Breaking News

Menyoal Tradisi Samen, Pantai dan Jalan Kaki

  • account_circle Ibn Ghifarie, Penulis dan Peneliti Agama dan Media
  • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
  • visibility 1.196
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Saat asyik menulis tentang lima sekolah, pondok pesantren mahasiswa yang dekat dengan kampus. Tiba-tiba istri nelpon. “Bah uih iraha?”

Kujawab dengan singkat, “Magrib”

Selesai salat langsung pulang dan berpamitan kepada kawan, satpam yang masih jaga. “Tipayun nya. Markipul. Assalamualaikum!”

Memang sudah hampir satu pekan, aktivitas pulang dilakukan setelah salat magrib. Biasa mengerjakan laporan tentang kegiatan rutin sehari-hari. Maklum akhir bulan harus beres.

Setibanya di rumah istri berkata “Bah nilai 100 na hiji, biasana mah pan langkung, tapi Alhamdulillah rapot mah sae!”

“Alhamdulillah. Nuhun A, Wios diajar sing rajin nya!” Sambil mengusap rambut Aa Akil.

“Nya, tapi hadiahna hente janten. Pan kedah tanggungjawab,” ujar istri.

“Iya Bu!” jawab Aa Akil.

Ketika mendengar jawaban dari anak kedua yang hampir sebulan ini sedang asyik belajar, membaca komik, dan karikatur.

Justru pikiranku melayang ke kampung halaman di Bungbulang Garut Kidul yang terkenal dengan pantai Rancabuaya, Cijayana, terbayang suasana samen, panggung alakadarnya, tarian, silat, bagi rapor, pulang bawa bungkusan hadiah, liburan ke laut, jalan-jalan menaiki gunung, lembah, sawah dan curug.

Masih segar dalam ingatan, ketika pasapon memukul lonceng tanda jam pelajaran berakhir. Anak-anak tidak langsung pulang, tapi siap-siap berlatih menari untuk perempuan.

Lapangan upacara Sekolah Dasar Bungbulang II dibagi dua setengah ke arah utara diperlukan perempuan, menari yang diiringi dengan musik khas Sundaan; ke arah selatan dipakai laki-laki, silat yang dibarengi kendang, tepak tilu. Silat Abah Eme jadi jurus andalan yang harus dihafal, dipraktikkan saat tampil di panggung acara samenan.

Sesekali terdengar gelak tawa, sambil bertepuk tangan, teriakan satu, dua, tiga. Ketika salah gerakan, tidak kompak dengan iringan kendang dan penca, tibalah teriakan khas guru, “salah-salah, ulang-ulang!” Latihan biasa dilakukan dua kali dalam seminggu, Senin dan Kamis. Sudah kaya puasa aja!

Tiba waktunya tampil. Siswa laki-laki memakai pakaian pangsi, serba hitam-hitam, lengkap dengan aksesorisnya. Sedangkan siswa perempuan berkebaya, dengan konde khasnya.

Waktu pemanggilan para juara dari kelas satu sampai enam menjadi momen yang ditunggu-tunggu orangtua, siswa, guru. Pasalnya menyangkut murid berprestasi. Walhasil, peringkat satu dari kelas satu sampai enam pernah semuanya diboyong oleh satu keluarga Apa Encur, Kakek dari Bapak.

Salah seorang guru, Bu Entit biasa dipanggilnya, “Atuh ieu mah sabondoroyot keluarga Aki Encur. Selamat!” ucapnya sambil bersalaman.

Gemuruh tepuk tangan meriah tak terelakkan. Setiap juara kelas mendapatkan bingkisan hadiah beriisi buku, pensil, bolpoin, penghapus yang membuat semangat untuk belajar meraih berprestasi.

“Alhamdulillah bisa dapat membanggakan keluarga Apa Encur,” ucap Eka, anak pertama pamanku, Pa Guru biasa dipanggilnya.

Selesai samen, keenam juara kelas pulang bareng dari Sekolah ke rumah Kakek yang berjarak sekitar 100 meter. Sambil membawa hadiah. Suasana kekeluargaan sangat terasa, indah.

Berkat Mang Ihin, pamanku (sekarang mengajar di SMPN Bungbulang) yang selalu menyambut dan memberikan dorongan, motivasi untuk terus giat belajar, berprestasi, hingga dapat melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi. Ada yang berhasil kuliah di UGM, Unhas, UPI, IPB, UIN Bandung, hingga menyeberang ke Tunisia untuk mencari ilmu sebagai bekal mengarungi samudra kehidupan. Sungguh membuahkan prestasi yang membanggakan keluarga besar tercinta.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • 5 SMA Terfavorit di Garut, Nomor 1 Punya Segudang Prestasi Nasional

    5 SMA Terfavorit di Garut, Nomor 1 Punya Segudang Prestasi Nasional

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 39
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM – Memilih Sekolah Menengah Atas (SMA) menjadi salah satu keputusan penting bagi siswa dan orang tua. Setelah menyelesaikan pendidikan SMP, siswa tentu ingin melanjutkan ke sekolah yang mampu mendukung prestasi, mengembangkan bakat, sekaligus mempersiapkan diri menuju perguruan tinggi. Kabupaten Garut memiliki banyak SMA negeri dan swasta dengan karakter serta keunggulan masing-masing. Reputasi sekolah, prestasi […]

  • 5 Fakta Unik Gunung Sagara Garut, Puncaknya Suguhkan Talaga Bodas dan Lautan Awan

    5 Fakta Unik Gunung Sagara Garut, Puncaknya Suguhkan Talaga Bodas dan Lautan Awan

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 51
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Gunung Sagara menjadi salah satu destinasi pendakian yang semakin dikenal di Kabupaten Garut. Berada di kawasan timur Garut, gunung ini menawarkan perpaduan jalur pendakian, panorama alam, serta pemandangan Talaga Bodas dari ketinggian. Berikut lima fakta unik Gunung Sagara yang menarik diketahui. 1. Memiliki ketinggian 2.132 mdpl Gunung Sagara berada di Kampung Sagara, Desa Tenjonagara, […]

  • 5 Cara Hidup Selaras dengan Alam ala Kampung Dukuh Garut

    5 Cara Hidup Selaras dengan Alam ala Kampung Dukuh Garut

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 151
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Di tengah arus modernisasi yang semakin cepat, masyarakat adat Kampung Dukuh di Garut tetap menjaga kearifan lokal yang mengajarkan pentingnya hidup harmonis dengan alam. Nilai-nilai tersebut diwariskan turun-temurun sebagai bentuk penghormatan kepada Sang Pencipta sekaligus upaya menjaga keberlanjutan lingkungan. Berikut lima cara hidup selaras dengan alam yang dapat dipelajari dari masyarakat Kampung Dukuh. 1. […]

  • 5 Alasan Voice of Baceprot Kritik Jalan Banjarwangi-Singajaya Garut

    5 Alasan Voice of Baceprot Kritik Jalan Banjarwangi-Singajaya Garut

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 56
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM – Voice of Baceprot (VoB) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kampung halaman. Band metal asal Singajaya, Garut, tersebut pernah menyoroti kondisi infrastruktur jalan Banjarwangi-Singajaya yang rusak dan dinilai membahayakan pengguna jalan. Kritik VoB menarik perhatian karena disampaikan oleh putri daerah yang telah membawa nama Garut hingga panggung internasional. Berikut lima alasan mengapa persoalan jalan Banjarwangi-Singajaya […]

  • Naasnya Si Kue Nastar Pas Lebaran

    Naasnya Si Kue Nastar Pas Lebaran

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Sukron Abdilah, penulis Leupas
    • visibility 198
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Ada satu fase dalam hidup yang terasa seperti eksperimen psikologi tanpa kita sadari: Lebaran sebelum menikah. Kita datang sebagai tamu, pulang sebagai… tersangka (setidaknya di batin sendiri). Di antara semua variabel sosial—basa-basi, pertanyaan “kapan nyusul?”, hingga strategi duduk agar tidak terlalu dekat dengan om yang cerewet—ada satu objek kecil yang diam-diam mengendalikan alur cerita: […]

  • Tinjau Kebun Mawar Situhapa, Bupati Garut Dorong Pengembangan Wisata Berbasis Lingkungan

    Tinjau Kebun Mawar Situhapa, Bupati Garut Dorong Pengembangan Wisata Berbasis Lingkungan

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 238
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM, Samarang – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin melaksanakan monitoring objek wisata Kebun Mawar Situhapa Garut, yang berlokasi di Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jum’at (16/1/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memantau langsung kondisi sektor pariwisata di awal tahun serta memastikan kesiapan sarana dan prasarana dalam menyambut wisatawan. Dalam kunjungannya, Bupati Garut didampingi oleh pengelola Kebun Mawar […]

expand_less