Breaking News

Nah Ini Dia! 5 Tatarucingan Sunda Lucu Biar Tongkronganmu Makin Akrab

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
  • visibility 396
  • print Cetak
TIGARUT.COM — Dalam budaya Sunda, berkumpul bersama teman atau keluarga rasanya kurang lengkap tanpa adanya tatarucingan (tebak-tebakan). Tradisi lisan ini bukan hanya sekadar hiburan, tapi juga cara ampuh untuk mencairkan suasana yang kaku atau mengisi waktu saat sedang ngaliwet dan ngopi santai. Jika Anda ingin menjadi “si paling lucu” di tongkrongan, berikut adalah 5 tatarucingan Sunda pilihan yang siap memancing tawa:

1. Perbedaan Kucing dan Kikir

  • Pertanyaan: Naon bédana ucing jeung kikir? (Apa bedanya kucing dan kikir?)
  • Jawaban: Lamun ucing mah “ngéong”, lamun kikir mah “ngéyong”.
  • Penjelasan: Ini adalah plesetan kata. Kucing bersuara “ngeong”, sedangkan “ngéyong” dalam bahasa Sunda adalah ekspresi saat badan terasa pegal sekali.

2. Gajah yang Sedang Beraksi

  • Pertanyaan: Gajah naon anu sukuna aya tilu? (Gajah apa yang kakinya ada tiga?)
  • Jawaban: Gajah anu keur éndé-éndéan.
  • Penjelasan: Éndé-éndéan adalah istilah untuk permainan keseimbangan atau berdiri dengan satu kaki. Jadi, jika kaki gajah ada empat dan satu diangkat, sisanya jadi tiga!

3. Jauh Tapi Dekat

  • Pertanyaan: Jauh di mata, deukeut di hareup, naon coba? (Jauh di mata, dekat di depan, apa coba?)
  • Jawaban: Tarang! (Jidat!)
  • Penjelasan: Jidat memang letaknya di wajah (depan), tapi kita tidak akan pernah bisa melihat jidat sendiri tanpa bantuan cermin.

4. Hewan yang Suka Fotokopi

  • Pertanyaan: Sato naon anu sok ngaréndéng jeung tukang fotokopi? (Hewan apa yang sering berdampingan dengan tukang fotokopi?)
  • Jawaban: Cicak. Sabab sorana “cekrék, cekrék, cekrék”.
  • Penjelasan: Suara cicak diplesetkan mirip dengan bunyi mesin fotokopi saat sedang bekerja memindai kertas.

5. Nasib Padi yang Dibuang

  • Pertanyaan: Ari paré dijemur mah garing, ari paré dipiceun mah jadi naon? (Kalau padi dijemur jadi kering, kalau padi dibuang jadi apa?)
  • Jawaban: Jadi “paré-but”.
  • Penjelasan: Ini adalah permainan kata dari “parebut” (berebutan). Dalam bahasa Sunda, bunyi “paré” (padi) dan awal kata “parebut” terdengar mirip.

Tips Tambahan:

Agar tatarucingan ini makin lucu, gunakan logat Sunda yang kental dan ekspresi wajah yang serius saat memberi pertanyaan. Untuk mencari inspirasi hiburan lainnya atau mencari tempat nongkrong asyik di Jawa Barat, Anda bisa memantau rekomendasi wisata di Situs Resmi Pariwisata Jawa Barat.
Selamat mencoba dan siap-siap jadi pusat perhatian di tongkrongan!
  • Penulis: Redaksi Tigarut
  • Editor: SAB

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Gen Z dan TikTok: Scroll Nggak Jelas Bikin Kelelahan Digital di Ranah Algoritmik

    Gen Z dan TikTok: Scroll Nggak Jelas Bikin Kelelahan Digital di Ranah Algoritmik

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle Sukron Abdilah
    • visibility 909
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Sebagai generasi milenial karena lahir tahun 82an, ada juga generasi yang katanya paling adaptif terhadap teknologi, tapi paling tidak adaptif terhadap ketenangan batin. Generasi yang tidak bisa hidup tanpa Wi-Fi, tapi juga tidak bisa hidup dengan terlalu banyak notifikasi. Mereka adalah generasi Z, yang popular dengan istilah “Gen Z”. Kalau kamu juga Gen […]

  • Akhirnya Kepala BGN Kena Batunya, Dicopot Prabowo

    Akhirnya Kepala BGN Kena Batunya, Dicopot Prabowo

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • visibility 112
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Indonesia sering juga dijuluki negeri MBG. Sebab, ada saja berita atau isu terkait makanan bergizi gratis yang muncul di media. Salah satu pemicunya, komentar Kepala BGN yang sering kontroversi. Mungkin sudah kena batunya, akhirnya CEO MBG atau Presiden kita, Prabowo mencopot dari jabatannya. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!   Dadan Hindayana, Kepala Badan […]

  • 5 Fakta Voice of Baceprot, Band Metal Perempuan asal Garut yang Mendunia

    5 Fakta Voice of Baceprot, Band Metal Perempuan asal Garut yang Mendunia

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 92
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM – Kabupaten Garut selama ini dikenal sebagai daerah yang kaya akan pesona alam, kuliner, dan budaya. Namun, di balik julukan tersebut, Garut juga melahirkan talenta musik yang mampu mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional. Salah satunya adalah Voice of Baceprot (VoB), band metal perempuan yang sukses membuktikan bahwa mimpi besar dapat diraih dari sebuah […]

  • Perkuat Ekosistem UMKM yang Tangguh dan Fleksibel ala Wirahebat Batch 4

    Perkuat Ekosistem UMKM yang Tangguh dan Fleksibel ala Wirahebat Batch 4

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 95
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri kegiatan Inaugurasi Program Wirahebat Batch 4 Tahun 2026 yang digelar di Amphitheater Ciplaz Garut, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Senin (22/6/2026). Program ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat pondasi ekonomi lokal melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dalam sambutannya, Bupati Garut menerangkan bahwa […]

  • Nah Ini Dia! 5 Keutamaan Kopi yang Tumbuh di Lereng Gunung Papandayan

    Nah Ini Dia! 5 Keutamaan Kopi yang Tumbuh di Lereng Gunung Papandayan

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 264
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Gunung Papandayan di Garut bukan hanya terkenal dengan panorama kawah dan padang edelweisnya, tetapi juga dengan kopi yang tumbuh di lereng-lerengnya. Kopi Papandayan memiliki karakter unik yang lahir dari perpaduan tanah vulkanik subur, udara sejuk pegunungan, dan tradisi petani lokal yang penuh dedikasi. Berikut adalah 5 keutamaan kopi dari Papandayan yang membuatnya layak […]

  • Mengapa USD Tembus Rp18.000 Padahal Fundamental Ekonomi Kuat 

    Mengapa USD Tembus Rp18.000 Padahal Fundamental Ekonomi Kuat 

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Denny JA
    • visibility 134
    • 0Komentar

    – Apa Bedanya dengan Krisis 1998? TIGARUT.COM — Seorang ibu di Pasar Senen memegang kalkulator kecil di tangannya. Pagi itu ia baru menerima pesan dari anaknya yang sedang kuliah di Australia. Tidak ada kabar buruk dari kampus. Tidak ada kenaikan uang kuliah. Tidak ada masalah akademik. Namun biaya semester berikutnya melonjak puluhan juta rupiah hanya dalam […]

expand_less