Breaking News
dark_mode

Nah Ini Dia! 13 Fakta Menarik tentang Achdiat K. Mihardja

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

10. Menulis Atheis

Selama masa Revolusi Kemerdekaan, Jakarta dikuasi oleh Belanda. Sebagai kaum Republik, Achdiat enggan bekerja lagi untuk Belanda. Selama itu, ia memenuhi kebutuhan hidupnya dengan menjual barang-barang miliknya. Kalau keuangan mereka menipis, kadang-kadang Jassin membantu.

Dalam suasana begitu, Achdiat menulis novel Atheis. Ia menulis di halaman belakang rumah Jassin, di bawah pohon jambu yang rindang. Novel itulah yang kemudian membuat namanya menjadi sangat terkenal sampai ke mancanegara.

11. Kembali ke Balai Pustaka

Saat tengah menulis novel Atheis, salah seorang penulis yang pernah menduduki jabatan penting di Balai Pustaka menemuinya. Nama pengarang itu, K. St. Pamuntjak. Ia juga seorang Republikan. Pada masa itu, para intelektual Indonesia terpacah dalam dua kutub yang berbeda, yakni kaum Republik dan kaum Federal.

Pamuntjak mengajak Achdiat menduduki jabatan-jabatan penting di Balai Pustaka agar posisi itu tidak diisi oleh kaum Federal. Akhirnya, ia penuhi permintaan itu dan kembali ke Balai Pustaka.

12. Honor Atheis untuk bangun rumah

Atheis, novel pertamanya yang ditulis di halaman belakang rumah Jassin diterbitkan Balai Pustaka. Novel itu mendapat sambutan yang luar biasa. Dari novel itu, ia mendapat honor yang sangat besar. Honor itu cukup untuk membangun sebuah rumah di jalan Tembaga, Galur, Jakarta Pusat.

13. Menarik Atheis dari Balai Pustaka

Setelah mengajar di Australia, ada orang yang ingin membeli Atheis cetakan terbaru. Namun sayangnya, buku itu sudah lama tidak dicetak lagi oleh Balai Pustaka meski stoknya sudah habis. Penerbit Dian Rakyat milik Sutan Takdir Alisjahbana berminat sekali menerbitkan ulang buku itu.

Akhirnya, Achdiat menulis surat ke Balai Pustaka. Taslim Ali, penyair mistikus, yang bekerja di Balai Pustaka membalas suratnya. Buku itu merupakan buku prestos bagi Balai Pustaka dan akan segera dicetak ulang. Demikianlah, hingga kini, buku tersebut masih dicetak ulang oleh Balai Pustaka. [dezhavoe/Spoila]

Komentar
  • Penulis: Tim Redaksi

Rekomendasi

  • Asyiknya Ngabuburit di Cimanuk Garut

    Asyiknya Ngabuburit di Cimanuk Garut

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Menjelang waktu berbuka puasa, kawasan Cimanuk selalu dipadati warga yang ingin menikmati suasana sore Ramadan. Sungai yang membelah kota ini menjadi salah satu titik favorit untuk ngabuburit bersama keluarga, sahabat, maupun komunitas. Hamparan tepian sungai yang kini lebih tertata membuat masyarakat nyaman duduk santai sambil menikmati semilir angin sore. Anak-anak tampak bermain, remaja berburu […]

  • 5 Rekomendasi Pantai di Garut Asyik Liburan Idul Fitri

    5 Rekomendasi Pantai di Garut Asyik Liburan Idul Fitri

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Libur Idul Fitri selalu membawa kita pada satu kata yang sederhana namun dalam: pulang. Bukan sekadar kembali ke kampung halaman, tetapi kembali pada ketenangan yang sering hilang di tengah rutinitas. Di Garut, pulang bisa berarti menyusuri jalan menuju pantai selatan—tempat di mana debur ombak seolah menghapus penat, dan angin laut membawa rasa syukur […]

  • 5 SDIT Terbaik di Garut

    5 SDIT Terbaik di Garut

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    Referensi Orang Tua dalam Memilih Sekolah Dasar Islami   TIGARUT.COM – Minat masyarakat Kabupaten Garut terhadap pendidikan berbasis Islam Terpadu (IT) terus meningkat. Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) dinilai mampu mengintegrasikan pendidikan akademik dengan pembinaan karakter dan nilai-nilai keislaman sejak dini.   Berikut ini adalah 5 SDIT terbaik di Garut yang banyak menjadi rujukan orang […]

  • Jejak Kereta Api Cibatu Garut

    Jejak Kereta Api Cibatu Garut

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Hevi Abu Fauzan, pecinta kereta api,
    • 0Komentar

    “Saya ingin mengembalikan budaya naik kereta. Saya ingin Jawa Barat seperti Eropa, masyarakat ke mana-mana bisa naik kereta karena nyaman dan terintegrasi,” – Ridwan Kamil, Gubernur Provinsi Jawa Barat[1]. TIGARUT.COM — Jalur kereta api antara Cibatu dan Garut merupakan salah satu jalur yang diaktifkan kembali oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan PT Kereta Api Indonesia (PT […]

  • Indahnya Puncak Guha, Tempat Camping Tepi Laut

    Indahnya Puncak Guha, Tempat Camping Tepi Laut

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Garut adalah daerah yang masuk ke dalam administrasi Provinsi Jawa Barat. Ada banyak destinasi wisata yang bisa dikunjungi ketika berada di Garut. Salah satu yang cukup terkenal di kalangan masyarakat adalah Puncak Guha Garut. Tempat wisata ini menyuguhkan pemandangan yang indah dan memanjakan mata. Tidak hanya itu, pengunjung juga bisa melakukan berbagai kegiatan […]

  • Yuk Kenali Tokoh Intelektual, Raden Ayu Lasminingrat

    Yuk Kenali Tokoh Intelektual, Raden Ayu Lasminingrat

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Raden Dewi Sartika dikenal sebagai Pahlawan Nasional Wanita Indonesia dari Jawa Barat. Beliau dengan segenap hatinya memperjuangkan dunia pendidikan bagi kaum wanita untuk dapat menikmati rasanya bersekolah seperti kaum laki-laki. Namun, bukan hanya Raden Dewi Sartika yang telah berjasa memperjuangkan hak pendidikan bagi kaum wanita di Jawa Barat. Deri Eka Firman (Duta Bahasa […]

expand_less