Shalatlah Allah yang Menjamin Rizki
- account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
- calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TIGARUT.COM — Suatu hari, seorang suami pulang ke rumah dan menemui istrinya setelah shalat isya. Ia menemukan anak-anaknya sudah pada tidur.
Dia bertanya kepada istrinya, “Apakah anak-anak sudah shalat?”
Istrinya berkata, “Di rumah tidak ada makanan dan aku mengasuh dan menyibukkan mereka sampai pada tertidur dan mereka belum shalat.”
“Bangunkanlah mereka…!” Kata suaminya
Istrinya berkata, “Wahai suamiku, jika engkau membangunkan mereka, mereka akan menangis karena kelaparan dan kita tidak ada makanan sedikitpun.”
“Dengarkan,” kata suaminya, “Aku harus memerintahkan mereka mengerjakan shalat dan rezeki mereka tidak ada padaku. Bangunkan mereka, karena rezeki mereka ada pada Allah SWT.”
Allah SWT berfirman:
وَأۡمُرۡ أَهۡلَكَ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱصۡطَبِرۡ عَلَيۡهَاۖ لَا نَسۡـَٔلُكَ رِزۡقٗاۖ نَّحۡنُ نَرۡزُقُكَۗ وَٱلۡعَٰقِبَةُ لِلتَّقۡوَىٰ
“Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan shalat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa.”
(QS. Thaha: 132)
Istrinya akhirnya membangunkan mereka. Ketika mereka selesai melaksanakan shalat, tiba-tiba pintu rumahnya ada yang mengetuk dan ternyata ada orang kaya membawa hidangan makanan yang sangat lezat.
Orang kaya itu berkata, “Silahkan, hidangan ini untuk keluargamu!”
Suami berkata, “Bagaimana bisa? Dari mana ini?”
“Ambillah. Seorang bangsawan datang kepadaku dan aku menjamunya dengan makanan ini. Sebelum dia makan, terjadi pertengkaran diantara kami. Karena marah, dia bersumpah tidak akan makan apapun yang aku sediakan dan mereka pun pergi.”
“Aku pun tak jadi menghidangkan makanan ini dan aku berkata dalam hati: Aku akan memberikannya kepada orang yang kakiku berhenti berdiri. Demi Allah, aku hanya berdiri di depan pintumu. Demi Allah, aku tidak tahu apa yang membawaku kepadamu,” ujar orang kaya itu.
رَبِّ ٱجۡعَلۡنِي مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِيۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلۡ دُعَآءِ
“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.”
(QS. Ibrahim: 40)
- Penulis: Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
