Breaking News
dark_mode

Saatnya Akademisi Jadi Katalisator Pembangunan Desa

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TIGARUT.COM — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri acara Penutupan Kegiatan Program Kuliah Kerja Nyata Gotong Royong Akademisi Bersinergi dan Berinovasi (KKN Gradasi) Tahun 2025, yang dilaksanakan di Halaman Gedung Pendopo Garut, Jalan Kabupaten, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Kamis (8/1/2026).

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin menekankan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat merupakan bagian penting dari visi membangun Kabupaten Garut yang maju, hebat, dan berkesinambungan. Ia menyoroti pentingnya akselerasi pembangunan mengingat Garut masih memiliki tantangan ketertinggalan yang cukup besar.

“Ya kita harus lebih daripada orang lain, kenapa? Karena kita pada kondisi yang masih tertinggal. Jadi kalau mobil maju mah kita tertinggal jauh, tidak ada pilihan lain kita harus meningkatkan kecepatan,” ungkapnya.

Bupati juga menggarisbawahi bahwa inti dari pembangunan sejatinya ada di desa. Dengan angka lulusan sarjana di Garut yang baru mencapai 3%, keterlibatan akademisi melalui KKN lintas disiplin ilmu menjadi solusi strategis.

“Dan menurut saya, bahwa semua pembagunan itu sejatinya ada di desa. Berarti gimana? Desa harus kita dorong, harus kita majukan. Dan siapa yang hebat? Di otak saya yang hebat itu adalah orang-orang yang memiliki pendidikan lebih dari orang lain,” ujarnya.

Koordinator KKN Gradasi, Gugun Geusan Akbar, melaporkan bahwa program tahun ini diikuti oleh mahasiswa yang tersebar di 25 desa selama empat hingga enam bulan. Durasi yang lebih panjang dibandingkan KKN reguler (1-2 bulan) terbukti memberikan ruang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk memberikan dampak nyata.

“Mereka sangat merasakan manfaatnya, dan manfaat juga dirasakan oleh masyarakat desa dan aparatur desa. Sehingga kemudian mudah-mudahan ini sesuai dengan tagline-nya, KKN Gradasi ini berdampak kepada desa,” ungkapnya.

Meski demikian, Gugun memberikan catatan terkait perlunya peningkatan koordinasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah agar inisiasi program kedepannya lebih setara dan terintegrasi.

“Nah mudah-mudahan inisiasi yang setara juga dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Garut jadi bukan hanya sekedar membiayai tapi juga ikut berkontribusi terhadap berbagai hal,” jelas Gugun.

Salah satu keberhasilan nyata ditunjukkan oleh Kelompok 10 KKN Gradasi di Desa Pangauban, Kecamatan Cisurupan. Furqon, Ketua Kelompok 10 yang berasal dari Institut Teknologi Garut (ITG), menceritakan kolaborasi timnya yang terdiri dari berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Garut.

Selama empat bulan mengabdi, mereka menjalankan berbagai program mulai dari kepemimpinan, etika pelayanan publik, administrasi, hingga pelatihan digital marketing dan edukasi kesehatan.

“Dan yang paling gong adalah kami membantu Desa Pangauban menjadi Juara di Sri Baduga Tingkat Provinsi Jawa Barat. Dan hadiahnya itu 9 Miliar, dan kami juga membantu acara Desa Pangauban yaitu se-Kabupaten Garut dan alhamdulilah itu juara 1,” katanya.

Di akhir acara, peserta memberikan masukan konstruktif bagi penyelenggaraan mendatang, terutama terkait efisiensi koordinasi kepanitiaan dan ketepatan waktu distribusi dukungan operasional bagi mahasiswa di lapangan.

“Kesannya disana Alhamdulillah warganya sangat antusias ketika kami melaksanakan kegiatan-kegiatan ataupun itu proker, kami selalu didukung oleh aparatur desa, karang taruna, dan warga di Desa Pangauban,” pungkasnya.

 

Komentar

Rekomendasi

  • Nah Ini Dia! 6 Keunikan Domba Cibuluh Garut Tampil Beda

    Nah Ini Dia! 6 Keunikan Domba Cibuluh Garut Tampil Beda

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Domba Cibuluh Garut semakin dikenal sebagai salah satu domba unggulan lokal yang memiliki ciri khas berbeda dibandingkan domba pada umumnya. Berasal dari wilayah Cibuluh, Kabupaten Garut, domba ini tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memiliki keunikan tersendiri yang membuatnya diminati peternak dan pecinta domba aduan.   Berikut enam keunikan Domba Cibuluh Garut:   […]

  • Inilah 5 Alasan yang Bikin Toko Buku Sepi Pembeli

    Inilah 5 Alasan yang Bikin Toko Buku Sepi Pembeli

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Fenomena ini memang kontradiktif namun nyata. Meski data menunjukkan minat baca atau konsumsi literasi meningkat, toko buku fisik (konvensional) menghadapi tantangan besar karena perubahan perilaku konsumen di era digital. Berikut adalah 5 alasan mengapa minat baca naik tetapi toko buku tetap sepi: Migrasi ke E-commerce dan Marketplace Banyak pembaca beralih membeli buku secara […]

  • Bukan Sekadar Baper

    Bukan Sekadar Baper

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Yayu Resti Purwitasari, Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Garut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Simpan dulu, praktek kemudian ☺   Tujuan Layanan (Siswa mampu…)   ✅Mengidentifikasi 3 tanda fisiologis tubuh saat marah, cemas, atau sedih. ✅Membedakan antara “merasa” dan “bertindak” – bahwa emosi boleh dirasakan, tapi perilaku bisa dipilih. ✅Mempraktikkan minimal satu teknik regulasi emosi (misal: 5-4-3-2-1 grounding atau Zona Kendali).   Alat dan Bahan yang Diperlukan […]

  • Mangkuk Hangat yang Menyatukan, 5 Keseruan di Festival Baso Aci Garut

    Mangkuk Hangat yang Menyatukan, 5 Keseruan di Festival Baso Aci Garut

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Ada aroma yang sulit ditolak ketika semangkuk baso aci baru saja diangkat dari panci. Uapnya mengepul, kuahnya menggoda, sementara aroma bawang goreng, daun bawang, dan jeruk limau seolah memanggil siapa saja untuk segera menyendoknya. Di Garut, aroma itu tidak hanya berasal dari satu warung, melainkan berkumpul dalam satu perayaan besar: Festival Baso Aci Garut. […]

  • Yazid bin Muawiyah, Otak di Balik Pembantaian Husein bin Ali

    Yazid bin Muawiyah, Otak di Balik Pembantaian Husein bin Ali

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Web
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Tulisan ke-19 Edisi Ramadan. Kita lanjutkan tokoh paling kontroversial dalam Islam, Yazid bin Muawiyah. Beliau lah otak di balik pembantaian Husein bin Ali, cucu Rasulullah, di Karbala. Simak narasinya sambil seruput Koptagul usai sahur, wak! Tahun 646 M, di wilayah Suriah, lahirlah Yazid bin Muawiyah. Ayahnya, Muawiyah bin Abi Sufyan, pendiri Dinasti Umayyah, politisi […]

  • Budak Pontianak, Veddriq Persembahkan Juara Dunia untuk Negeri Ini

    Budak Pontianak, Veddriq Persembahkan Juara Dunia untuk Negeri Ini

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Akhirnya ada juga kabar yang bikin rakyat Indonesia tersenyum lebar. Biasanya tiap buka berita, yang menyapa lebih dulu bukan atlet, melainkan wajah-wajah para koruptor. Bahkan ada bosan, “Bang, tak ada berita lain ya, selain korupsi.” Tapi, yang ini patut membuat kalian bangga. Tiga atlet panjat dinding kita juara dunia. Salah satunya, budak Pontianak. Saya […]

expand_less