Breaking News
dark_mode

Si Kabayan, Tokoh Fiksi Sunda dengan Berjuta Cerita Lucu

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TIGARUT.COM – Wargi Garut pasti familiar dengan tokoh fiksi Sunda yang satu ini, Si Kabayan. Tentunya kamu juga mengetahui jika ada banyak cerita dan film yang mengangkat cerita tokoh Si Kabayan. Kali ini Redaksi Tigarut akan mengajak para wargi sadayana mengetahui lebih dalam mengenai sosok kabayan ini.

Si Kabayan merupakan tokoh fiktif Sunda yang telah ada dan diciptakan secara lisan yang dituturkan secara turun-temurun sejak awal abad ke 19 dan terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman.

Ia sering digambarkan pemalas tapi kreatif, kisah Si Kabayan bersama istrinya, Nyi Iteung, serta mertuanya, Abah, menjadi kritik sosial yang dibalut humor. Ceritanya diwariskan turun-temurun sejak abad ke-19 dan sering disandingkan dengan Abu Nawas. 

Belum tau pasti siapa pengarang dari tokoh Si Kabayan ini, namun seorang nyonya Belanda bernama Dr. Coster Wijsman pernah menjadikan kumpulan cerita lisan Si Kabayan sebagai bahan untuk disertasinya yang berjudul Tijl Uilenspiegel verhalen in Indonesie in het biezonder in de Soendalanden (1929) yang kemudian di edit dan diterbitkan oleh Balai Pustaka pada tahun 1932 dengan judul “Si Kabayan”.

Sederet penulis kenamaan asal Sunda dan Nusantara pun turut membuat cerita Si Kabayan, diantaranya yaitu Min Resmana yang menulis serangkaian cerita Si Kabayan dalam majalah Langensari pada tahun 1960-an. Adapun cerita Si Kabayan versi Ajip Rosidi dalam buku Jalan Ke Surga pada tahun 1964.

Walaupun banyak versi cerita atau dongeng Si Kabayan, namun esensi maupun unsur inti dari tokoh ini tidak banyak berubah. Tokoh Kabayan dibuat dalam upaya mengarifi kehidupan, di mana pada dasarnya manusia itu memiliki kekurangan/keterbatasan.

Utuy T. Sontani turut menjabarkan bahwa dongeng Si Kabayan merupakan manifestasi jiwa orang Sunda yang “Cageur jeung bageur” yang berarti sehat lahir batin dan berbudi baik.

Demikian dengan watak Si Kabayan yang digambarkan dalam beberapa dongeng sebagai sosok yang pemalas namun banyak akal, polos namun usil, ada juga yang menggambarkan Si Kabayan sebagai sosok yang memiliki tabiat buruk seperti mencuri namun ia pandai bersilat lidah.

Beraneka watak Si Kabayan ini dibuat bukan tanpa tujuan dari si pengarangnya. Ada yang dimaksudkan untuk mendidik, sebuah kritik terhadap keadaan atau situasi tertentu dan yang paling umum sebagai hiburan.

Bambang Q. Anees pun pernah menuturkan bahwa sosok Kabayan ini memainkan dirinya sebagai pemancing ketawa demi pencerahan tertentu.

Beberapa cerita populer Si Kabayan diantaranya Si Kabayan Ngala Nangka, Si Kabayan Ngala Tutut, Si Kabayan Metik Kacang, Si Kabayan, Utuy Tatang Sontani (1959), Si Kabayan Manusia Lucu, Achdiat Karta Mihardja (1997), Si Kabayan Nongol di Zaman Jepang, Achdiat Karta Mihardja, Si Kabayan dan beberapa dongeng Sunda lainnya, Ayip Rosidi (1985), Tales of Si Kabayan karya Murtagh Murphy, oleh penerbit Oxford University, (1975).

Kemudian di tahun 2000an terbit buku Si Kabayan jadi Wartawan karya Muhtar Ibnu Thalab (2005), Si Kabayan jadi Dukun karya Moh. Ambri, Kabayan Bikin Ulah (2002, komik kompilasi), Paradoks cerita-cerita si Kabayan oleh Yakob Sumarjo (2008) dan masih banyak karya cetak/tulis lainnya.

Adapun Film cerita adaptasi yang berjudul Si Kabayan (1975), Si Kabayan Saba Kota (1989), Si Kabayan dan Gadis Kota (1989), Si Kabayan dan Anak Jin (1991), Si Kabayan Saba Metropolitan (1992), Si Kabayan Cari Jodoh (1994), Si Kabayan: Bukan Impian (2000) dan Kabayan Jadi Milyuner (2010).

Nah, demikian penjelasan singkat mengenai sosok Si Kabayan yang dapat ditulis oleh Redaksi Tigarut di kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat!

Komentar
  • Penulis: Redaksi Tigarut
  • Editor: SAB

Rekomendasi

  • Inilah Pasar Ceplak, Pusatnya Jajanan dan Kuliner Urang Garut

    Inilah Pasar Ceplak, Pusatnya Jajanan dan Kuliner Urang Garut

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Saat berkunjung ke Garut Jawa Barat, tak lengkap jika belum datang ke pusatnya kuliner dan jajanan masyarakat setempat. Terletak di tengah kota, tepatnya di Jalan Siliwangi, Pasar Ceplak menjadi tujuan utama bagi Anda yang menyukai wisata kuliner. Mulai beroperasi mulai dari pukul 16.00-22.00 WIB, Pasar Ceplak merupakan pasar malam yang selalu ramai tiap […]

  • Wakil Bupati Garut Putri Karlina Targetkan PKL Naik Kelas

    Wakil Bupati Garut Putri Karlina Targetkan PKL Naik Kelas

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    Wakil Bupati Garut Putri Karlina meninjau Garut Plaza di Jalan Guntur, Kecamatan Garut Kota (27/2/2026) untuk memastikan kesiapan Bazar Ramadan sekaligus merelokasi pedagang kaki lima dari Jalan Ahmad Yani ke dalam gedung guna menata kota dan menggerakkan ekonomi warga. Putri Karlina menemukan lantai dua pusat perbelanjaan tersebut masih didominasi ruang kosong yang belum dimanfaatkan secara […]

  • Komitmen Garut Ciptakan SDM Unggul

    Komitmen Garut Ciptakan SDM Unggul

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, secara resmi menutup Pelatihan bagi Para Pencari Kerja Tahun 2026 sekaligus meninjau Gelar Karya Vokasi di Area UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Garut, Jalan Raya Samarang, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Kamis (16/4/2026). Program ini merupakan kolaborasi strategis antara Pemerintah Kabupaten Garut dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI yang dirancang untuk […]

  • Maksud Pidato Bung Karno, Kita “Bukan Bangsa Tempe”! 07.09 Play Button

    Maksud Pidato Bung Karno, Kita “Bukan Bangsa Tempe”!

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Sukron Abdilah
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Ada satu pidato Bung Karno yang sampai kini masih bikin saya senyum kecut tiap kali lihat tahu goreng di warkop kampus. Tahun 1963, di depan para buruh tani dan rakyat kecil, Soekarno dengan lantang berkata: “Bangsa Indonesia bukan bangsa tempe!” Kalimat itu meledak seperti petir di siang bolong. Tapi lucunya, kalau diucapkan di […]

  • Mendidik dengan Kelembutan

    Mendidik dengan Kelembutan

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Yayat Rohayati, M.Pd
    • 0Komentar

    Mendidik dengan kelembutan merupakan pendekatan yang menekankan kasih sayang, kesabaran, dan empati dalam proses pendidikan. Teori humanistic learning dari Carl Rogers menekankan bahwa setiap anak memiliki potensi berkembang bila ia merasa diterima, dihargai, dan dipahami. Dalam konteks anak usia Madrasah Tsanawiyah (MTs), fase remaja awal yang sedang mencari jati diri, kelembutan guru dan orang tua […]

  • Inilah Keindahan Curug Sanghyang Taraje di Balik Hutan Garut

    Inilah Keindahan Curug Sanghyang Taraje di Balik Hutan Garut

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Web
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Kabupaten Garut memang selalu menunjukkan pesona alamnya. Bentang alamnya unik, di utara terdiri dari pegunungan sedangkan selatan berhadapan dengan lautan. Gunung Papandayan dan berbagai pantainya yang menawan. Kota Dodol ini juga punya berbagai macam curug, salah satunya Curug Sanghyang Taraje. Curug yang berada di Kampung Kombongan, Desa Pakenjeng, Kecamatan Pamulihan, Garut, Jawa Barat […]

expand_less