Breaking News

Jati Diri Manusia Sunda Sejati ala Haji Hasan Mustofa

  • account_circle Ibn Ghifarie, Penulis dan Peneliti Agama dan Media
  • calendar_month Senin, 29 Des 2025
  • visibility 600
  • print Cetak

Menurut Haji Hasan Mustapa (HHM) menguraikan, inti pemikiran HHM khususnya tentang manusia dan eksistensi manusia terangkum dalam dua naskah besarnya, yaitu Gelaran Sasaka di Kaislaman dan naskah (Ajip Rosidi menyebutnya sebagai catatan ringkas) Martabat tujuh. Bila memakai perspektif filsafat eksistensialisme Gelaran Sasaka di Kaislaman merupakan naskah yang menjelaskan fase-fase aktualisasi eksistensi seorang manusia yang berhadapan dengan sejumlah norma-norma sosial yang oleh individual manusia pada umumnya disikapi (secara sadar) dan secara faktual (di luar kesadaran sadar) merupakan unsur yang mengancam eksistensi dan otonomi individu.

Dalam naskah tersebut HHM menegaskan bahawa justru tekanan-tekanan norma sosial (agama) tersebut secara eksistensial merupakan unsur dialektis yang menjadi potensi pendorong dan dinamisator bagi munculnya proses penyadaran eksistensi manusia.

Gelaran Sasaka di Kaislaman sebagai fase aktualisasi manusia diawali oleh fase (maqomat) Islam hingga Kurban. Maqomat Islam sebagai maqomat awal hingga maqomat Sahadah, digambarkan HHM sebagai maqomat yang sarat dengan sikap “menyebelah’ dari individu manusia dalam memendang apa pun, baik dari maupun sesuatu diluar diri. Dan mulai maqomat Sidiqiah hingga Kurban sikap-sikap menyebelah tersebut secara bertahap hilang dari cara pandang individu manusia. HHM melihat bahwa pada gelaran inilah sikap dan cara pandang keberagamaan manusia lahir dalam pengertian yang sesunggguhnya.

Naskah Martabat ketujuh-Nya HHM menjelaskan fase lanjutan dari fase-fase yang dilalui dalam Gelaran Sasaka di Kaislaman. Suatu fase puncak dalam sikap dan cara pandang keagamaan yang berakhir pada maqomat Insan Kamil. Maqom yang tidak lagi melihat perbedaan dan pertentangan dalam kehidupan di dunia sebagai kenyataan hakikiah. (h. 4-5)

Perbedaan-perbedaan dan pertentangan tersebut tidak lebih disebabkan oleh cara pandang manusia yang memiliki kecenderungan menyebelah, mengutub. Cara pandang yang terlahir dari sikap yang membedakan secaar radikal sifat-sifat jamal dan jalal Tuhan yang termanisfestasi dalam keragaman alam makhluknya. Individu manusia yang telah sampai pada maqom Insan Kamil, memendang bahwa keragaman tersebut tak lebih dari manifestasi dari sifat Jamal dan Jalal Tuhan yang merupakan direvarasi (tajalli) dari sifat kamal (kemahasempurnaan Tuhan). (h.5-6)

Dalam naskah Bale Bandung, sebagai contoh, HHM mendeskrifsikan konsep pencapaian kesempurnaan manusia (Insan Kamil) yang disimbolkan dengan tokoh mitos Sunda Munding Laya di Kusumah, yang telah mampu membinasakan tujuh Guriang yang merupakan ilustrasi terlewatinya tujuh tingkatan (maqomat) dan mendapatkan Lalayang Domas.(h. 10)

Perjalanan kehidupan manusia digambarkan HHM secara sisitematis dalam naskah Gelaran Sasaka di Kaislaman. Nasakah tersebut merupakan naskah yang bersambung dalam alur, namun berbeda pada karakter serta penekanan personal yang diungkapkan. (h. 18)

HHM menjelaskan bahwa orang yang memutuskan untuk memutus tali relasi dengan eksistensi lain dari pada mengalami kemajuan malah akan mengalami kemunduran dan terjerembab dalam kekufuran (penolakan yang terus menerus). Sementara orang yang membuka diri untuk relasi dengan eksistensi lain akan meningkat pada perwujudan eksistensi yang lebih tinggi. Orang harus mengakui keberadaan makhluk-makhluk yang tidak bisa disangkal eksistensinya. (h. 27-28).

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • 5 Tempat Ngopi Hits di Garut Saat Long Weekend, Nyaman buat Healing dan Quality Time

    5 Tempat Ngopi Hits di Garut Saat Long Weekend, Nyaman buat Healing dan Quality Time

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 222
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Liburan panjang di Garut selalu punya cara sederhana untuk meninggalkan kesan. Setelah menikmati hangatnya Cipanas, menyusuri pusat kota, atau berburu oleh-oleh khas dodol, banyak wisatawan memilih menutup hari dengan duduk santai di coffee shop yang nyaman. Di tengah udara Garut yang sejuk, secangkir kopi sering kali menjadi teman terbaik untuk memperlambat waktu, menghangatkan obrolan, […]

  • 5 SMA Terfavorit di Garut, Nomor 1 Punya Segudang Prestasi Nasional

    5 SMA Terfavorit di Garut, Nomor 1 Punya Segudang Prestasi Nasional

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 39
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM – Memilih Sekolah Menengah Atas (SMA) menjadi salah satu keputusan penting bagi siswa dan orang tua. Setelah menyelesaikan pendidikan SMP, siswa tentu ingin melanjutkan ke sekolah yang mampu mendukung prestasi, mengembangkan bakat, sekaligus mempersiapkan diri menuju perguruan tinggi. Kabupaten Garut memiliki banyak SMA negeri dan swasta dengan karakter serta keunggulan masing-masing. Reputasi sekolah, prestasi […]

  • Spirit Kiai Wahab Hasbullah Relevan Perkuat Pesantren dan NKRI

    Spirit Kiai Wahab Hasbullah Relevan Perkuat Pesantren dan NKRI

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 142
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Kementerian Agama menegaskan pentingnya menghidupkan kembali spirit perjuangan KH. Abdul Wahab Hasbullah sebagai fondasi penguatan moderasi beragama, transformasi pesantren, dan penguatan kebangsaan di tengah tantangan sosial keagamaan saat ini.   Penegasan tersebut mengemuka dalam kegiatan bedah buku KH. Abdul Wahab Hasbullah: Pendiri NU Penggerak NKRI bertema The Mastermind of Movement: Mengupas Tuntas Seni […]

  • Pandangan Hukum Partai Koptagul terhadap Kasus Nadiem Makarim

    Pandangan Hukum Partai Koptagul terhadap Kasus Nadiem Makarim

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • visibility 146
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Banyak netizen minta saya ikut membahas kasus hukum Nadiem Makarim. Saya memang fokus menuntaskan kisruh LCC 4 Pilar MPR. Baiklah, saya coba memberikan pandangan hukum ala Partai Koptagul. Izin untuk para ahli hukum negeri ini kalau nanti ada yang ngawur. Tulisan ini agak panjang, asyik kalau dinikmati sambil seruput Koptagul, wak!   Indonesia itu […]

  • Menyoal Tradisi Samen, Pantai dan Jalan Kaki

    Menyoal Tradisi Samen, Pantai dan Jalan Kaki

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle Ibn Ghifarie, Penulis dan Peneliti Agama dan Media
    • visibility 1.202
    • 0Komentar

    Liburan ka laut menjadi agenda yang ditunggu-tunggu. Berbagai persiapan dilakukan untuk pergi mantai ke Rancabuaya yang berjarak sekitar 29,4 kilometer dari Darussalam, mulai dari makanan, air, beras, kastrol, sampai terpal buat berkemah alakadarnya. Tidak seperti sekarang kendaraan ke Rancabuaya mudah didapatkan. Ada elf jurusan Garut-Rancabuaya, Bandung-Rancabuaya, Bungbulang-Rancabuaya. Dulu tahun 1990an masih jarang, kecuali ikut naik […]

  • Jaga Stabilitas Harga Jelang Iduladha, Garut Gelar Gerakan Pangan Murah

    Jaga Stabilitas Harga Jelang Iduladha, Garut Gelar Gerakan Pangan Murah

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 132
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak yang digelar di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Garut, Jalan Terusan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul, Jumat (22/5/2026). Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif DKP yang mempertemukan langsung produsen pangan dengan masyarakat. Ia menyoroti potensi besar pelaku […]

expand_less