Breaking News

Menyoal Tradisi Samen, Pantai dan Jalan Kaki

  • account_circle Ibn Ghifarie, Penulis dan Peneliti Agama dan Media
  • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
  • visibility 1.198
  • print Cetak

Ekspresi Kelulusan

Untuk di daerah Cibiru, terutama Kebon Terong, Babakan Dangdeur perayaan kelulusan, kenaikan bersama, perpisahan lebih dikenal dengan sebutan Wisuda.

Paling tidak kebagian itu terpancar saat anak pertama, Kaka Fia lulusan dari TK Al-Hidayah (2015-2016), anak kedua, Aa Akil tamat dari Paud Mekar Bhakti (2019-2020), anak tetangga yang selesai dari SD Cibiru (2023-2024).

Kala itu panggung dibuat tepat di garasi mobil milik Pa H Hanafi yang posisinya berada di belakang masjid Al-Hidayah.

Penampilan tarian anak-anak jadi pembuka prosesi wisuda. Setelah itu dilakukan pembacaan Al-Quran, dilanjut dengan sambutan-sambutan mulai dari Kepala Sekolah, DKM Masjid, RW, sampai perwakilan orangtua, pentas kreasi dan pemanggilan siswa untuk mendapatkan penghargaan, selempang dan ucapkan salam jadi agenda utama. Selamat ya!

Kaka Fia tampil dua kali di panggung dengan memakai kebaya, berkerudung merah. Dengan memegang mik sebagai tanda anak wanter, bagus dan lantang suaranya. Pertama ketika membaca surat-surat pendek bersama teman-temannya. Kedua waktu menyanyikan 10 malaikat lengkap dengan tugasnya.

Sore hari saat ibu-ibu ngobrol terdengar salah seorang tetangga berkata “Alhamdulillah anak saya sudah di wisuda tadi, tapi masih bingung mau melanjutkan sekolah kemana? Negeri atau swasta ya!”

Dalam benakku, terbesit “Bukankah anaknya masih kecil dan belum ada anaknya yang kuliah?”

Rupanya yang dimaksud dengan wisuda itu kenaikan kelas dari TK ke SD (SD ke SMP, SMP ke SMA), ada panggung, dilakukan bersama-sama, proses acaranya tidak berlangsung di sekolah, melainkan di rumah makan (restoran, hotel, gedung pertemuan) terkenal, dimeriahkan dengan pentas kreasi seni dan tukar-menukar hadiah baik dari siswa untuk siswa, siswa kepada guru maupun orangtua terhadap guru. Sebagai ucapan terima kasih atas segala jasa, ilmu yang sudah diberikan selama ini.

Memang ekspresi kelulusan setiap daerah berbeda-beda ada yang dinamakan samen, kenaikan bersama, wisuda, tapi intinya sama dalam rangka merayakan keceriaan, kebahagiaan, kemenangan. Dengan harapan dapat melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

Terkadang menyiksa luka yang begitu berat, dalam ketika ada seorang (beberapa) teman seangkatan yang tidak lulus, bahkan malah ditunda kelulusan akibat belum membayar SPP yang menunggak akibat tidak mampu melunasi administrasi sekolah.

Saat mencari dokumen samen, referensi pelengkap khazanah tradisi Sunda. Tiba-tiba Aa Akil datang, “Bah mana foto wisuda Aa kaya Kaka di koran, Ada kan?” Cag Ah!

IBN GHIFARIE, Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Merawat Harapan

    Merawat Harapan

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle Dewi Susilawati Sofyan, Guru di Garut
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Setiap hari yang berganti, selalu saja ada cerita. Kadang datang membawa kebahagiaan, kadang menghadirkan ujian. Ada masalah yang terasa ringan, ada pula yang begitu berat hingga membuat dada sesak. Namun, jangan biarkan hati kehilangan harapan. Tenanglah… karena setiap masalah yang Allah izinkan hadir, selalu Allah siapkan pula jalan keluarnya. Tidak ada satu pun ujian yang […]

  • Misi Rahasia Gen Z di Muka Bumi, Tetap Survive Pokoknya mah!

    Misi Rahasia Gen Z di Muka Bumi, Tetap Survive Pokoknya mah!

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle Sukron Abdilah
    • visibility 867
    • 0Komentar

    Humor Sebagai Survival Kit Mungkin inilah alasan mengapa Gen Z begitu lihai membuat meme. Humor adalah bentuk ketahanan mental. Di tengah ketidakpastian ekonomi, algoritma yang berubah tiap minggu, dan ekspektasi sosial yang menyesakkan, kita memilih tertawa. Tidak selalu karena lucu, tapi karena itu cara paling manusiawi untuk tetap waras. Ketika dunia terasa seperti tab Excel […]

  • Nah Ini Dia! 6 Tradisi Imlek yang Masih Dilestarikan Masyarakat

    Nah Ini Dia! 6 Tradisi Imlek yang Masih Dilestarikan Masyarakat

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 221
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Perayaan Tahun Baru Imlek kembali disambut meriah oleh masyarakat Tionghoa di berbagai daerah di Indonesia. Momentum pergantian tahun dalam kalender lunar ini bukan hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sarat makna budaya dan nilai kebersamaan. Berikut enam tradisi Imlek yang masih dilestarikan hingga kini. 1. Membersihkan dan Menghias Rumah Menjelang Imlek, masyarakat biasanya […]

  • Nah Ini Dia! 5 Tempat Nongkrong Kekinian dan Asyik di Garut

    Nah Ini Dia! 5 Tempat Nongkrong Kekinian dan Asyik di Garut

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 405
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Garut tidak hanya dikenal dengan keindahan alam dan kulinernya, tetapi juga memiliki banyak tempat nongkrong menarik dengan konsep yang beragam. Mulai dari kafe estetik, tempat kerja yang nyaman, hingga warkop santai untuk hiburan, semuanya bisa kamu temukan di kota ini. Berikut adalah 5 tempat nongkrong asyik di Garut yang menawarkan suasana nyaman dengan fasilitas […]

  • Nah Ini Dia! 5 Tradisi Membangun Sahur di Garut

    Nah Ini Dia! 5 Tradisi Membangun Sahur di Garut

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 250
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Selama bulan Ramadan, masyarakat di Garut memiliki berbagai cara unik untuk membangunkan warga agar sahur tepat waktu. Tradisi-tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai pengingat waktu sahur, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan budaya dan kebersamaan antarwarga. Berikut lima tradisi membangun sahur yang masih hidup di Garut: 1. Ngadulag (Mukul Bedug Keliling) Tradisi ini […]

  • Semua Akan Mati, Termasuk Kalian

    Semua Akan Mati, Termasuk Kalian

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • visibility 144
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Pagi tadi saya seperti manusia yang sedang ditarik dua dunia. Dunia orang hidup yang masih sibuk menghitung jam keberangkatan, dan dunia kematian yang tak pernah peduli jadwal manusia. Saya ingin pulang kampung pukul 07.00 WIB. Ingin cepat. Ingin sekali ikut memandikan abang kandung saya, Iskar Dinata. Ingin ikut menyolatkan. Ingin ikut menguburkan. Tapi manusia […]

expand_less