Breaking News

Membaca Manuver Gibran Menerima Mahasiswa di Tengah Aksi Demo

  • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
  • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
  • visibility 91
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Kalian pasti membaca berita, Wapres Gibran menerima perwakilan mahasiswa di tengah aksi demo. Di tempat lain, tiga pembantu Prabowo malah diusir mahasiswa di Yogya. Sementara Prabowo belum ada statemen. Ada berspekulasi, Gibran sedang bermanuver untuk 2029. Mari kita kulik sambil seruput Koptagul, wak!

 

Senin, 15 Juni 2026. Saat ribuan mahasiswa turun ke kawasan Patung Kuda Jakarta membawa berbagai tuntutan terhadap pemerintah, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka justru melakukan langkah yang tidak dilakukan banyak pejabat ketika sedang didemo, membuka pintu rumahnya.

 

Sekitar 15 perwakilan mahasiswa dari Universitas Bung Karno, Universitas MH Thamrin, dan Universitas Terbuka diajak berdialog langsung. Mereka berjalan kaki dari lokasi aksi menuju kediaman wakil presiden. Pertemuan berlangsung lebih dari satu jam. Gibran mendengarkan tuntutan mereka, mencatat poin-poin yang disampaikan dengan tangannya sendiri, lalu berjanji akan meneruskannya kepada Presiden Prabowo Subianto.

 

Mahasiswa memberikan tenggat waktu 5×24 jam agar tuntutan tersebut mendapat respons. Secara resmi, ini adalah dialog. Secara politik, ini jauh lebih menarik dari dialog. Karena pada waktu yang hampir bersamaan, publik juga melihat pemandangan sangat kontras.

 

Di Yogyakarta, tiga menteri Prabowo yakni Nusron Wahid, Sudaryono, dan Budiman Sudjatmiko justru diteriaki, digeruduk, bahkan kegiatannya dibubarkan mahasiswa UGM. Sementara Prabowo sendiri tidak turun menemui demonstran.

 

Nah, di sinilah mesin konspirasi rakyat Indonesia mulai menyala seperti genset saat listrik padam. Coba perhatikan gambarnya. Di satu sisi ada menteri-menteri yang sedang menghadapi kemarahan mahasiswa. Di sisi lain ada seorang wapres duduk santai menerima mahasiswa, mendengarkan aspirasi mereka, mencatat tuntutan mereka, lalu tersenyum ramah.

 

Kalau ini pertandingan sepak bola, Gibran seperti pemain yang masuk pada menit ke-85 ketika tim sedang tertinggal, lalu langsung mencetak gol dan dipuji seluruh komentator.

 

Pertanyaannya, apakah ini spontan? Ataukah ini bagian dari koreografi politik sudah dihitung sangat matang?

 

Pengamat politik menyebut langkah Gibran sebagai soft approach, damage control, dan upaya meredam eskalasi. Fernando Emas dan sejumlah analis menilai langkah tersebut efektif karena menunjukkan pemerintah masih membuka ruang komunikasi. Tetapi kalau kita memakai kacamata konspirasi level warung kopi, ceritanya menjadi jauh lebih seru.

 

Nuan bayangkan posisi Gibran saat ini. Di tengah kritik terhadap Program MBG, yang merupakan program unggulan pemerintahan Prabowo, justru ia menerima mahasiswa yang salah satu tuntutannya adalah evaluasi penghentian sementara program tersebut.

 

Secara formal, Gibran tidak menentang pemerintah. Ia tidak membela mahasiswa secara terbuka. Ia tidak mengkritik Prabowo. Tetapi ia juga tidak menolak mereka. Inilah seni politik lebih licin dari belut mandi oli.

 

Semua pihak merasa dihargai. Mahasiswa merasa didengar. Pemerintah tidak merasa diserang. Media mendapat berita. Netizen mendapat bahan debat seminggu penuh. Yang paling diuntungkan adalah citra politik.

 

Di tengah suasana ekonomi yang masih dikeluhkan sebagian masyarakat, harga BBM yang terus menjadi bahan obrolan, serta tekanan terhadap daya beli masyarakat, Gibran berhasil menampilkan dirinya sebagai sosok yang mau mendengar langsung keluhan publik.

 

Ini bukan hal kecil. Dalam politik modern, citra “pemimpin yang mendengar” sering kali lebih mahal dari seratus baliho ukuran raksasa.

 

Karena itu muncul teori yang mulai beredar di kalangan pengamat dan netizen, jangan-jangan ini bukan sekadar menerima mahasiswa. Jangan-jangan ini adalah investasi politik jangka panjang.

 

Sebab jika Prabowo terus membangun citra sebagai pemimpin tegas yang fokus bekerja, sementara Gibran membangun citra sebagai pemimpin dekat dengan generasi muda dan terbuka terhadap kritik, maka keduanya sedang memainkan peran yang berbeda dalam panggung yang sama.

 

Yang satu menjadi komandan. Yang satu menjadi pendengar. Yang satu menjaga wibawa. Yang satu memanen simpati. Apakah ini persiapan menuju Pilpres 2029? Tentu belum ada bukti. Tentu semua masih spekulasi.

 

Tetapi politik Indonesia mengajarkan satu hal penting, tidak ada politisi yang mau menyia-nyiakan momentum sebesar ini. Apalagi ketika ribuan mahasiswa sedang marah, tiga menteri sedang diteriaki, Presiden memilih menjaga jarak, dan hanya satu orang yang muncul membawa buku catatan.

 

Kadang-kadang sejarah politik tidak dimulai dari pidato besar. Kadang ia dimulai dari seseorang terlihat sedang mencatat. Padahal mungkin sedang dicatat bukan hanya tuntutan mahasiswa. Tetapi juga peluang politik masa depan.

 

Foto Ai hanya ilustrasi

 

 

  • Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Giliran Mahasiswa ITB Berotak Mesum, Goyang Erika

    Giliran Mahasiswa ITB Berotak Mesum, Goyang Erika

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • visibility 156
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Ini ada apa sih dengan mahasiswa kita. Kok pada otak mesum sih (oknum). Sebelumnya ada 16 mahasiswa FH UI, sekarang giliran mahasiswa ITB pula. Amit-amit kalau kena mahasiswa saya. Mari kita ungkap sambil seruput Koptagul, wak!   Selamat datang di era keemasan intelektual Indonesia tahun 2026, di mana mahasiswa dari kampus paling top seperti […]

  • Saatnya Bangun Generasi Muda Berprestasi dan Berjiwa Nasionalis

    Saatnya Bangun Generasi Muda Berprestasi dan Berjiwa Nasionalis

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 322
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Direktur Bina Ideologi, Karakter, dan Wawasan Kebangsaan, Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Ditjen Polpum) Kementerian Dalam Negeri RI, Sri Handoko Taruna, membuka secara resmi kegiatan Seminar Nasionalisme Goes to School Tahun 2026, yang bertempat di Gedung Pendopo Garut, Kecamatan Garut Kota, Rabu (28/1/2026). Kegiatan strategis ini merupakan hasil kolaborasi antara Ditjen Polpum […]

  • Si Kabayan Jadi Driver Ojek Online

    Si Kabayan Jadi Driver Ojek Online

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 248
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Si Kabayan geus resmi jadi mitra ojol. Manéhna gaya pisan maké jaket héjo nu rada sereg dina beuteungna. “Iteung, Akang ayeuna mah moal deui dicarékan ku Abah. Akang geus jadi ‘Ksatria Jalanan’! Tinggal nungguan ‘bip-bip’ dina hapé, duit datang sorangan,” ceuk Kabayan bari ngusapan hélemna. “Enya Kang, tapi ulah kalah ‘ngetéyép’ saré dina jok […]

  • Jalan Cerita Sukses Kiki Gumelar, Owner Chocodot dari Garut

    Jalan Cerita Sukses Kiki Gumelar, Owner Chocodot dari Garut

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 549
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Siapa yRang tak kenal Chocodot Garut? Perpaduan antara cokelat dan dodol buatan Kiki Gumelar berhasil membuat nama Garut naik kelas dengan cara yang baru dan berbeda. Kiki berhasil menggabungkan makanan modern tanpa meninggalkan ciri khas yang melekat pada Kota Garut. Dari tangan kreatifnya, nama Chocodot sebagai brand cokelat lokal dari Garut kini makin […]

  • Ada Apa Kaum Lelaki dengan Film The Godfather?

    Ada Apa Kaum Lelaki dengan Film The Godfather?

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Tedi Taufiqrahman, Penulis Leupas
    • visibility 558
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Ya. Ada apa kaum lelaki dengan film The Godfather? Saya lelaki tapi saya juga tidak tahu ada apa hubungan lelaki dengan film itu? Atau mungkin pertanyaannya dibalik; apa ada lelaki yang belum nonton film The Godfather? Serius. Ada yang belum nonton? Sebagai seorang lelaki dan sudah menonton mungkin 3 atau mungkin 4 kali […]

  • Si Kabayan, Tokoh Fiksi Sunda dengan Berjuta Cerita Lucu

    Si Kabayan, Tokoh Fiksi Sunda dengan Berjuta Cerita Lucu

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 361
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM – Wargi Garut pasti familiar dengan tokoh fiksi Sunda yang satu ini, Si Kabayan. Tentunya kamu juga mengetahui jika ada banyak cerita dan film yang mengangkat cerita tokoh Si Kabayan. Kali ini Redaksi Tigarut akan mengajak para wargi sadayana mengetahui lebih dalam mengenai sosok kabayan ini. Si Kabayan merupakan tokoh fiktif Sunda yang telah […]

expand_less