Breaking News
dark_mode

Bersama Komunitas Ngejah, Saatnya Bangun Literasi dari Kampung Sendiri

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Semangat

Opik tak hanya telah menumbuhkan minat baca pada masyarakat desa. Sikapnya juga telah mengobarkan semangat para sukarelawan untuk membangun intelektual masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing.

Hamdan Taufik Fikri kini mulai merintis perpustakaan pertanian di tempat tinggalnya, Desa Puspahiyang, Kecamatan Puspahiyang, Kabupaten Tasikmalaya. Pembangunan perpustakaan itu dilakukan bekerja sama dengan aparat desa.

Sebanyak 123 buku bisa dimanfaatkan oleh para petani dan siswa SMK Pertanian yang ada di Desa Puspahiyang, daerah pemilik potensi manggis yang baik dan telah diekspor. Keberadaan buku-buku diharapkan melengkapi pengetahuan para petani tentang cara mengelola tanaman manggis.

”Buku-buku pertanian masih kurang. Para petani otodidak, langsung praktik. Kalau langsung praktik tanpa ilmu, risiko terlalu besar,” kata Hamdan.

Selain membangun perpustakaan pertanian, bersama aparat desa, Hamdan pun membuka lahan garapan seluas 1 hektare. Lahan tersebut dikelolanya bersama para petani. Mereka menanam manggis dan sayuran.

Semangat untuk membangun intelektual masyarakat juga menular kepada pada sukarelawan dari Bandung dan Jakarta. Selepas menjadi sukarelawan di Komunitas Ngéjah, mereka kini membangun tempat membaca masyarakat di tempat tinggal masing-masing.

Kini, Opik sedang berpikir untuk mempertahankan nyawa komunitas dan kegiatan yang telah dibentuknya. Hal itu terutama terkait dengan finansial untuk membiayai operasional komunitas. Selama ini, biaya operasional komunitas keluar dari kantong pribadi. Setelah menikah, gajinya sebagai guru SD 2 Cikuya, Kabupaten Tasikmalaya, harus dibagi untuk membiayai keluarga.

”Ingin buka bisnis kreatif untuk menghidupi Komunitas Ngéjah, tapi formulanya belum dapat,” ucap Opik.

Saat ini, pria peraih Anugerah Pelopor Pemberdayaan Masyarakat 2015 tingkat Jawa Barat itu sedang mencoba berbisnis baju bertuliskan ”Komunitas Ngéjah”. Bisnis baju tersebut diharapkan bisa menyambung nafas Komunitas Ngéjah selama mungkin.***

Komentar

Rekomendasi

  • 5 Tokoh Asal Garut yang Menginspirasi, dari Pendopo hingga Panggung Nasional

    5 Tokoh Asal Garut yang Menginspirasi, dari Pendopo hingga Panggung Nasional

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Garut selalu punya cara untuk membuat orang rindu. Bukan hanya karena dodol, gunung, dan hamparan kebun tehnya, tetapi juga karena tanah ini melahirkan banyak sosok besar yang jejaknya melampaui batas kota. Dari kaki Gunung Cikuray hingga hiruk-pikuk Alun-alun Garut, lahir nama-nama yang memberi warna bagi pendidikan, budaya, musik, hingga pemerintahan nasional. Di setiap sudut […]

  • Misi Rahasia Gen Z di Muka Bumi, Tetap Survive Pokoknya mah!

    Misi Rahasia Gen Z di Muka Bumi, Tetap Survive Pokoknya mah!

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle Sukron Abdilah
    • 0Komentar

    Humor Sebagai Survival Kit Mungkin inilah alasan mengapa Gen Z begitu lihai membuat meme. Humor adalah bentuk ketahanan mental. Di tengah ketidakpastian ekonomi, algoritma yang berubah tiap minggu, dan ekspektasi sosial yang menyesakkan, kita memilih tertawa. Tidak selalu karena lucu, tapi karena itu cara paling manusiawi untuk tetap waras. Ketika dunia terasa seperti tab Excel […]

  • Shalatlah Allah yang Menjamin Rizki

    Shalatlah Allah yang Menjamin Rizki

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Suatu hari, seorang suami pulang ke rumah dan menemui istrinya setelah shalat isya. Ia menemukan anak-anaknya sudah pada tidur.   Dia bertanya kepada istrinya, “Apakah anak-anak sudah shalat?”   Istrinya berkata, “Di rumah tidak ada makanan dan aku mengasuh dan menyibukkan mereka sampai pada tertidur dan mereka belum shalat.”   “Bangunkanlah mereka…!” Kata suaminya […]

  • Pak Presiden yang Terhormat,

    Pak Presiden yang Terhormat,

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Jarang saya mendengar reaksi positif pada program MBG. Yang saya dengar dan baca, selalu negatif. Niatnya bagus, tapi caranya ganjil. Ada negara besar di zaman modern “memberi makan langsung rakyatnya.” Memberikan makan langsung adalah kewajiban orang tua di keluarga pada anak-anaknya.   Yang merasakan positif, bukan rakyat yang diberi makan, karena banyak masalah, tapi […]

  • Turunnya Kelas Menengah dan Ancaman Krisis

    Turunnya Kelas Menengah dan Ancaman Krisis

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Web
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Sebelum pandemi Covid-19, kelas menengah Indonesia adalah mesin konsumsi dan penopang stabilitas ekonomi. Pada 2019, jumlahnya sekitar 57 juta orang. Namun krisis pandemi menghantam keras. Pada 2024 jumlah itu menyusut menjadi 47 juta, dan pada 2026 turun lagi menjadi sekitar 46 juta. Artinya, dalam beberapa tahun saja, sekitar 11 juta orang terlempar dari […]

  • Makin Marak Demo Tandingan, Apakah Posisi Prabowo Aman?

    Makin Marak Demo Tandingan, Apakah Posisi Prabowo Aman?

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Lupakan sekejab kisah Roy Suryo dan dr Tifa. Kita kembali fokus pada demo. Mulai marak aksi demo tandingan. Muncul pertanyaan, apakah fenomena ini mengindikasi posisi Prabowo tidak aman? Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!   Munculnya BEM Bersatu beberapa waktu lalu sudah membuat banyak orang mengernyitkan dahi sampai hampir menyentuh ubun-ubun. Belum habis publik […]

expand_less