Bersama Komunitas Ngejah, Saatnya Bangun Literasi dari Kampung Sendiri
- account_circle Redaksi Tigarut
- calendar_month Minggu, 28 Des 2025
- print Cetak

Komunitas Ngejah di Garut.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Menebar minat baca
Kepedulian Opik tak sebatas untuk warga desanya. Ia ingin minat baca yang telah terbangun di desanya menular ke desa lain, bahkan kecamatan lain di Kabupaten Garut. Oleh karena itu, ia—bersama anggota Komunitas Ngéjah yang dibentuknya—menyusuri desa-desa di Kabupaten Garut, bahkan Kabupaten Tasikmalaya, untuk mengajak anak-anak membaca. Kegiatan tersebut disebut Opik sebagai ”Gerakan Kampung Membaca”.
Sore hari, setelah berbincang di rumahnya, Opik mengajak kami ke Desa Mekartani, masih di Kecamatan Singajaya. Di desa itu, Opik bersama para sukarelawan Komunitas Ngéjah bakal membaca bersama anak-anak desa. Sebanyak 150 buku dibawa Opik di tas ransel besarnya sebagai bekal kegiatan membaca.
Medan jalan menuju Desa Mekartani cukup menantang karena kondisi jalan berbatu alias tidak beraspal. Kontur jalan pun naik turun sehingga menambah perjuangan kami menuju Desa Mekartani.
”Jalan ini belum seberapa. Kami pernah menempuh jalan yang rusak total sehingga motor harus didorong. Lokasi desanya juga jauh sekali,” ucap Hamdan Taufik Fikri, sukarelawan Komunitas Ngéjah tentang pengalamannya mengikuti kegiatan ”Gerakan Kampung Membaca”.
Tiba di Desa Mekartani, sekitar 50 anak sudah menunggu di sebuah sekolah agama. Kegiatan dimulai oleh Opik dengan mendongeng tentang Situ Bagendit. Arkian, para sukarelawan mengadakan berbagai permainan bersama anak-anak. ”Kegiatan membaca harus menyenangkan, makanya dimulai dengan dongeng dan permainan. Kalau terlalu kaku, anak-anak enggak mau baca,” ujar Opik.
- Penulis: Redaksi Tigarut
- Editor: Tim Redaksi tigarut
- Sumber: HU Pikiran Rakyat, 24 Maret 2017
