Jati Diri Manusia Sunda Sejati ala Haji Hasan Mustofa
- account_circle Ibn Ghifarie, Penulis dan Peneliti Agama dan Media
- calendar_month Senin, 29 Des 2025
- visibility 601
- print Cetak

Proses membuka relasi dalam atmosfer pasrtisipasi ini digambarkan HHM dalam dangdingnya:
Rempug semu jeung salembur,
Bear budi jeung pangampih,
Mustika tara kasangka,
Bisi batur pada manggih,
Diudag tata satata,
Ditungtik surtina buni.
HHM menjelaskan bahwa inti keputusan dari dilema dialektis eksistensial adalah persoalan relasi. Menutup diri atau mmebuka diri. HHM secara tegas menjelaskan bahwa kecenderungan orang untuk memenuhi kebutuhan jasmaniah dalam prinsip “kesenangan” secara membabibuta berkonsekuensi munculnya tuntutan untuk memutus tali relasi dengan eksistensi lainnya. (h. 28-29)
Konsep eksistensi (jati diri) manusia diungkap HHM memang tidak secara spesifik ditujukan untuk merumuskan konsep jati diri manusia Sunda. Namun, karena sering dan biografi serta referensi horizon pembicaraan sangat kental kesundaannya.
Bagi HHM, eksistensi (jati diri) manusia, khususnya manusia Sunda, bukanlah sesuatu yang bersifat instan. Melainkan mengalami proses yang sangat panjang, dan ketika hadir di dunia pun, ia mengalami proses yang panjang pula. Manusia bukanlah “barang” jadi, melainkan “wujud” yang senantiasa berada dalam proses.
Sejarah primordial manusia berakar dari Tuhan, sebagai refresentasi paling sempurna dari kehadiran Tuhan pada makhluknya. Konsep dasar ini dalam dunia tawasuf dikenal dengan istilah tajali. Konsep yang menjelaskan bagaimana segala sesuatu, termasuk manusia ada dan mengada; munculnya realitas plural dari yang tunggal. Konsep yang selanjutnya melahirkan rumusan tentang Insan Kamil, manusia sempurna. (h. 33)
Buku Filsafat Manusia Sunda adalah kumpulan tulisan karya Drs. Ahmad Gibson Albustomi, M. Ag yang berisi permenungan filosofis dan religious atas keberadaan manusia, terutama kaitannya dengan tatar Sunda. Tulisan-tulisan yang terhimpun dalam buku ini semula merupakan 30 artikel lepas dalam surat kabar dan majalah serta makalah untuk forum diskusi dan seminar.
- Penulis: Ibn Ghifarie, Penulis dan Peneliti Agama dan Media
- Editor: Tim Redaksi Tigarut
- Sumber: https://www.hanyawacana.id

Saat ini belum ada komentar