Breaking News

Menyoal Tradisi Samen, Pantai dan Jalan Kaki

  • account_circle Ibn Ghifarie, Penulis dan Peneliti Agama dan Media
  • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
  • visibility 1.200
  • print Cetak

Hikayat Samen

Dalam liputan Pikiran Rakyat bertajuk “Samen, Tak Lekang Dimakan Zaman” dijelaskan salah satu tradisi masyarakat Sunda untuk merayakan kelulusan, pembagian rapor siswa sekolah adalah samen. Tradisi itu hingga kini masih bertahan.

Keceriaan menghinggapi para siswa Sekolah Dasar Negeri 1 Cijawa, Kampung Cijawa, Desa Sukahaji Kecamatan Cipendeuy Kabupaten Bandung Barat, Selasa (25/6/2024).

Hari itu sekolah tengah menggelar samen, perayaan tamatnya pendidikan siswa kelas VI dan kenaikan kelas bagi murid-murid di bawahnya.

Panggung pun didirikan untuk perayaan tersebut.  Berbagai atraksi kesenian yang ditampilkan para siswa, sejumlah murid yang berprestasi naik ke atas panggung. Mereka menerima sertifikat penghargaan dari sekolah.

Murid-murid yang lulus kelas VI tampak berdandan rapi. Siswa laki-laki terlihat necis dengan memakai jas dan berdasi. Sementara siswa perempuan terlihat anggun dengan memakai kebaya. Rasa terima kasih para orangtua murid kepada guru pun diperlihatkan dengan pemberian bingkisan, kado kepada para pengajar. “Kami minta maaf jika anak-anak kami selama enam tahun berbuat salah,” kata seorang orangtua murid saat memberikan pesan kepada guru-guru yang mendidik anaknya.

Tradisi samen memang sudah berlangsung sejak lama. Darsih (70), pensiunan guru, mengaku mengenal samen sejak pertama kali mengajar di wilayah kecamatan Cipeundeuy pada tahun 1977.

Menurutnya tradisi itu justru tak dikenal, akrab dilakukan di wilayah asalnya, Yogyakarta. Dalam samen, berbagai pertunjukan kesenian dari para siswa memang digelar oleh para murid. “Deklamasi kesenian daerah,” tuturnya sambil menjelaskan jenis-jenis kesenian yang ditampilkan.

Setelah pertunjukan kesenian, siswa-siswi masuk kelas untuk bagi rapor. Walaupun perpisahan siswa kelas VI sebetulnya tidak selalu menjadi bagian dari samen. Terkadang, acara perpisahan bisa dibuat tersendiri di luar samen.                                                                 

Dalam dokumen, catatan lawas. Istilah samen bisa ditemukan dalam buku Gandasari: Boekoe Batjaan pikeun Kelas III di Sakola Soenda Dijilid III pada tahun 1933 yang ditulis R. Rg. Sastraatmadja, M. Soemawidjaja, Soeria Di Radja. Dalam buku itu, terdapat salah satu cerita bertajuk “Samen baheula”

“Ama-ama, dinten Saptoe pajoen samen teh, saoer Djoeragan Goeroe” tjeuk Eman.

Demikian penggalan cerita dalam bahasa Sunda itu tentang pemberitahuan Eman kepada orangtuanya bahwa samen berlangsung Sabtu depan berdasarkan keterangan guru.

Sosok Eman dalam cerita itu juga menyebutkan kegembiraannya tamat sekola. Dus, samen dalam buku yang terbit sebelum negeri ini merdeka juga bermakna “kelulusan sekolah”.

Istilah samen muncul pula dalam buku kumpulan cerita pendek berbahasa Sunda berjudul Awewe Dulang Tinande yang ditulis Tjaraka. Buku yang menggambarkan tiga zaman kehidupan orang sunda, yakni zaman Hindia Belanda, Jepang dan setelah Indonesia merdeka. Dalam salah satu cerita di buku itu, Tjaraka menulis kisah Jang Ojod yang memiliki diploma setelah bersekolah di Gubernemen Kelas II.

“Tapi sanggeusna ka luar diploma ti Sakola Gubernemen Kelas II, teu kungsi lila milu samen (ujian) guru desa serta hasil  (Setelah memiliki diploma dari Gubernemen Kelas II, Jang Ojod mengikuti samen guru desa dan berhasil lulus),” tulis Tjaraka.

Tak pelak, istilah samen bisa berarti “ujian, tes” dimasa itu. Sementara dalam bahasa Belanda, samen memiliki arti “bersama”. Baik istilah bersama, ujian, keduanya lekat pula dengan bentuk kegiatan samen saat ini, yakni perayaan kelulusan, kenaikan bersama dari para siswa yang telah mengikuti ujian. (Pikiran Rakyat edisi 26 Juni 2024).

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Bersama Komunitas Ngejah, Saatnya Bangun Literasi dari Kampung Sendiri

    Bersama Komunitas Ngejah, Saatnya Bangun Literasi dari Kampung Sendiri

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 683
    • 0Komentar

    Menebar minat baca Kepedulian Opik tak sebatas untuk warga desanya. Ia ingin minat baca yang telah terbangun di desanya menular ke desa lain, bahkan kecamatan lain di Kabupaten Garut. Oleh karena itu, ia—bersama anggota Komunitas Ngéjah yang dibentuknya—menyusuri desa-desa di Kabupaten Garut, bahkan Kabupaten Tasikmalaya, untuk mengajak anak-anak membaca. Kegiatan tersebut disebut Opik sebagai ”Gerakan […]

  • Ketua Komite MAN 2 Kota Bandung Terpilih sebagai Sekretaris Forum Komite Madrasah Provinsi Jawa Barat

    Ketua Komite MAN 2 Kota Bandung Terpilih sebagai Sekretaris Forum Komite Madrasah Provinsi Jawa Barat

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 233
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM – Prestasi membanggakan kembali diraih keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Bandung. Ketua Komite MAN 2 Kota Bandung, Dr. H. Mas’an Hardana, M.M.Pd, resmi terpilih sebagai Sekretaris Forum Komite Madrasah Provinsi Jawa Barat pada kegiatan pembentukan kepengurusan forum yang diselenggarakan di Sabda Alam Cipanas, Kabupaten Garut pada Jumat, 31 Juli 2026.   […]

  • Jihad

    Jihad

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Saya menemukan kutipan ini di sebuah postingan. Gak tahu, bener tidaknya itu ucapan Gus Baha. Saya ingin membahas kutipan itu.   Semua tahu dan sudah banyak dijelaskan, makna asli “jihad” adalah berjuang bersungguh-sungguh, mencurahkan segala potensi diri untuk mengatasi masalah dan kesulitan.   Kesulitan itu banyak bentuknya dari masalah diri sehari-hari hingga menaklukkan ketakutan memperjuangkan […]

  • Jalan Tangguh Iran

    Jalan Tangguh Iran

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
    • visibility 106
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Saudaraku, sejarah tidak pernah menghadiahi Iran jalan yang rata. Negeri itu terus berjalan di gugusan batu-batu rintangan yang dihadirkan zaman, meski masih beruntung mendapat tumpuan akar historis yang kuat: warisan agung peradaban Persia yang terus mengalir dalam urat nadinya.   Monarki runtuh, revolusi meledak, lalu lahirlah sebuah republik yang sejak awal dipaksa hidup dalam […]

  • 5 Kampus Terfavorit di Garut yang Wajib Diketahui

    5 Kampus Terfavorit di Garut yang Wajib Diketahui

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 47
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM – Garut bukan hanya memiliki destinasi wisata dan kuliner yang khas. Kota Intan juga terus berkembang sebagai salah satu kawasan pendidikan tinggi di Priangan Timur.   Sejumlah perguruan tinggi menawarkan pilihan program studi yang beragam, mulai dari pendidikan, teknologi, kesehatan, ekonomi, hukum hingga keislaman. Berdasarkan sejumlah rujukan perguruan tinggi di Garut pada 2026, berikut […]

  • 20 Juta Pelayat Bukti Pemimpin Dicintai dan Selalu Didoakan

    20 Juta Pelayat Bukti Pemimpin Dicintai dan Selalu Didoakan

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • visibility 146
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Ada satu kenyataan yang tak pernah bisa dikalahkan oleh kekuasaan. Jabatan memiliki masa jabatan. Istana memiliki pintu keluar. Kekayaan memiliki ahli waris. Tetapi nama baik… bisa hidup jauh melampaui usia pemiliknya. Itulah yang tampak dalam prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei. Kita lanjutkan prosesi pemakaman jenazah Ali Khamenei yang menggerakkan jutaan rakyat Iran. Simak narasinya […]

expand_less