Bersama Komunitas Ngejah, Saatnya Bangun Literasi dari Kampung Sendiri
- account_circle Redaksi Tigarut
- calendar_month Minggu, 28 Des 2025
- print Cetak

Komunitas Ngejah di Garut.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kegiatan membaca baru dilakukan pada sesi terakhir. Anak-anak dengan bukunya masing-masing membaca dengan suara keras. Di sekolah agama itu, Opik menunjukkan sebuah rak yang dipenuhi oleh buku anak-anak.
Pria peraih Anugrah Peduli Pendidikan 2015 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu sengaja menaruh buku beserta rak di lokasi yang pernah ia sambangi. Tujuannya, agar kebiasaan membaca anak-anak di desa tetap terjaga setelah kegiatan membaca bersama usai. Setakat kini, sudah ada 26 pojok baca tersebar di sejumlah desa.
Sementara untuk kegiatan Gerakan Kampung Membaca sudah dilaksanakan sebanyak 64 kali. Opik beserta sukarelawan Komunitas Ngéjah telah menularkan minat membaca ke kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Garut, seperti Cibalong dan Cisompet, yang berdekatan dengan pantai selatan Kabupaten Garut. Di Kabupaten Tasikmalaya, Gerakan Kampung Membaca pernah dilaksanakan di Kecamatan Bojonggambir.
Upaya Opik menumbuhkan minat baca pada anak-anak mulai memperlihatkan hasil, paling tidak pada anak-anaknya di desanya. Salah satu anak Desa Sukawangi, Sifa Siti Rahmawati (12) berhasil menjadi juara III mendongeng tingkat nasional berkat kegemarannya membaca buku.
Sifa mengatakan, dalam semalam, ia biasa membaca 5-10 buku tipis. Sementara pada pagi hingga sore, ia membaca sepuluh buku setiap hari. Sejak ada taman bacaan di desanya, membaca menjadi hobi Sifa. ”Biar tahu, makanya baca buku. Sekarang, dari rumah juga dekat dengan tempat baca,” ucap Sifa tentang alasannya suka membaca buku.
- Penulis: Redaksi Tigarut
- Editor: Tim Redaksi tigarut
- Sumber: HU Pikiran Rakyat, 24 Maret 2017
