Breaking News
dark_mode

Budak Pontianak, Veddriq Persembahkan Juara Dunia untuk Negeri Ini

  • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
  • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TIGARUT.COM — Akhirnya ada juga kabar yang bikin rakyat Indonesia tersenyum lebar. Biasanya tiap buka berita, yang menyapa lebih dulu bukan atlet, melainkan wajah-wajah para koruptor. Bahkan ada bosan, “Bang, tak ada berita lain ya, selain korupsi.” Tapi, yang ini patut membuat kalian bangga. Tiga atlet panjat dinding kita juara dunia. Salah satunya, budak Pontianak. Saya ikut bangga. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

 

Yang paling membuat orang Kalimantan Barat tersenyum seminggu penuh adalah Veddriq Leonardo. Budak Pontianak itu kembali menunjukkan, memanjat dinding jauh lebih berguna dari memanjat kursi. Di Chamonix, Prancis, 11 Juli 2026, juara Olimpiade Paris 2024 tersebut melesat bak sinyal Wi-Fi tetangga tiba-tiba penuh. Waktu 4,89 detik sudah cukup membuat lawan-lawan hanya sempat berkedip.

 

Yang lebih menggelitik, lawannya di final bukan atlet Prancis, bukan pula Argentina. Lawannya sesama orang Indonesia, Antasyafi Robby Al Hilmi, yang finis dengan waktu 5,11 detik dan meraih perak. Dunia datang membawa ambisi. Indonesia datang membawa sapu. Podium disapu bersih, negara lain tinggal foto-foto.

 

Kemenangan Veddriq makin luar biasa karena ia baru pulih dari cedera. Latihan belum maksimal. Ia mengaku nyaris tidak menyentuh dinding selama pemulihan. Tapi begitu lomba dimulai, dinding itu seolah berkata, “Silakan lewat, wak. Kami tahu nuan sedang terburu-buru membuat Indonesia bangga.”

 

Belum selesai dunia menghitung napas, Desak Made Rita Kusuma Dewi ikut membuat stopwatch bekerja lembur. Catatan 6,22 detik mengantarkannya menjadi juara dunia nomor Speed putri. Itu gelar keduanya secara beruntun setelah sebelumnya juga berjaya di Krakow. Kalau begini terus, jangan heran kalau cicak-cicak di rumah mulai mengaku berasal dari Indonesia karena merasa ikut bangga dengan olahraga panjat.

 

Lalu datang Putra Tri Ramadani. Atlet berusia 20 tahun asal Jawa Timur ini lebih dulu mengguncang Praha pada 8 Juni 2026. Ia menjadi juara dunia nomor Lead dengan skor 43, mengalahkan Neo Suzuki dari Jepang dan legenda Austria Jakob Schubert. Media internasional sampai menulis, “History Made in Prague.” Itu bukan kalimat basa-basi. Itu pengakuan, Indonesia kini bukan sekadar jago ngebut di Speed, tetapi juga mampu menaklukkan nomor Lead yang terkenal paling rumit.

 

Yang membuat Putra makin keren, setelah juara ia tidak sibuk pidato panjang atau mencari kamera. Ia justru mengaku masih punya banyak kekurangan, mulai dari membaca jalur hingga mengatasi rasa grogi. Juara dunia saja masih merasa harus belajar. Sementara di tempat lain, ada baru naik satu tingkat jabatan sudah merasa paling hebat sedunia.

 

Kalau biasanya Indonesia terkenal karena berita korupsi yang tak ada habisnya, kali ini dunia mengenal Indonesia karena tiga atlet yang mengajarkan arti kerja keras, disiplin, dan keberanian. Mereka membuktikan, negeri ini bukan hanya mampu mencetak orang pandai memanjat kursi kekuasaan, tetapi juga mampu melahirkan pemanjat tebing terbaik di muka bumi.

 

So, kalau ada bertanya apa yang masih bisa dibanggakan dari Indonesia, jawabannya sederhana. Selama masih ada Veddriq Leonardo dari Pontianak, Desak Made Rita Kusuma Dewi, dan Putra Tri Ramadani, negeri ini belum kehilangan alasan untuk menegakkan kepala. Sebab sejarah selalu ditulis oleh mereka yang bekerja keras, bukan oleh mereka yang paling keras berbicara.

 

Foto Ai hanya ilustrasi

 

 

Komentar
  • Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Rekomendasi

  • 5 Destinasi Wisata Favorit di Garut Saat Libur Idul Fitri

    5 Destinasi Wisata Favorit di Garut Saat Libur Idul Fitri

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Momentum Idul Fitri bukan hanya tentang silaturahmi dan saling memaafkan, tetapi juga menjadi waktu yang tepat untuk melepas penat bersama keluarga. Setelah perjalanan mudik dan rangkaian ibadah Ramadan, berwisata ringan di alam terbuka bisa menjadi pilihan menyenangkan. Garut, dengan pesona alamnya yang sejuk dan beragam, menawarkan banyak destinasi menarik yang cocok dikunjungi saat […]

  • Bupati Garut Lantik PNS Baru, Jaga Integritas dan Semangat Melayani

    Bupati Garut Lantik PNS Baru, Jaga Integritas dan Semangat Melayani

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memimpin Apel Gabungan yang dirangkaikan dengan Pelantikan dan Penyerahan Petikan Surat Keputusan (SK) Bupati Garut tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut Tahun 2026.   Acara yang berlangsung di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (06/04/2026) ini, menandai […]

  • Amerika Kalah dalam Systemic War?

    Amerika Kalah dalam Systemic War?

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Budhiana Kartawijaya, geopolitics enthusiast.
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Siapa pemenang perang ini? AS-Israel? Atau Iran? Menurut saya, pertanyaan hitam-putih seperti itu didasarkan pada asumsi bahwa perang adalah sesuatu yang langsung (direct), satu atau dua front, dan simetri. Taktik perang langsung untuk meraih strategi. Siapa yang kalah di medan front tempur (battle), dia kalah juga di peperangan (war).   Tapi sekarang ini perang […]

  • 5 Alasan Festival Seni Budaya Sayang Heulang Jadi Pesona Garut Selatan

    5 Alasan Festival Seni Budaya Sayang Heulang Jadi Pesona Garut Selatan

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM –Festival Seni Budaya Sayang Heulang bukan sekadar panggung hiburan, tetapi menjadi wajah baru kebangkitan pariwisata Garut Selatan. Digelar di kawasan Bukit Teletubbies Pantai Sayang Heulang, Pameungpeuk, festival ini memadukan panorama laut selatan dengan kekayaan seni tradisi yang hidup di tengah masyarakat. Kehadirannya menjadi bukti bahwa pesona Garut Selatan tidak hanya terletak pada alam, tetapi […]

  • Siapakah Raden Moehammad Moesa? Ini Biografi Singkatnya

    Siapakah Raden Moehammad Moesa? Ini Biografi Singkatnya

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Raden Moehammad Moesa adalah seorang sastrawan dan tokoh penting dalam perkembangan sastra Sunda pada abad ke-19. Ia lahir sekitar tahun 1822 di Garut, Jawa Barat, dan dikenal sebagai salah satu pelopor penggunaan bahasa Sunda dalam karya tulis modern. Moesa bekerja sebagai pegawai pemerintahan kolonial Belanda (pangreh praja), yang memberinya akses pada pendidikan dan […]

  • Trump Bingung oleh Peradaban Spiritualitas Islam 

    Trump Bingung oleh Peradaban Spiritualitas Islam 

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — 20 juta lebih rakyat Iran yang hadir dan menangis sedih karena pemimpin yang dicintainya syahid, dikatakan Trump sebagai “air mata palsu.” ODGJ gini pantesnya diapain gaess? Ini sudah penghinaan. Tapi wajar sih, karena itu memang stupidity (kebodohan).   Kalimat presiden negara besar seperti ini menyimbolkan betapa spritualitas Amerika Serikat benar-benar kosong, garing, nihil dari […]

expand_less