Breaking News
dark_mode

Menghidupkan Kartini

  • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
  • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TIGARUT.COM — Saudaraku, menghidupkan Kartini bukan sekadar mengenang nama, melainkan menyalakan lentera jiwa. Ia hidup dalam hasrat belajar tanpa henti—dari buku, dari kehidupan, dari luka bangsanya, dari cahaya dunia. Pengetahuan menyulutnya keberanian menjawab tantangan zaman.

 

Ia hadir dalam daya juang yang tenang namun teguh—menembus derita, melampaui batas, merajut relasi, menempa diri. Dari sana tumbuh emansipasi bermartabat: kecakapan yang bertanggung jawab, kehormatan yang menggerakkan peradaban, cinta yang mengangkat sesama dan meluaskan kemanusiaan.

 

Kartini adalah suara nurani yang gelisah. Menatap bahtera oleng, ia menulis: “Andaikata aku anak laki-laki, aku tak akan berpikir dua kali untuk menjadi pelaut… Kami tak ingin berlayar di kapal yang tenggelam; keberanian tangan memegang kemudi dan memompa kebocoran akan menyelamatkan kita.” Keselamatan baginya bukan penantian, melainkan buah tindakan.

 

Ia pun menyelami kasih yang lebih dalam. Dengan lirih ia bertanya: “Agama dimaksudkan sebagai karunia bagi manusia… Kita semua adalah saudara… tetapi sepanjang abad-abad yang telah lewat menjadi biang-keladi peperangan dan perpecahan.” Kegelisahan itu tak meruntuhkan iman, justru meluaskan persaudaraan melampaui sekat.

 

Seruannya tetap bergema: bangkitlah—dari lumpuhnya jiwa dan kebiasaan menunggu. Sebab negeri ini tampak tumbuh, namun rapuh di dalam; arah kabur, nilai goyah, langkah berjalan tanpa haluan.

 

Di tengah gelombang, banyak yang menyelamatkan diri, sementara yang lain terabaikan. Bahaya terbesar bukan badai, melainkan sikap menyerah—mentalitas menunggu penyelamat. Tanpa keberanian, retakan kecil menjurus kehancuran.

 

Menghidupkan Kartini berarti menolak jadi penonton. Ia memanggil kita menyalakan etos kepahlawanan: hadir utuh, melawan ketidakadilan, merawat harapan dengan kerja nyata—bukan keluhan.

 

Di tengah ombak ganas, kita tak dipanggil untuk lari, melainkan mencinta, memperbaiki, menjadi terang. Kita pun tak lupa berdoa: “Ya Tuhan, lautan ini luas dan bergelora, bahtera kami terombang-ambing; jangan biarkan kami hanya memohon selamat, ajari kami berani memegang kemudi agar arah diluruskan dan harapan menemukan pelabuhan.”

 

Komentar
  • Penulis: Yudi Latif, Direktur Reform Institute

Rekomendasi

  • Menghormati Hak Alam

    Menghormati Hak Alam

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Saudaraku, bumi terlalu lama hadir di ruang sidang manusia hanya sebagai benda mati—tanah yang dibagi, sungai yang dibendung, hutan yang ditebang, laut yang diukur dengan angka keuntungan. Ia diperlakukan seperti properti tanpa suara, padahal manusialah yang hidup dari napasnya.   Dalam A Barrister for the Earth (2025), Monica Feria-Tinta menghadirkan gagasan yang mengguncang fondasi […]

  • Nah Ini Dia! 5 Keutamaan Kopi yang Tumbuh di Lereng Gunung Papandayan

    Nah Ini Dia! 5 Keutamaan Kopi yang Tumbuh di Lereng Gunung Papandayan

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Gunung Papandayan di Garut bukan hanya terkenal dengan panorama kawah dan padang edelweisnya, tetapi juga dengan kopi yang tumbuh di lereng-lerengnya. Kopi Papandayan memiliki karakter unik yang lahir dari perpaduan tanah vulkanik subur, udara sejuk pegunungan, dan tradisi petani lokal yang penuh dedikasi. Berikut adalah 5 keutamaan kopi dari Papandayan yang membuatnya layak […]

  • 5 Tips Aman dan Nyaman saat Arus Balik ke Garut di Tengah Cuaca Hujan

    5 Tips Aman dan Nyaman saat Arus Balik ke Garut di Tengah Cuaca Hujan

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Musim arus balik sering kali beriringan dengan cuaca yang tak menentu. Hujan deras, jalan licin, hingga potensi longsor menjadi tantangan tersendiri bagi para pemudik yang kembali beraktivitas. Perjalanan menuju Garut pun membutuhkan kesiapan ekstra, bukan hanya dari sisi kendaraan, tetapi juga kondisi fisik dan kewaspadaan pengendara. Dengan persiapan yang tepat, perjalanan tetap bisa […]

  • Gali Potensi, PASI Garut Gelar Invitasi Kejuaraan Atletik se-Jabar

    Gali Potensi, PASI Garut Gelar Invitasi Kejuaraan Atletik se-Jabar

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri kegiatan Pembukaan Invitasi Kejuaraan Atletik se-Jawa barat, yang dilaksanakan di Stadion Dalem Bintang SOR RAA Adiwijaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Sabtu (23/5/2026). Bupati Garut menekankan pentingnya penyelenggaraan kompetisi secara rutin sebagai langkah strategis dalam menjaring bibit-bibit unggulan. Ajang yang menjadi wadah bagi para atlet muda ini […]

  • Olahraga dan Agama

    Olahraga dan Agama

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Tim Maroko sujud syukur setelah mengalahkan Belanda dalam Piala Dunia 2026. PERSIB begini gak ketika juara memperoleh hattrick? Saya pernah menulis olahraga sepakbola sebagai fenomena “secular religion,” dengan contoh Persib.   Tanpa sadar, Maroko, sedang mengubah wajah sepakbola dari fenomena agama sekuler menjadi agama religius. Bila tim sekuler merayakan kemenangan dengan euforia yang tak […]

  • Mangkuk Hangat yang Menyatukan, 5 Keseruan di Festival Baso Aci Garut

    Mangkuk Hangat yang Menyatukan, 5 Keseruan di Festival Baso Aci Garut

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Ada aroma yang sulit ditolak ketika semangkuk baso aci baru saja diangkat dari panci. Uapnya mengepul, kuahnya menggoda, sementara aroma bawang goreng, daun bawang, dan jeruk limau seolah memanggil siapa saja untuk segera menyendoknya. Di Garut, aroma itu tidak hanya berasal dari satu warung, melainkan berkumpul dalam satu perayaan besar: Festival Baso Aci Garut. […]

expand_less