Nah Ini Dia! 5 Tatarucingan Sunda Lucu Biar Tongkronganmu Makin Akrab
- account_circle Redaksi Tigarut
- calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
1. Perbedaan Kucing dan Kikir
- Pertanyaan: Naon bédana ucing jeung kikir? (Apa bedanya kucing dan kikir?)
- Jawaban: Lamun ucing mah “ngéong”, lamun kikir mah “ngéyong”.
- Penjelasan: Ini adalah plesetan kata. Kucing bersuara “ngeong”, sedangkan “ngéyong” dalam bahasa Sunda adalah ekspresi saat badan terasa pegal sekali.
2. Gajah yang Sedang Beraksi
- Pertanyaan: Gajah naon anu sukuna aya tilu? (Gajah apa yang kakinya ada tiga?)
- Jawaban: Gajah anu keur éndé-éndéan.
- Penjelasan: Éndé-éndéan adalah istilah untuk permainan keseimbangan atau berdiri dengan satu kaki. Jadi, jika kaki gajah ada empat dan satu diangkat, sisanya jadi tiga!
3. Jauh Tapi Dekat
- Pertanyaan: Jauh di mata, deukeut di hareup, naon coba? (Jauh di mata, dekat di depan, apa coba?)
- Jawaban: Tarang! (Jidat!)
- Penjelasan: Jidat memang letaknya di wajah (depan), tapi kita tidak akan pernah bisa melihat jidat sendiri tanpa bantuan cermin.
4. Hewan yang Suka Fotokopi
- Pertanyaan: Sato naon anu sok ngaréndéng jeung tukang fotokopi? (Hewan apa yang sering berdampingan dengan tukang fotokopi?)
- Jawaban: Cicak. Sabab sorana “cekrék, cekrék, cekrék”.
- Penjelasan: Suara cicak diplesetkan mirip dengan bunyi mesin fotokopi saat sedang bekerja memindai kertas.
5. Nasib Padi yang Dibuang
- Pertanyaan: Ari paré dijemur mah garing, ari paré dipiceun mah jadi naon? (Kalau padi dijemur jadi kering, kalau padi dibuang jadi apa?)
- Jawaban: Jadi “paré-but”.
- Penjelasan: Ini adalah permainan kata dari “parebut” (berebutan). Dalam bahasa Sunda, bunyi “paré” (padi) dan awal kata “parebut” terdengar mirip.
Tips Tambahan:
- Penulis: Redaksi Tigarut
- Editor: SAB
