Breaking News

Saatnya Akademisi Jadi Katalisator Pembangunan Desa

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
  • visibility 284
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri acara Penutupan Kegiatan Program Kuliah Kerja Nyata Gotong Royong Akademisi Bersinergi dan Berinovasi (KKN Gradasi) Tahun 2025, yang dilaksanakan di Halaman Gedung Pendopo Garut, Jalan Kabupaten, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Kamis (8/1/2026).

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin menekankan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat merupakan bagian penting dari visi membangun Kabupaten Garut yang maju, hebat, dan berkesinambungan. Ia menyoroti pentingnya akselerasi pembangunan mengingat Garut masih memiliki tantangan ketertinggalan yang cukup besar.

“Ya kita harus lebih daripada orang lain, kenapa? Karena kita pada kondisi yang masih tertinggal. Jadi kalau mobil maju mah kita tertinggal jauh, tidak ada pilihan lain kita harus meningkatkan kecepatan,” ungkapnya.

Bupati juga menggarisbawahi bahwa inti dari pembangunan sejatinya ada di desa. Dengan angka lulusan sarjana di Garut yang baru mencapai 3%, keterlibatan akademisi melalui KKN lintas disiplin ilmu menjadi solusi strategis.

“Dan menurut saya, bahwa semua pembagunan itu sejatinya ada di desa. Berarti gimana? Desa harus kita dorong, harus kita majukan. Dan siapa yang hebat? Di otak saya yang hebat itu adalah orang-orang yang memiliki pendidikan lebih dari orang lain,” ujarnya.

Koordinator KKN Gradasi, Gugun Geusan Akbar, melaporkan bahwa program tahun ini diikuti oleh mahasiswa yang tersebar di 25 desa selama empat hingga enam bulan. Durasi yang lebih panjang dibandingkan KKN reguler (1-2 bulan) terbukti memberikan ruang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk memberikan dampak nyata.

“Mereka sangat merasakan manfaatnya, dan manfaat juga dirasakan oleh masyarakat desa dan aparatur desa. Sehingga kemudian mudah-mudahan ini sesuai dengan tagline-nya, KKN Gradasi ini berdampak kepada desa,” ungkapnya.

Meski demikian, Gugun memberikan catatan terkait perlunya peningkatan koordinasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah agar inisiasi program kedepannya lebih setara dan terintegrasi.

“Nah mudah-mudahan inisiasi yang setara juga dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Garut jadi bukan hanya sekedar membiayai tapi juga ikut berkontribusi terhadap berbagai hal,” jelas Gugun.

Salah satu keberhasilan nyata ditunjukkan oleh Kelompok 10 KKN Gradasi di Desa Pangauban, Kecamatan Cisurupan. Furqon, Ketua Kelompok 10 yang berasal dari Institut Teknologi Garut (ITG), menceritakan kolaborasi timnya yang terdiri dari berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Garut.

Selama empat bulan mengabdi, mereka menjalankan berbagai program mulai dari kepemimpinan, etika pelayanan publik, administrasi, hingga pelatihan digital marketing dan edukasi kesehatan.

“Dan yang paling gong adalah kami membantu Desa Pangauban menjadi Juara di Sri Baduga Tingkat Provinsi Jawa Barat. Dan hadiahnya itu 9 Miliar, dan kami juga membantu acara Desa Pangauban yaitu se-Kabupaten Garut dan alhamdulilah itu juara 1,” katanya.

Di akhir acara, peserta memberikan masukan konstruktif bagi penyelenggaraan mendatang, terutama terkait efisiensi koordinasi kepanitiaan dan ketepatan waktu distribusi dukungan operasional bagi mahasiswa di lapangan.

“Kesannya disana Alhamdulillah warganya sangat antusias ketika kami melaksanakan kegiatan-kegiatan ataupun itu proker, kami selalu didukung oleh aparatur desa, karang taruna, dan warga di Desa Pangauban,” pungkasnya.

 

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Jihad

    Jihad

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Saya menemukan kutipan ini di sebuah postingan. Gak tahu, bener tidaknya itu ucapan Gus Baha. Saya ingin membahas kutipan itu.   Semua tahu dan sudah banyak dijelaskan, makna asli “jihad” adalah berjuang bersungguh-sungguh, mencurahkan segala potensi diri untuk mengatasi masalah dan kesulitan.   Kesulitan itu banyak bentuknya dari masalah diri sehari-hari hingga menaklukkan ketakutan memperjuangkan […]

  • Bupati Garut Lepas 32 Pemain Kontingen Persigar

    Bupati Garut Lepas 32 Pemain Kontingen Persigar

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 132
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, secara resmi melepas kontingen atlet Persatuan Sepakbola Indonesia Garut (Persigar) yang akan berlaga di putaran Nasional Liga 4 di Pasuruan, Jawa Timur. Prosesi pelepasan ini berlangsung khidmat di Halaman Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (25/5/2026). Bupati Garut mengekspresikan rasa bahagia dan bangganya atas pencapaian Persigar […]

  • Ayo Tetap Bekerja dan Jaga Konsistensi

    Ayo Tetap Bekerja dan Jaga Konsistensi

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 191
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, memimpin Apel Gabungan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut yang berlangsung di Lapang Apel Sekretariat Daerah, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (16/3/2026).   Apel gabungan ini menjadi pertemuan tatap muka terakhir sebelum diberlakukannya kebijakan kerja fleksibel menjelang hari raya.   Sekda Nurdin Yana menyampaikan bahwa mulai […]

  • Bersama Komunitas Ngejah, Saatnya Bangun Literasi dari Kampung Sendiri

    Bersama Komunitas Ngejah, Saatnya Bangun Literasi dari Kampung Sendiri

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 674
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — PENDIRI Komunitas Ngejah Nero Taopik Abdillah mengajar anak-anak di desa Mekartani, Singajaya, Garut, Jumat 3 Februari 2017 lalu. Opik bersama sukarelawan lainnya membangun kampung literasi dengan membuat perpustakaan keliling.* Kali ini kami sampaikan cerita tentang Opik, pendiri Komunitas Ngejah di Garut. “Tahun 2010, Garut menjadi satu dari dua daerah tertinggal di Jawa Barat. […]

  • 5 Fakta Akhir dari SMKN 2 Garut

    5 Fakta Akhir dari SMKN 2 Garut

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 176
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Menjelang akhir tahun ajaran, suasana di SMKN 2 Garut selalu menghadirkan cerita menarik. Bukan hanya soal kelulusan, tetapi juga berbagai dinamika yang membentuk karakter siswa selama menempuh pendidikan. Dari kedisiplinan hingga kreativitas, ada banyak hal yang menjadi warna tersendiri di sekolah kejuruan favorit di Garut ini.   1. Momen Perpisahan Penuh Haru   Akhir […]

  • Garut, Surganya Para Penikmat Kopi! Inilah 5 Merek Kopi Garut yang Bikin Bangga Warganya

    Garut, Surganya Para Penikmat Kopi! Inilah 5 Merek Kopi Garut yang Bikin Bangga Warganya

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 454
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Menjelajahi Garut tak lengkap tanpa mencicipi kekayaan aromanya. Kota intan ini bukan sekadar destinasi wisata alam, melainkan rumah bagi biji kopi berkualitas tinggi yang telah mendunia. Dari lereng pegunungan yang subur, hadirlah cita rasa unik yang memadukan tradisi dan inovasi dalam setiap seduhannya. Mari mengenal lebih dekat beberapa merek kopi lokal kebanggaan masyarakat […]

expand_less