5 Fakta Asal Usul Panggilan Aceng di Garut, Bukan Sekadar Nama, tetapi Gelar Kehormatan
- account_circle Redaksi Tigarut
- calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
- visibility 108
- print Cetak

TIGARUT.COM — Bagi masyarakat Garut, nama Aceng terdengar begitu akrab. Di berbagai kampung, pasar, hingga pesantren, panggilan ini mudah dijumpai. Bahkan, banyak orang dari luar daerah menganggap Aceng hanyalah nama khas laki-laki Sunda.
Padahal, di balik panggilan tersebut tersimpan sejarah panjang yang berkaitan dengan tradisi pesantren dan budaya masyarakat Garut. Dalam perkembangannya, Aceng bukan hanya menjadi nama panggilan, tetapi juga identitas budaya yang diwariskan turun-temurun.
Berikut lima fakta menarik tentang asal usul panggilan Aceng di Garut.
1. Berawal sebagai gelar bagi putra ajengan
Sejarah mencatat bahwa sebutan Aceng awalnya merupakan gelar bagi anak laki-laki seorang ajengan atau kiai di wilayah Garut. Sementara anak perempuan dari keluarga tersebut dikenal dengan panggilan Nyimas. Tradisi ini telah berkembang sejak sekitar abad ke-18 dan menjadi bagian dari budaya pesantren di Garut.
2. Berarti “ajengan cilik”
Dalam tradisi Sunda Priangan Timur, Aceng dimaknai sebagai “ajengan cilik”, yaitu anak laki-laki dari seorang ulama atau ajengan. Sebutan ini merupakan bentuk penghormatan masyarakat kepada keluarga ulama sehingga memiliki nilai sosial dan religius, bukan sekadar nama panggilan.
3. Populer berkat para ulama Garut
Seiring berkembangnya pesantren di Garut, banyak ulama yang lebih dikenal dengan nama Aceng dibandingkan nama lahirnya. Salah satu contohnya adalah KH Aceng Zakaria dari Wanaraja yang dikenal luas di kalangan masyarakat dan dunia pendidikan Islam. Popularitas tokoh-tokoh tersebut membuat panggilan Aceng semakin melekat dalam budaya Garut.
4. Kini menjadi nama khas masyarakat Sunda
Seiring waktu, penggunaan nama Aceng tidak lagi terbatas pada keluarga ajengan. Banyak keluarga Sunda memberi nama atau panggilan Aceng kepada anak laki-lakinya. Bersama nama seperti Asep, Ujang, Encep, dan Agus, Aceng menjadi salah satu identitas khas masyarakat Sunda, terutama di Garut dan Priangan.
5. Menjadi bagian dari identitas budaya Garut
Hingga sekarang, nama Aceng masih sering dijumpai di Garut. Keberadaannya bukan hanya mencerminkan tradisi penamaan, tetapi juga menjadi pengingat akan kuatnya pengaruh pesantren, penghormatan kepada ulama, dan warisan budaya lokal yang masih hidup di tengah masyarakat.
Di balik kesederhanaannya, panggilan Aceng menyimpan sejarah yang kaya. Dari sebuah gelar kehormatan bagi putra ajengan, nama ini kemudian berkembang menjadi identitas budaya masyarakat Garut yang dikenal luas hingga sekarang. Memahami asal usulnya membuat kita semakin mengenal kekayaan tradisi Sunda yang sarat nilai penghormatan, kekeluargaan, dan keagamaan.
- Penulis: Redaksi Tigarut
- Sumber: AI

Saat ini belum ada komentar