Breaking News
dark_mode

Misi Rahasia Gen Z di Muka Bumi, Tetap Survive Pokoknya mah!

  • account_circle Sukron Abdilah
  • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TIGARUT.COM — Bayangkan sebuah film superhero, tapi tanpa CGI, tanpa soundtrack Hans Zimmer, dan tanpa kostum keren. Superheronya? Ya, kita—para Gen Z. Senjata kita bukan kekuatan super, tapi koneksi Wi-Fi, resume di Canva, dan kemampuan multitasking antara kerja, kuliah, dan healing. Misi kita? Menyelamatkan Indonesia dari jebakan usia produktif—menjadi agen bonus demografi.

Gen Z lahir di antara tahun 1997 sampai 2012—generasi yang tumbuh bersamaan dengan Wi-Fi, media sosial, dan isu eksistensial. Kita adalah generasi pertama yang belajar mengetik sebelum menulis indah, mengenal “stalking” sebelum “silaturahmi”, dan merasa bersalah kalau tidur siang karena “belum produktif”.

Ketika generasi sebelumnya membangun infrastruktur, kita membangun “personal branding”. Saat mereka bercita-cita jadi PNS, kita bermimpi jadi “content creator yang punya dampak sosial tapi juga cuan.” Tapi di balik kejenakaan digital itu, ada tugas monumental yang menunggu: memanfaatkan bonus demografi.

Bonus Demografi, Tapi Rasa Tantangan

Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan bahwa pada periode 2030–2040, Indonesia akan memiliki sekitar 64 persen penduduk usia produktif (15–64 tahun) dari total populasi. Secara teori, ini adalah masa keemasan. Secara praktik? Ya… seperti dapat “cashback” tapi cuma bisa dipakai di toko yang tutup.

Bonus demografi ini ibarat “beli satu gratis satu” dari semesta: jumlah tenaga kerja produktif melimpah, tapi hanya bermanfaat kalau kualitasnya bagus. Artinya, pendidikan, skill, dan kesehatan mental jadi kunci. Sayangnya, banyak Gen Z masih terjebak dalam paradoks “kerja keras tapi tetap miskin” dan “banyak peluang tapi bingung harus mulai dari mana”.

Menurut survei LinkedIn 2024, 72 persen Gen Z Indonesia merasa overqualified tapi underpaid. Di sisi lain, hampir 60 persen perusahaan mengeluh soal skill gap—alias gap antara kemampuan pekerja dan kebutuhan industri. Jadi siapa yang salah? Jawabannya kompleks: sistem pendidikan, disrupsi teknologi, dan mungkin juga kita yang terlalu sering scroll TikTok “5 cara cepat kaya tanpa modal.”

Komentar

Rekomendasi

  • 5 Rekomendasi Pantai di Garut Asyik Liburan Idul Fitri

    5 Rekomendasi Pantai di Garut Asyik Liburan Idul Fitri

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Libur Idul Fitri selalu membawa kita pada satu kata yang sederhana namun dalam: pulang. Bukan sekadar kembali ke kampung halaman, tetapi kembali pada ketenangan yang sering hilang di tengah rutinitas. Di Garut, pulang bisa berarti menyusuri jalan menuju pantai selatan—tempat di mana debur ombak seolah menghapus penat, dan angin laut membawa rasa syukur […]

  • Bukan Siswa yang Keras… tapi Belum Tahu Cara Menenangkan Diri

    Bukan Siswa yang Keras… tapi Belum Tahu Cara Menenangkan Diri

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Yayu Resti Purwitasari, Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Garut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Saya pernah mendampingi seorang siswa laki-laki.   Kalau dilihat sekilas, orang akan cepat memberi label: “emosian”, “pembangkang”, bahkan “bermasalah”.   Dia mudah sekali meledak. Hal kecil bisa jadi besar.   Pernah suatu kali, hanya karena temannya ingkar janji, dia langsung marah besar… bahkan sampai mengancam lewat pesan.   Di waktu lain, dia terlibat perkelahian— […]

  • Dodol Garut Aja Picnic, Yuk Liburan Ke Sini

    Dodol Garut Aja Picnic, Yuk Liburan Ke Sini

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Siapa pun yang pernah lahir, tumbuh, atau sekadar ngan saukur ngopi bari ngaku-ngaku jadi urang Garut, pasti punya hubungan emosional dengan Dodol Garut. Hubungan yang aneh tapi sah. Lengket, manis, kadang bikin capek ngunyah, tapi selalu dicari. Dodol bukan cuma makanan; ia adalah arsip ingatan kolektif. Ia menyimpan bau dapur kampung, suara kayu […]

  • Yuk Tingkatkan Disiplin dan Etos Kerja di Bulan Ramadan

    Yuk Tingkatkan Disiplin dan Etos Kerja di Bulan Ramadan

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, melaksanakan salat tarawih pertama bulan Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Agung Garut, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, pada Rabu malam (18/02/2026). Salat tarawih pertama di Masjid Agung Garut sendiri dipimpin oleh imam yaitu Ketua DKM Masjid Agung Garut, K.H Muhammad Sufina. Momen ini dimanfaatkan Bupati Garut untuk menyampaikan pesan […]

  • Garut Ungguli Wisata Domestik Versi Agoda

    Garut Ungguli Wisata Domestik Versi Agoda

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Web
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM – Bandar Lampung tercatat sebagai destinasi dengan pertumbuhan tercepat untuk menarik wisatawan mancanegara menurut Agoda. Sementara itu, Garut muncul di posisi teratas sebagai destinasi domestik yang paling diminati. Gede Gunawan, Senior Country Director of Agoda for Indonesia, melihat adanya pergeseran dalam cara wisatawan memilih destinasi liburan. Kini, semakin banyak orang yang mencari tempat dengan […]

  • Membedah Arti Sebuah Nama

    Membedah Arti Sebuah Nama

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Lagi heboh Al Ghazali, anaknya Ahmad Dhani ngasih nama Soleil Zephora Ghazali. Nama itu sangat asing di telinga orang kita. Ini yang mau saya bedah, arti sebuah pemberian nama. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!   Di tengah ribut soal ‘Pesta Babi”, tiba-tiba lahirlah seorang bayi dengan nama Soleil Zephora Ghazali. Seketika rakyat Indonesia […]

expand_less