Breaking News
dark_mode

Menyoal Tradisi Samen, Pantai dan Jalan Kaki

  • account_circle Ibn Ghifarie, Penulis dan Peneliti Agama dan Media
  • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TIGARUT.COM — Saat asyik menulis tentang lima sekolah, pondok pesantren mahasiswa yang dekat dengan kampus. Tiba-tiba istri nelpon. “Bah uih iraha?”

Kujawab dengan singkat, “Magrib”

Selesai salat langsung pulang dan berpamitan kepada kawan, satpam yang masih jaga. “Tipayun nya. Markipul. Assalamualaikum!”

Memang sudah hampir satu pekan, aktivitas pulang dilakukan setelah salat magrib. Biasa mengerjakan laporan tentang kegiatan rutin sehari-hari. Maklum akhir bulan harus beres.

Setibanya di rumah istri berkata “Bah nilai 100 na hiji, biasana mah pan langkung, tapi Alhamdulillah rapot mah sae!”

“Alhamdulillah. Nuhun A, Wios diajar sing rajin nya!” Sambil mengusap rambut Aa Akil.

“Nya, tapi hadiahna hente janten. Pan kedah tanggungjawab,” ujar istri.

“Iya Bu!” jawab Aa Akil.

Ketika mendengar jawaban dari anak kedua yang hampir sebulan ini sedang asyik belajar, membaca komik, dan karikatur.

Justru pikiranku melayang ke kampung halaman di Bungbulang Garut Kidul yang terkenal dengan pantai Rancabuaya, Cijayana, terbayang suasana samen, panggung alakadarnya, tarian, silat, bagi rapor, pulang bawa bungkusan hadiah, liburan ke laut, jalan-jalan menaiki gunung, lembah, sawah dan curug.

Masih segar dalam ingatan, ketika pasapon memukul lonceng tanda jam pelajaran berakhir. Anak-anak tidak langsung pulang, tapi siap-siap berlatih menari untuk perempuan.

Lapangan upacara Sekolah Dasar Bungbulang II dibagi dua setengah ke arah utara diperlukan perempuan, menari yang diiringi dengan musik khas Sundaan; ke arah selatan dipakai laki-laki, silat yang dibarengi kendang, tepak tilu. Silat Abah Eme jadi jurus andalan yang harus dihafal, dipraktikkan saat tampil di panggung acara samenan.

Sesekali terdengar gelak tawa, sambil bertepuk tangan, teriakan satu, dua, tiga. Ketika salah gerakan, tidak kompak dengan iringan kendang dan penca, tibalah teriakan khas guru, “salah-salah, ulang-ulang!” Latihan biasa dilakukan dua kali dalam seminggu, Senin dan Kamis. Sudah kaya puasa aja!

Tiba waktunya tampil. Siswa laki-laki memakai pakaian pangsi, serba hitam-hitam, lengkap dengan aksesorisnya. Sedangkan siswa perempuan berkebaya, dengan konde khasnya.

Waktu pemanggilan para juara dari kelas satu sampai enam menjadi momen yang ditunggu-tunggu orangtua, siswa, guru. Pasalnya menyangkut murid berprestasi. Walhasil, peringkat satu dari kelas satu sampai enam pernah semuanya diboyong oleh satu keluarga Apa Encur, Kakek dari Bapak.

Salah seorang guru, Bu Entit biasa dipanggilnya, “Atuh ieu mah sabondoroyot keluarga Aki Encur. Selamat!” ucapnya sambil bersalaman.

Gemuruh tepuk tangan meriah tak terelakkan. Setiap juara kelas mendapatkan bingkisan hadiah beriisi buku, pensil, bolpoin, penghapus yang membuat semangat untuk belajar meraih berprestasi.

“Alhamdulillah bisa dapat membanggakan keluarga Apa Encur,” ucap Eka, anak pertama pamanku, Pa Guru biasa dipanggilnya.

Selesai samen, keenam juara kelas pulang bareng dari Sekolah ke rumah Kakek yang berjarak sekitar 100 meter. Sambil membawa hadiah. Suasana kekeluargaan sangat terasa, indah.

Berkat Mang Ihin, pamanku (sekarang mengajar di SMPN Bungbulang) yang selalu menyambut dan memberikan dorongan, motivasi untuk terus giat belajar, berprestasi, hingga dapat melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi. Ada yang berhasil kuliah di UGM, Unhas, UPI, IPB, UIN Bandung, hingga menyeberang ke Tunisia untuk mencari ilmu sebagai bekal mengarungi samudra kehidupan. Sungguh membuahkan prestasi yang membanggakan keluarga besar tercinta.

Komentar

Rekomendasi

  • Spirit Kiai Wahab Hasbullah Relevan Perkuat Pesantren dan NKRI

    Spirit Kiai Wahab Hasbullah Relevan Perkuat Pesantren dan NKRI

    • calendar_month 19 jam yang lalu
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Kementerian Agama menegaskan pentingnya menghidupkan kembali spirit perjuangan KH. Abdul Wahab Hasbullah sebagai fondasi penguatan moderasi beragama, transformasi pesantren, dan penguatan kebangsaan di tengah tantangan sosial keagamaan saat ini.   Penegasan tersebut mengemuka dalam kegiatan bedah buku KH. Abdul Wahab Hasbullah: Pendiri NU Penggerak NKRI bertema The Mastermind of Movement: Mengupas Tuntas Seni […]

  • 213, Garut Pangirutan yang Berkemajuan

    213, Garut Pangirutan yang Berkemajuan

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Sukron Abdilah, Ideapreneur dan Penulis
    • 0Komentar

    Saya lahir di Garut pada 1982, tahun ketika televisi masih hitam putih di banyak rumah dan kabut pagi turun seperti doa yang belum selesai. Garut, bagi saya, bukan sekadar koordinat geografis, melainkan kumpulan ingatan: bau tanah basah selepas hujan, suara pedagang di pasar, dan irama hidup yang bergerak pelan tapi pasti. Di usia 213 tahun, […]

  • 5 Tips Jitu Aman dari Pungli di Pantai Garut

    5 Tips Jitu Aman dari Pungli di Pantai Garut

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Libur ke pantai selatan Garut seperti Santolo, Sayang Heulang, dan Rancabuaya memang selalu menggoda. Namun di tengah ramainya wisatawan saat Lebaran, isu pungutan liar (pungli) kembali jadi sorotan, terutama setelah viral dugaan tarif tak jelas di Pantai Sayang Heulang. Pemkab Garut bahkan sedang menyiapkan e-ticketing untuk meminimalkan praktik tersebut.   5 tips jitu agar […]

  • Musrenbang Talegong: Fokus Pembangunan di Bidang Kesehatan, Pendidikan, dan Infrastruktur

    Musrenbang Talegong: Fokus Pembangunan di Bidang Kesehatan, Pendidikan, dan Infrastruktur

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM, Talegong – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, melakukan monitoring pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan dalam rangka Penyusunan RKPD Kabupaten Garut Tahun 2027, yang berlangsung di Aula Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut, Kamis (5/2/2026). Bupati Abdusy Syakur Amin menegaskan bahwa esensi pembangunan adalah meningkatkan kualitas hidup masyarakat agar lebih sehat, panjang umur, dan produktif. […]

  • Waspada Pungli di Pantai Garut Saat Libur Lebaran

    Waspada Pungli di Pantai Garut Saat Libur Lebaran

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Libur Lebaran selalu membawa berkah bagi sektor wisata Garut, terutama kawasan pantai selatan seperti Sayang Heulang, Santolo, dan Rancabuaya. Namun di balik ramainya wisatawan, muncul persoalan klasik yang kembali viral: dugaan pungutan liar (pungli). Dalam beberapa hari terakhir, keluhan wisatawan tentang tarif masuk yang tidak jelas kembali ramai di media sosial, bahkan menjadi perhatian […]

  • Pangauban Garut Sabet Juara I Desa Terbaik pada Anugerah Gapura Sri Baduga 2025

    Pangauban Garut Sabet Juara I Desa Terbaik pada Anugerah Gapura Sri Baduga 2025

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Web
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Desa Pangauban yang terletak di Kecamatan Cisurupan, Garut, dinobatkan sebagai desa terbaik di Jawa Barat. Desa Pangauban berhasil menyabet gelar Pinunjul Kahiji (Juara 1) kategori Desa Berkinerja Terbaik pada ajang malam Anugerah Gapura Sri Baduga (AGSB) Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2025. Prosesi penganugerahan bagi para “pinunjul” ini dilakukan dalam rangkaian Drama Musikal […]

expand_less