Selatan Berganti Fungsi Lagi Pada tahun 2003, Bupati Garut saat itu, Dede Satibi, mengubah nama Kerkhof menjadi Sarana Olahraga (SOR) Merdeka.

 

Sejak saat itu, Kerkhof telah menjadi sarana olahraga yang sangat populer di antara warga Garut. Fasilitas olahraga yang tersedia di Kerkhof meliputi trek lari, lapangan sepak bola, lapangan voli, lapangan basket, dan area panahan.

 

Kini sebagai Wisata Kuliner

Selain menjadi sarana olahraga, Kerkhof juga telah berubah menjadi kawasan wisata kuliner malam yang sangat digemari warga Garut.

 

Wisata kuliner malam ini menyediakan berbagai macam makanan, mulai dari snack, makanan berat, minuman hingga dessert. Operasional wisata kuliner malam ini berlangsung dari pukul 15.00 hingga 24.00 WIB.

 

Dari kuburan Belanda menjadi sarana dan gelanggang olahraga, Kerkhof telah berubah menjadi gelanggang olahraga dan kawasan wisata kuliner malam yang sangat populer di antara warga Garut.

 

Sejarah lapangan ini menarik dan menjadi bagian dari warisan sejarah Garut yang kental dengan nilai-nilai budaya Belanda. Penasaran untuk mengunjunginya?

 

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Om Zein, Jangan Buka Lagi Aib yang Sudah Allah Tutupi

    Om Zein, Jangan Buka Lagi Aib yang Sudah Allah Tutupi

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Adrian | Perdana.Asia
    • visibility 98
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Tidak banyak pejabat yang berani meminta maaf. Karena itu, sikap Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein yang menyampaikan permohonan maaf patut dihargai.   Beliau juga telah menjelaskan bahwa lagu Lalaki Langit, Lalanang Bejat merupakan refleksi atas masa lalunya, bukan dimaksudkan untuk merendahkan perempuan. Penjelasan itu penting agar publik memahami konteks lahirnya lagu […]

  • Spirit Kiai Wahab Hasbullah Relevan Perkuat Pesantren dan NKRI

    Spirit Kiai Wahab Hasbullah Relevan Perkuat Pesantren dan NKRI

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 140
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Kementerian Agama menegaskan pentingnya menghidupkan kembali spirit perjuangan KH. Abdul Wahab Hasbullah sebagai fondasi penguatan moderasi beragama, transformasi pesantren, dan penguatan kebangsaan di tengah tantangan sosial keagamaan saat ini.   Penegasan tersebut mengemuka dalam kegiatan bedah buku KH. Abdul Wahab Hasbullah: Pendiri NU Penggerak NKRI bertema The Mastermind of Movement: Mengupas Tuntas Seni […]

  • 2 Kelompok Kritis Sekarang

    2 Kelompok Kritis Sekarang

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • visibility 114
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Kita perhatikan, sekarang ini ada dua kelompok kritis dalam panggung politik nasional yang sedang berlangsung. Pertama, kelompok kritis pada kebijakan-kebijakan pemerintah dan program-program Presiden Prabowo, seperti soal MBG, melemahnya rupiah dll. Kelompok kritis ini murni suara rakyat sebagai kontrol kekuasaan. Kedua, kelompok kritis yang melihat bahwa kritik-kritik pada pemerintah bukan lagi kritik pada program […]

  • 213, Garut Pangirutan yang Berkemajuan

    213, Garut Pangirutan yang Berkemajuan

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Sukron Abdilah, Ideapreneur dan Penulis
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Saya lahir di Garut pada 1982, tahun ketika televisi masih hitam putih di banyak rumah dan kabut pagi turun seperti doa yang belum selesai. Garut, bagi saya, bukan sekadar koordinat geografis, melainkan kumpulan ingatan: bau tanah basah selepas hujan, suara pedagang di pasar, dan irama hidup yang bergerak pelan tapi pasti. Di usia 213 tahun, […]

  • Bahagianya Sepasang Sandal dari Garut Digunakan Charlie Chaplin

    Bahagianya Sepasang Sandal dari Garut Digunakan Charlie Chaplin

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 245
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Setelah menginap di Bandung, rombongan Charlie Chaplin melanjutkan perjalanan menuju Garut, 25 Maret 1936. Charlie dalam kunjungannya ke Pulau Jawa yang kedua kali tersebut ditemani oleh Paulette dan ibunya, Alta Mae Goddard. Sejak mendarat di Cililitan Batavia, mereka melakukan perjalanan menggunakan mobil melewati Puncak. Lagi-lagi, Hotel Preanger menjadi tempat singgah Chaplin sekaligus menginap. […]

  • Bawa Misi Pendidikan, Siswi SMPN 1 Garut Siap Berlaga di Grand Final Duta Siswa Indonesia 2026

    Bawa Misi Pendidikan, Siswi SMPN 1 Garut Siap Berlaga di Grand Final Duta Siswa Indonesia 2026

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Web
    • visibility 262
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Kabupaten Garut. Zulqaidah Yasmin Nurhakimah (15), siswi kelas 9 SMPN 1 Garut, berhasil melaju ke Grand Final ajang Duta Siswa Indonesia 2026. Kompetisi tingkat nasional ini menjadi wadah bagi siswa-siswi berprestasi dari seluruh Indonesia dalam menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045. ‎ ‎Zulqaidah menyiapkan program kerja bertajuk “Taman Pendidikan” […]

expand_less