Breaking News

Bersama Komunitas Ngejah, Saatnya Bangun Literasi dari Kampung Sendiri

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
  • visibility 683
  • print Cetak

Semangat

Opik tak hanya telah menumbuhkan minat baca pada masyarakat desa. Sikapnya juga telah mengobarkan semangat para sukarelawan untuk membangun intelektual masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing.

Hamdan Taufik Fikri kini mulai merintis perpustakaan pertanian di tempat tinggalnya, Desa Puspahiyang, Kecamatan Puspahiyang, Kabupaten Tasikmalaya. Pembangunan perpustakaan itu dilakukan bekerja sama dengan aparat desa.

Sebanyak 123 buku bisa dimanfaatkan oleh para petani dan siswa SMK Pertanian yang ada di Desa Puspahiyang, daerah pemilik potensi manggis yang baik dan telah diekspor. Keberadaan buku-buku diharapkan melengkapi pengetahuan para petani tentang cara mengelola tanaman manggis.

”Buku-buku pertanian masih kurang. Para petani otodidak, langsung praktik. Kalau langsung praktik tanpa ilmu, risiko terlalu besar,” kata Hamdan.

Selain membangun perpustakaan pertanian, bersama aparat desa, Hamdan pun membuka lahan garapan seluas 1 hektare. Lahan tersebut dikelolanya bersama para petani. Mereka menanam manggis dan sayuran.

Semangat untuk membangun intelektual masyarakat juga menular kepada pada sukarelawan dari Bandung dan Jakarta. Selepas menjadi sukarelawan di Komunitas Ngéjah, mereka kini membangun tempat membaca masyarakat di tempat tinggal masing-masing.

Kini, Opik sedang berpikir untuk mempertahankan nyawa komunitas dan kegiatan yang telah dibentuknya. Hal itu terutama terkait dengan finansial untuk membiayai operasional komunitas. Selama ini, biaya operasional komunitas keluar dari kantong pribadi. Setelah menikah, gajinya sebagai guru SD 2 Cikuya, Kabupaten Tasikmalaya, harus dibagi untuk membiayai keluarga.

”Ingin buka bisnis kreatif untuk menghidupi Komunitas Ngéjah, tapi formulanya belum dapat,” ucap Opik.

Saat ini, pria peraih Anugerah Pelopor Pemberdayaan Masyarakat 2015 tingkat Jawa Barat itu sedang mencoba berbisnis baju bertuliskan ”Komunitas Ngéjah”. Bisnis baju tersebut diharapkan bisa menyambung nafas Komunitas Ngéjah selama mungkin.***

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • 5 Tradisi Muludan di Garut, Warisan Islam dan Kearifan Lokal

    5 Tradisi Muludan di Garut, Warisan Islam dan Kearifan Lokal

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 47
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Bulan Rabiul Awal atau yang akrab disebut bulan Mulud menjadi salah satu momentum penting bagi masyarakat Muslim di Garut. Peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW tidak hanya diwujudkan melalui pengajian dan pembacaan selawat, tetapi juga hadir dalam beragam tradisi lokal yang diwariskan lintas generasi. Berikut 5 tradisi Muludan di Garut yang menarik untuk diketahui: 1. […]

  • Ngangon, Kurikulum Langit dari Universitas Padang Rumput

    Ngangon, Kurikulum Langit dari Universitas Padang Rumput

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Dadan Rusmana, Wakil Rektor I UIN Bandung
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Pada halaqah kali ini, sepenggal kilas balik mengingatkan pada tradisi “ngangon” (menggembala) yang biasa dijalankan anak-anak pedesaan mala lalu. Mungkin kebiasaan ini masih dijalankan oleh anak-anak masa kini. Kebiasaan ini yang nampak “rendahan” dan “sederhana”, namun makna di baliknya memiliki enigma berharga yang kokoh dan solid. Kadang kita lupa, “ngangon” itu merupakan kurikulum pendidikan paling […]

  • Yuk Kenali Tokoh Intelektual Urang Garut, Yus Rusyana

    Yuk Kenali Tokoh Intelektual Urang Garut, Yus Rusyana

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 356
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Prof. Dr. Yus Rusyana dilahirkan di Pameungpeuk, Garut Selatan, pada tanggal 24 Maret 1938. Jenjang pendidikan dasar ia lalui di Sekolah Rakyat Negeri Pameugpeuk (1946-1952).  Kekaguman terhadap sosok guru yang mengajarnya di sekolah menumbuhkan minatnya untuk berkiprah di bidang pengajaran. Ia melanjutkan pendidikan menengah di Sekolah Guru B Negeri 1 Garut (SGBN 1 Garut) […]

  • Yuk Ngarawat Ci Garut

    Yuk Ngarawat Ci Garut

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 312
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut menggelar Rapat Persiapan Hari Jadi ke-213 Kabupaten Garut (HJG) yang dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor Wakil Bupati Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis (29/1/2026). Rapat ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana.   Sekda Kabupaten Garut, Nurdin Yana, menyampaikan, jika ada yang […]

  • Pemkab Garut Raih Opini “Kualitas Tinggi Tanpa Maladministrasi” dari Ombudsman RI

    Pemkab Garut Raih Opini “Kualitas Tinggi Tanpa Maladministrasi” dari Ombudsman RI

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 193
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut berhasil meraih predikat opini “Kualitas Tinggi Tanpa Maladministrasi” dalam Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Ombudsman Republik Indonesia. Hal tersebut tercantum dalam dokumen Ringkasan Eksekutif Opini Ombudsman RI : Penilaian Madministrasi Pelayanan Publik Tahun 2025, yang diterbitkan di Jakarta, Kamis (29/1/2026). Penilaian tersebut memiliki maksud yakni […]

  • Takzim pada Kyai

    Takzim pada Kyai

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • visibility 140
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Saya takzim pada Pak Kyai ini. Self-awareness, tahu diri, meneduhkan dan memanusiawikan diri. Fokusnya ke diri. Begitu pun semestinya dengan semua ormas Islam. Banyak dari kita suka sok-sok an, ingin memperbaiki ini itu, padahal mungkin kebanyakan kita hanya menitipkan diri untuk hidup didalamnya dan justru kitalah yang diuntungkan oleh organisasi itu. Kalau semua […]

expand_less