Breaking News
dark_mode

Yuk Kenali Tokoh Intelektual, Achdiat K. Mihardja

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TIGARUT.COM — Achdiat Karta Miharja lahir di Cibatu, Garut, Jawa Barat, tanggal 6 Maret 1911. Ia dibesarkan dalam lingkungan keluarga menak yang feodal. Ayahnya bernama Kosasih Kartamiharja, seorang pejabat pangreh praja di Jawa Barat. Achdiat menikah dengan Suprapti pada bulan Juli 1938. Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai lima orang anak.

Ia memulai sekolah dasarnya di HIS (sekolah Belanda) Bandung dan tamat tahun 1925. Ia masuk ke AMS (sekolah Belanda setara SMA), Bagian Sastra dan Kebudayaan Timur, di Solo tahun 1932. Lalu, ia melanjutkan kuliah di Universitas Indonesia, Jakarta.

Ketika kuliah, ia pernah diajar oleh Prof. Beerling dan Pastur Dr. Jacobs S.J., dosen filsafat, tahun 1956 dalam rangka Colombo Plan. Achdiat mendapat kesempatan belajar bahasa dan sastra Inggris serta karang-mengarang di Australia.

Setelah tamat dari AMS, Achdiat sempat mengajar di Perguruan Nasional, Taman Siswa, tetapi tidak lama. Tahun 1934 Ia bekerja menjadi anggota redaksi Bintang Timur dan redaktur mingguan Paninjauan. Tahun 1941 Ia menjadi redaktur Balai Pustaka.

Pada zaman pendudukan Jepang, Achdiat menjadi penerjemah di bagian siaran, radio Jakarta. Tahun 1946 ia memimpin mingguan Gelombang Zaman dan Kemajuan Rakyat yang terbit di Garut sekaligus menjadi anggota bagian penerangan penyelidik Divisi Siliwangi. Tahun 1948 Ia kembali bekerja sebagai redaktur Balai Pustaka.

Tahun 1949 Ia menjadi redaktur kebudayaan di berbagai majalah, seperti Spektra dan Pujangga Baru di samping sebagai pembantu kebudayaan harian Indonesia Raya dan Konfrontasi. Pada tahun 1951–1961, Ia dipercayai memegang jabatan Kepala Bagian Naskah dan majalah Jawatan Pendidikan Masyarakat Kementerian PPK.

Pada tahun 1951 Achdiat juga menjadi Wakil Ketua Organisasi Pengarang Indonesia (OPI) dan anggota pengurus Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional (BMKN). Pada tahun itu juga, ia bertugas menjadi Ketua Seksi Kesusastraan Badan Penasihat Siaran Radio Republik Indonesia (BPSR) dan menjadi Ketua Pen-Club Internasional Sentrum Indonesia.

Tahun 1954 Achdiat menjabat ketua bagian naskah/majalah baru. Tahun 1959 ia menjadi anggota juri Hadiah Berkala BMKN untuk kesusastraan. Tahun 1959–1961 Achdiat menjadi dosen Sastra Indonesia Modern di Fakultas Sastra, Universitas Indonesia, Jakarta.

Pada tahun 1961—1969 ia mendapat kesempatan untuk menjadi Lektor Kepala (senior lecturer) di Australian National University (ANU), Canberra.

Achdiat tertarik pada sastra berawal dari rumahnya sendiri ketika ia masih kecil, masih di SD. Ayahnya adalah seorang penggemar sastra, terutama sastra dunia. Ayahnya sering menceritakan kembali karya yang telah dibacanya kepada Achdiat.

Lama-kelamaan, Achdiat kecil pun menjadi gemar juga membaca buku koleksi ayahnya itu. Ia pun ikut membaca semua buku sastra milik ayahnya.  Dari koleksi ayahnya, ia telah membaca, antara lain, buku karangan Dostojweski, Dumas, dan Multatuli. Buku Quo Vadis karya H. Sinckiwicq, Alleen op de Wereld karya Hector Malot dan Genoveva karya C. von Schimdt, bahkan telah dibacanya ketika ia kelas VI SD.

Hasilnya adalah tulisan Achdiat, baik  yang berupa karya sastra maupun esai tentang sastra atau kebudayaan. Novelnya yang berjudul Atheis adalah novel yang membawa namanya di deretan pengarang novel terkemuka di Indonesia. Banyak pakar sastra yang membicarakan novelnya itu, antara lain, Ajip Rosidi, Boen S. Oemarjati, A. Teeuw, dan Jakob Sumardjo.***

Komentar

Rekomendasi

  • Saatnya Bangun Generasi Muda Berprestasi dan Berjiwa Nasionalis

    Saatnya Bangun Generasi Muda Berprestasi dan Berjiwa Nasionalis

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Direktur Bina Ideologi, Karakter, dan Wawasan Kebangsaan, Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Ditjen Polpum) Kementerian Dalam Negeri RI, Sri Handoko Taruna, membuka secara resmi kegiatan Seminar Nasionalisme Goes to School Tahun 2026, yang bertempat di Gedung Pendopo Garut, Kecamatan Garut Kota, Rabu (28/1/2026). Kegiatan strategis ini merupakan hasil kolaborasi antara Ditjen Polpum […]

  • Indahnya Leuwi Jurig, Pemandian Alami nan Misterius di Bungbulang Play Button

    Indahnya Leuwi Jurig, Pemandian Alami nan Misterius di Bungbulang

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Bagi Anda yang suka menantang adrenalin dan belum mengetahui akan liburan kemana akhir tahun ini, bisa mengunjungi Leuwi Jurig. Leuwi Jurig berada di Kampung Rupit, Desa Bojong, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Bagi Anda yang berasal dari Jakarta, Anda bisa menuju Bandung via tol Cileunyi, kemudian ke Kota Garut. Dari sana, dibutuhkan 2-3 […]

  • Inilah 5 Alasan yang Bikin Toko Buku Sepi Pembeli

    Inilah 5 Alasan yang Bikin Toko Buku Sepi Pembeli

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Fenomena ini memang kontradiktif namun nyata. Meski data menunjukkan minat baca atau konsumsi literasi meningkat, toko buku fisik (konvensional) menghadapi tantangan besar karena perubahan perilaku konsumen di era digital. Berikut adalah 5 alasan mengapa minat baca naik tetapi toko buku tetap sepi: Migrasi ke E-commerce dan Marketplace Banyak pembaca beralih membeli buku secara […]

  • 5 Gunung Terkenal di Garut, Daya Tarik Wisata Alam dan Pendakian

    5 Gunung Terkenal di Garut, Daya Tarik Wisata Alam dan Pendakian

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Kabupaten Garut dikenal sebagai salah satu daerah di Jawa Barat yang kaya akan pesona alam pegunungan. Deretan gunung yang mengelilingi wilayah ini tidak hanya menawarkan panorama indah, tetapi juga menjadi tujuan favorit para pendaki dan wisatawan. Berikut lima gunung terkenal di Garut yang memiliki daya tarik tersendiri. 1. Gunung Cikuray Gunung Cikuray merupakan […]

  • Atheis ala Achdiat K. Mihardja

    Atheis ala Achdiat K. Mihardja

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Atheis merupakan novel karya Achdiat Karta Mihardja yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1949 oleh Balai Pustaka. Cetakan ke-2 novel ini diterbitkan pada tahun 1957, cetakan ke-3 pada tahun 1960, cetakan ke-4 pada tahun 1960, cetakan ke-5 pada tahun 1969, cetakan ke-6 pada tahun 1976, cetakan ke-10 tahun 1989, cetakan ke-18 pada tahun […]

  • 5 Tips Aman Melintasi Wilayah Rawan Longsor di Garut Selatan

    5 Tips Aman Melintasi Wilayah Rawan Longsor di Garut Selatan

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Melintasi kawasan Garut Selatan bukan sekadar perjalanan biasa. Di balik keindahan alamnya, tersimpan potensi bencana yang perlu diwaspadai, terutama longsor saat musim hujan tiba. Bagi warga maupun pelancong, memahami langkah-langkah aman menjadi bekal penting agar perjalanan tetap nyaman dan selamat.   Dengan persiapan yang matang dan kewaspadaan tinggi, risiko bisa diminimalkan. Berikut lima tips […]

expand_less