Breaking News

Waspada Pungli di Pantai Garut Saat Libur Lebaran

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
  • visibility 160
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Libur Lebaran selalu membawa berkah bagi sektor wisata Garut, terutama kawasan pantai selatan seperti Sayang Heulang, Santolo, dan Rancabuaya. Namun di balik ramainya wisatawan, muncul persoalan klasik yang kembali viral: dugaan pungutan liar (pungli).

Dalam beberapa hari terakhir, keluhan wisatawan tentang tarif masuk yang tidak jelas kembali ramai di media sosial, bahkan menjadi perhatian aparat kepolisian dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

 

Kasus yang paling banyak disorot terjadi di Pantai Sayang Heulang. Wisatawan mengaku membayar hingga Rp45 ribu, sementara karcis yang diterima hanya menunjukkan nominal lebih kecil.

Polemik ini memantik keresahan publik karena momen liburan yang seharusnya menyenangkan justru berubah menjadi pengalaman yang mengganggu rasa nyaman.

Meski belakangan Disparbud Jawa Barat menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan akumulasi tiket dua orang dan parkir resmi, persoalan lemahnya komunikasi tarif tetap membuka ruang kesalahpahaman yang terasa seperti pungli.

 

Karena itu, wisatawan perlu lebih waspada. Bayarlah hanya di gerbang resmi, pastikan ada papan tarif, dan selalu minta karcis sebagai bukti pembayaran.

Hindari memberikan uang kepada oknum di jalur alternatif, area parkir liar, atau pihak yang tidak mengenakan identitas resmi. Jika menemukan pungutan mencurigakan, rekam atau foto seperlunya sebagai bukti, karena aparat dan pemerintah daerah justru meminta partisipasi publik untuk membantu penindakan.

 

Kabar baiknya, pengamanan di pantai selatan Garut saat Lebaran tahun ini juga diperketat. Brimob dan Satpolairud telah diterjunkan untuk menjaga keamanan wisatawan sekaligus mencegah premanisme dan pungli di kawasan wisata.

Langkah ini menjadi sinyal bahwa Garut serius menjaga citra destinasi unggulannya agar tetap aman, nyaman, dan ramah keluarga.

 

Pada akhirnya, liburan yang tenang lahir dari dua hal: kesadaran wisatawan untuk kritis dan ketegasan aparat memberantas pungli.

Jangan biarkan keindahan ombak selatan Garut ternoda oleh pungutan tak resmi. Waspada, simpan bukti tiket, dan nikmati libur Lebaran dengan rasa aman.

  • Penulis: Redaksi Tigarut
  • Sumber: AI

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Bersama Komunitas Ngejah, Saatnya Bangun Literasi dari Kampung Sendiri

    Bersama Komunitas Ngejah, Saatnya Bangun Literasi dari Kampung Sendiri

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 674
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — PENDIRI Komunitas Ngejah Nero Taopik Abdillah mengajar anak-anak di desa Mekartani, Singajaya, Garut, Jumat 3 Februari 2017 lalu. Opik bersama sukarelawan lainnya membangun kampung literasi dengan membuat perpustakaan keliling.* Kali ini kami sampaikan cerita tentang Opik, pendiri Komunitas Ngejah di Garut. “Tahun 2010, Garut menjadi satu dari dua daerah tertinggal di Jawa Barat. […]

  • Bekas Jembatan KA Citameng, Saksi Bisu Jalur Kereta Garut

    Bekas Jembatan KA Citameng, Saksi Bisu Jalur Kereta Garut

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 23
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Di tengah rimbunnya pepohonan dan perkampungan, sebuah jembatan rangka baja berwarna merah kecokelatan masih berdiri melintasi aliran Kali Citameng. Inilah bekas Jembatan Kereta Api Citameng, salah satu peninggalan jalur kereta api Cibatu–Garut.   Foto dokumentasi yang diambil pada 2016 ini memperlihatkan kondisi jembatan sebelum jalur tersebut kembali direaktivasi. Pada masa itu, sebagian besar jalur […]

  • Lima Sila sebagai Lima Luka

    Lima Sila sebagai Lima Luka

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
    • visibility 177
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Saudaraku, Pancasila tidak terancam oleh mereka yang membencinya. Ia lebih terluka oleh mereka yang mengaku paling mencintainya.   Setiap 1 Juni, kita mengenang kelahirannya. Namun jarang memeriksa nasibnya.   Pancasila terpajang di dinding; korupsi berakar dalam sistem. Pancasila dibacakan dalam upacara; keadilan mengantre di pintu kuasa. Pancasila menjadi slogan pidato; rakyat kerap hanya […]

  • Turunnya Kelas Menengah dan Ancaman Krisis

    Turunnya Kelas Menengah dan Ancaman Krisis

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Web
    • visibility 210
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Sebelum pandemi Covid-19, kelas menengah Indonesia adalah mesin konsumsi dan penopang stabilitas ekonomi. Pada 2019, jumlahnya sekitar 57 juta orang. Namun krisis pandemi menghantam keras. Pada 2024 jumlah itu menyusut menjadi 47 juta, dan pada 2026 turun lagi menjadi sekitar 46 juta. Artinya, dalam beberapa tahun saja, sekitar 11 juta orang terlempar dari […]

  • Jalur Perkotaan Disekat Saat Malam Tahun Baru di Garut

    Jalur Perkotaan Disekat Saat Malam Tahun Baru di Garut

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 226
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Kepolisian Resor Garut menerapkan sistem penyekatan jalur perkotaan Kabupaten Garut, Jawa Barat untuk keamanan, ketertiban, dan kelancaran arus lalu lintas kendaraan yang diprediksi akan terjadi peningkatan saat malam tahun baru. “Untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran arus lalu lintas saat perayaan malam Tahun Baru 2026 maka diberlakukan sistem pengamanan kota dengan melakukan penyekatan […]

  • Inilah Makna Julukan Kota Pangirutan untuk Garut

    Inilah Makna Julukan Kota Pangirutan untuk Garut

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 309
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Garut Pangirutan merupakan salah satu julukan historis yang melekat pada Kabupaten Garut sejak masa lalu. Julukan ini tidak sekadar sebutan daerah, tetapi merekam perjalanan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Garut yang dikenal ulet, pekerja keras, dan menggantungkan hidup pada sektor pertanian serta sumber daya alam. Istilah Pangirutan berasal dari bahasa Sunda, dari kata […]

expand_less