Breaking News

Jati Diri Manusia Sunda Sejati ala Haji Hasan Mustofa

  • account_circle Ibn Ghifarie, Penulis dan Peneliti Agama dan Media
  • calendar_month Senin, 29 Des 2025
  • visibility 598
  • print Cetak

Menurut Haji Hasan Mustapa (HHM) menguraikan, inti pemikiran HHM khususnya tentang manusia dan eksistensi manusia terangkum dalam dua naskah besarnya, yaitu Gelaran Sasaka di Kaislaman dan naskah (Ajip Rosidi menyebutnya sebagai catatan ringkas) Martabat tujuh. Bila memakai perspektif filsafat eksistensialisme Gelaran Sasaka di Kaislaman merupakan naskah yang menjelaskan fase-fase aktualisasi eksistensi seorang manusia yang berhadapan dengan sejumlah norma-norma sosial yang oleh individual manusia pada umumnya disikapi (secara sadar) dan secara faktual (di luar kesadaran sadar) merupakan unsur yang mengancam eksistensi dan otonomi individu.

Dalam naskah tersebut HHM menegaskan bahawa justru tekanan-tekanan norma sosial (agama) tersebut secara eksistensial merupakan unsur dialektis yang menjadi potensi pendorong dan dinamisator bagi munculnya proses penyadaran eksistensi manusia.

Gelaran Sasaka di Kaislaman sebagai fase aktualisasi manusia diawali oleh fase (maqomat) Islam hingga Kurban. Maqomat Islam sebagai maqomat awal hingga maqomat Sahadah, digambarkan HHM sebagai maqomat yang sarat dengan sikap “menyebelah’ dari individu manusia dalam memendang apa pun, baik dari maupun sesuatu diluar diri. Dan mulai maqomat Sidiqiah hingga Kurban sikap-sikap menyebelah tersebut secara bertahap hilang dari cara pandang individu manusia. HHM melihat bahwa pada gelaran inilah sikap dan cara pandang keberagamaan manusia lahir dalam pengertian yang sesunggguhnya.

Naskah Martabat ketujuh-Nya HHM menjelaskan fase lanjutan dari fase-fase yang dilalui dalam Gelaran Sasaka di Kaislaman. Suatu fase puncak dalam sikap dan cara pandang keagamaan yang berakhir pada maqomat Insan Kamil. Maqom yang tidak lagi melihat perbedaan dan pertentangan dalam kehidupan di dunia sebagai kenyataan hakikiah. (h. 4-5)

Perbedaan-perbedaan dan pertentangan tersebut tidak lebih disebabkan oleh cara pandang manusia yang memiliki kecenderungan menyebelah, mengutub. Cara pandang yang terlahir dari sikap yang membedakan secaar radikal sifat-sifat jamal dan jalal Tuhan yang termanisfestasi dalam keragaman alam makhluknya. Individu manusia yang telah sampai pada maqom Insan Kamil, memendang bahwa keragaman tersebut tak lebih dari manifestasi dari sifat Jamal dan Jalal Tuhan yang merupakan direvarasi (tajalli) dari sifat kamal (kemahasempurnaan Tuhan). (h.5-6)

Dalam naskah Bale Bandung, sebagai contoh, HHM mendeskrifsikan konsep pencapaian kesempurnaan manusia (Insan Kamil) yang disimbolkan dengan tokoh mitos Sunda Munding Laya di Kusumah, yang telah mampu membinasakan tujuh Guriang yang merupakan ilustrasi terlewatinya tujuh tingkatan (maqomat) dan mendapatkan Lalayang Domas.(h. 10)

Perjalanan kehidupan manusia digambarkan HHM secara sisitematis dalam naskah Gelaran Sasaka di Kaislaman. Nasakah tersebut merupakan naskah yang bersambung dalam alur, namun berbeda pada karakter serta penekanan personal yang diungkapkan. (h. 18)

HHM menjelaskan bahwa orang yang memutuskan untuk memutus tali relasi dengan eksistensi lain dari pada mengalami kemajuan malah akan mengalami kemunduran dan terjerembab dalam kekufuran (penolakan yang terus menerus). Sementara orang yang membuka diri untuk relasi dengan eksistensi lain akan meningkat pada perwujudan eksistensi yang lebih tinggi. Orang harus mengakui keberadaan makhluk-makhluk yang tidak bisa disangkal eksistensinya. (h. 27-28).

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Efek KDM, Kepala Daerah Lain Sering Dirujak Rakyatnya Sendiri

    Efek KDM, Kepala Daerah Lain Sering Dirujak Rakyatnya Sendiri

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • visibility 173
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Selamat datang di era baru, era di mana rakyat tak lagi bisu. Kepala daerah tak lagi bisa pura-pura tuli. Ini bukan sekadar perubahan gaya kepemimpinan. Ini revolusi mental pakai sandal jepit yang keras, cepat, dan langsung kena muka.   Sejak muncul gaya KDM, yang tiap ada masalah langsung turun, dobrak, beres di tempat, standar […]

  • Desa Ciela, Kampung Tua di Tanah Timbanganten

    Desa Ciela, Kampung Tua di Tanah Timbanganten

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 34
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Jauh sebelum nama Desa Ciela dikenal seperti sekarang, sebuah nama telah muncul dalam catatan kolonial Belanda abad ke-19:   TJIËLA   Pada tahun 1858, kontrolir Belanda J.C. Lammers van Toorenburg, bersama Kepala Penghulu Limbangan Raden Haji Moehamad Moesa, menemukan sejumlah benda kuno di Kampung Tjiëla, Distrik Panembong.   Di antara benda tersebut terdapat sebuah […]

  • Talaga Bodas – Permata Tersembunyi di Garut. Ini Rutenya

    Talaga Bodas – Permata Tersembunyi di Garut. Ini Rutenya

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 303
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Di balik hamparan pegunungan hijau Kabupaten Garut, tersembunyi sebuah danau kawah yang memancarkan pesona luar biasa: Talaga Bodas. Namanya berarti “danau putih,” merujuk pada warna airnya yang putih kehijauan akibat kandungan belerang yang tinggi. Tempat ini sering disebut sebagai “Ranu Kumbolo-nya Garut” karena keindahan dan suasananya yang tenang dan alami. Setibanya di lokasi, hamparan […]

  • Gara-gara MBG, 13 Pondok Pesantren Kena Tipu

    Gara-gara MBG, 13 Pondok Pesantren Kena Tipu

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • visibility 133
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Baru juga kita bahas tiga WNI menipu di Tanah Suci, eh sekarang muncul episode baru, lebih lokal tapi efeknya global ke dompet. Ada 13 kiai dari 13 pondok pesantren di Jawa Barat kena tipu gara-gara program MBG. Ini bukan sekadar lanjutan cerita, ini sudah masuk season dua, Penipuan Naik Kelas.   Kalau ada yang […]

  • Bupati Garut Lepas 32 Pemain Kontingen Persigar

    Bupati Garut Lepas 32 Pemain Kontingen Persigar

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 133
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, secara resmi melepas kontingen atlet Persatuan Sepakbola Indonesia Garut (Persigar) yang akan berlaga di putaran Nasional Liga 4 di Pasuruan, Jawa Timur. Prosesi pelepasan ini berlangsung khidmat di Halaman Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (25/5/2026). Bupati Garut mengekspresikan rasa bahagia dan bangganya atas pencapaian Persigar […]

  • Ketawa Rocky dengan Prabowo 

    Ketawa Rocky dengan Prabowo 

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • visibility 165
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Rocky Gerung, pengkritik Prabowo yang sangat tajam tapi dengan ringan dan tanpa beban hadir ke istana, salaman dengan Prabowo dan ketawa bersama di pelantikan sahabatnya Jumhur Hidayat. Itu menunjukkan konsistensi dia selama ini.   Rocky dikonstruk sebagai liberal. Dia membenarkan. Dia bilang, makanya saya bebas kemana pun saya pergi, karena liberal adalah orang yang […]

expand_less