Breaking News

I’tikaf di Garut

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
  • visibility 210
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Di sepuluh malam terakhir Ramadhan, Garut seperti belajar berbicara dengan sunyi. Udara pegunungan yang dingin turun perlahan, menyelimuti kota kecil ini dengan ketenangan yang tak tergesa. Di masjid-masjid, lampu tetap menyala, sementara manusia memilih berdiam—bukan untuk menghindari dunia, tetapi untuk kembali menemukan dirinya.

I’tikaf adalah seni menepi. Ia bukan sekadar tinggal di dalam masjid, melainkan perjalanan batin untuk pulang. Pulang dari hiruk pikuk kehidupan, dari ambisi yang kadang membuat hati letih, menuju ruang sunyi tempat manusia kembali berbicara dengan Tuhannya.

Di dalam masjid, waktu terasa berbeda. Jam dinding tetap berdetak, tetapi hati seperti berjalan lebih lambat. Ada yang menunduk membaca Al-Qur’an, suaranya lirih seperti embun yang jatuh di daun. Ada yang tenggelam dalam dzikir panjang, seakan setiap kalimat menjadi jembatan menuju langit. Ada pula yang hanya duduk diam, menatap sajadah, seolah sedang membaca kembali halaman-halaman hidupnya.

Malam di Garut membawa kesederhanaan yang menenangkan. Angin yang datang dari gunung berdesir pelan di halaman masjid. Di kejauhan, lampu-lampu rumah berpendar seperti bintang kecil di bumi. Sementara di dalam masjid, manusia berusaha menyalakan cahaya yang lebih dalam—cahaya di dalam hati.

Barangkali itulah makna terdalam dari i’tikaf: berhenti sejenak dari dunia yang riuh, agar manusia bisa mendengar kembali suara hatinya sendiri. Dalam diam, dalam doa yang lirih, dalam ayat-ayat yang dibaca berulang-ulang, manusia belajar bahwa kedekatan dengan Tuhan sering kali lahir dari kesederhanaan.

Dan ketika fajar mulai menyibak langit Garut, para peziarah malam itu keluar dari masjid dengan langkah yang sama seperti ketika mereka datang. Namun sesuatu di dalam diri mereka telah berubah. Hati terasa lebih lapang, jiwa lebih tenang, seakan malam-malam sunyi itu telah mengajarkan satu hal sederhana: bahwa kadang manusia perlu menepi, agar bisa kembali berjalan dengan arah yang lebih terang.

  • Penulis: Redaksi Tigarut
  • Sumber: AI

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Nah Ini Dia! 5 Tatarucingan Sunda Lucu Biar Tongkronganmu Makin Akrab

    Nah Ini Dia! 5 Tatarucingan Sunda Lucu Biar Tongkronganmu Makin Akrab

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 393
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Dalam budaya Sunda, berkumpul bersama teman atau keluarga rasanya kurang lengkap tanpa adanya tatarucingan (tebak-tebakan). Tradisi lisan ini bukan hanya sekadar hiburan, tapi juga cara ampuh untuk mencairkan suasana yang kaku atau mengisi waktu saat sedang ngaliwet dan ngopi santai. Jika Anda ingin menjadi “si paling lucu” di tongkrongan, berikut adalah 5 tatarucingan Sunda pilihan yang siap memancing […]

  • Siapakah Raden Moehammad Moesa? Ini Biografi Singkatnya

    Siapakah Raden Moehammad Moesa? Ini Biografi Singkatnya

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 227
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Raden Moehammad Moesa adalah seorang sastrawan dan tokoh penting dalam perkembangan sastra Sunda pada abad ke-19. Ia lahir sekitar tahun 1822 di Garut, Jawa Barat, dan dikenal sebagai salah satu pelopor penggunaan bahasa Sunda dalam karya tulis modern. Moesa bekerja sebagai pegawai pemerintahan kolonial Belanda (pangreh praja), yang memberinya akses pada pendidikan dan […]

  • Desa Ciela, Kampung Tua di Tanah Timbanganten

    Desa Ciela, Kampung Tua di Tanah Timbanganten

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 31
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Jauh sebelum nama Desa Ciela dikenal seperti sekarang, sebuah nama telah muncul dalam catatan kolonial Belanda abad ke-19:   TJIËLA   Pada tahun 1858, kontrolir Belanda J.C. Lammers van Toorenburg, bersama Kepala Penghulu Limbangan Raden Haji Moehamad Moesa, menemukan sejumlah benda kuno di Kampung Tjiëla, Distrik Panembong.   Di antara benda tersebut terdapat sebuah […]

  • Di Saat Semua Senang Timnas Menang, Eh… Pertamax Naik Rp16.250

    Di Saat Semua Senang Timnas Menang, Eh… Pertamax Naik Rp16.250

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • visibility 110
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Baru semalam Indonesia seperti baru menemukan tambang kebahagiaan. Timnas senior menang dua kali beruntun. Oman dihajar 3-0. Mozambique ditumbangkan 1-0. Ranking FIFA naik. Garuda Muda U-19 menyingkirkan Vietnam dengan skor 2-1. Malaysia juga ikut tersingkir. Media sosial berubah menjadi taman bermain nasional. Bahkan netizen yang biasanya bertengkar soal politik mendadak akur seperti kucing dan […]

  • Akhirnya Kepala BGN Kena Batunya, Dicopot Prabowo

    Akhirnya Kepala BGN Kena Batunya, Dicopot Prabowo

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • visibility 112
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Indonesia sering juga dijuluki negeri MBG. Sebab, ada saja berita atau isu terkait makanan bergizi gratis yang muncul di media. Salah satu pemicunya, komentar Kepala BGN yang sering kontroversi. Mungkin sudah kena batunya, akhirnya CEO MBG atau Presiden kita, Prabowo mencopot dari jabatannya. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!   Dadan Hindayana, Kepala Badan […]

  • Indahnya Puncak Guha, Tempat Camping Tepi Laut

    Indahnya Puncak Guha, Tempat Camping Tepi Laut

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 275
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Garut adalah daerah yang masuk ke dalam administrasi Provinsi Jawa Barat. Ada banyak destinasi wisata yang bisa dikunjungi ketika berada di Garut. Salah satu yang cukup terkenal di kalangan masyarakat adalah Puncak Guha Garut. Tempat wisata ini menyuguhkan pemandangan yang indah dan memanjakan mata. Tidak hanya itu, pengunjung juga bisa melakukan berbagai kegiatan […]

expand_less