Breaking News

Cisewu Geger, DPMD Jabar Beberkan Kronologi Video Intimidasi Keluarga Kades Panggalih ke Warga

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • visibility 263
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut kembali geger. Bila sebelumnya karena patung harimau yang lucu viral pada 2017 lalu, kini gegara viralnya video diduga keluarga kepala desa yang mengintimidasi seorang warga karena mengeluhkan jalan yang tak kunjung diperbaiki.

Dimana Holis Muhlisin (31) diintimidasi diduga oleh keluarga Kades Panggalih Wahyu usai memviralkan kritik jalan rusak.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jawa Barat menegaskan, peristiwa dalam video yang viral di media sosial tersebut bukan kejadian baru, melainkan berlangsung Oktober 2025.

“Peristiwa dalam video yang viral saat tahun baru itu sebenarnya terjadi tiga bulan sebelumnya, tepatnya Oktober 2025,” kata Kepala DPMD Jawa Barat Ade Afriandi, Selasa (6/1/2026).

Video itu baru diunggah Holis Muhlisin (31), warga yang mengritik kondisi jalan desa, beberapa waktu terakhir hingga memicu sorotan publik terhadap kepemimpinan desa.

Ade mengungkapkan, DPMD Jabar telah memanggil Kades Panggalih Wahyu untuk meminta penjelasan langsung. Wahyu mengakui sosok dalam video merupakan anggota keluarganya, dan kondisi kejadian sesuai dengan yang beredar di media sosial. Namun, Kades Panggalih membantah adanya pemanggilan terhadap Holis.

“Menurut keterangan kades, justru Holis bersama kerabatnya yang datang sendiri ke rumah. Keluarga kades mengakui emosi karena ada tuduhan korupsi,” ujar Ade.

Keluarga kades juga mengklaim tidak mengetahui adanya proses perekaman saat peristiwa tersebut terjadi.

Di balik polemik dugaan intimidasi, DPMD Jabar menilai akar persoalan tetap berada pada kondisi infrastruktur desa yang belum tertangani optimal. Ade mengakui, saat bertemu dengan Kades Panggalih, kondisi jalan yang dikeluhkan warga memang masih rusak.

Namun, jalan tersebut telah masuk dalam rencana jalan poros desa karena menghubungkan tiga desa sekaligus, Panggalih, Karangsewu, dan Cikarang.

“Jalan itu direncanakan sebagai jalan poros desa. Saat kami survei bersama DPMD Garut belum bisa masuk karena hujan lebat. Faktanya, bukan hanya jalan desa, jalan kabupaten di wilayah itu juga masih berupa tanah,” jelas Ade.

Menurutnya, kondisi serupa bukan kasus tunggal melainkan potret umum wilayah Jawa Barat bagian selatan, termasuk Garut, Cianjur, dan Sukabumi.

“Hampir merata kondisi jalan di selatan Jawa Barat,” ucapnya.

DPMD Jabar menilai keterbatasan anggaran menjadi faktor krusial lambannya perbaikan jalan. Panjang jalan Desa Panggalih yang menghubungkan antardesa mencapai 13 kilometer, sementara kemampuan keuangan desa sangat terbatas.

“Pendapatan asli desa hanya mengandalkan hasil bumi, dan BUMDes belum memberi kontribusi signifikan. Dengan panjang jalan 13 kilometer, tentu tidak mudah,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, Desa Panggalih sangat bergantung pada dana desa, bantuan keuangan provinsi, serta alokasi anggaran dari kabupaten.

Ade menegaskan, penggunaan anggaran desa tidak bisa langsung menjawab seluruh tuntutan masyarakat dalam satu tahun anggaran. Ada skala prioritas yang ditentukan melalui mekanisme musyawarah desa.

“Penggunaan anggaran tidak semudah yang dibayangkan masyarakat. Otomatis ada prioritas pembangunan yang belum bisa direalisasikan,” ujarnya.

Bahkan, berdasarkan laporan kepala desa, hasil musyawarah desa (Musdes) pada masa pandemi Covid-19 saat itu justru memprioritaskan pembangunan gedung olahraga (GOR).

“Keputusan Musdes saat Covid menginginkan pembangunan GOR, sehingga pembangunan jalan belum bisa dilakukan,” tandasnya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Nah Ini Dia! 6 Tradisi Imlek yang Masih Dilestarikan Masyarakat

    Nah Ini Dia! 6 Tradisi Imlek yang Masih Dilestarikan Masyarakat

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 221
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Perayaan Tahun Baru Imlek kembali disambut meriah oleh masyarakat Tionghoa di berbagai daerah di Indonesia. Momentum pergantian tahun dalam kalender lunar ini bukan hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sarat makna budaya dan nilai kebersamaan. Berikut enam tradisi Imlek yang masih dilestarikan hingga kini. 1. Membersihkan dan Menghias Rumah Menjelang Imlek, masyarakat biasanya […]

  • 5 Tempat Ngopi Hits di Garut Saat Long Weekend, Nyaman buat Healing dan Quality Time

    5 Tempat Ngopi Hits di Garut Saat Long Weekend, Nyaman buat Healing dan Quality Time

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 220
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Liburan panjang di Garut selalu punya cara sederhana untuk meninggalkan kesan. Setelah menikmati hangatnya Cipanas, menyusuri pusat kota, atau berburu oleh-oleh khas dodol, banyak wisatawan memilih menutup hari dengan duduk santai di coffee shop yang nyaman. Di tengah udara Garut yang sejuk, secangkir kopi sering kali menjadi teman terbaik untuk memperlambat waktu, menghangatkan obrolan, […]

  • Gagasan KH Anwar Musaddad dalam Pendidikan Generasi Bangsa

    Gagasan KH Anwar Musaddad dalam Pendidikan Generasi Bangsa

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 545
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Kehadiran KH Anwar Musaddad di panggung sejarah Indonesia telah membawa spirit tersendiri. Ia dapat dipandang sebagai salah orang yang memiliki kontribusi besar dalam mencetak generasi bangsa. Melalui tangan dinginnya telah lahir sejumlah ulama, ilmuwan, politikus, dan birokrat. Kiprahnya tidak hanya di dalam negeri. Kapasitasnya sebagai tokoh juga diakui di luar negeri. Hal itu […]

  • Asyiknya Wisata Healing ke Kawah Kamojang

    Asyiknya Wisata Healing ke Kawah Kamojang

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Editorial Tigarut
    • visibility 98
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Kadang-kadang, yang kita butuhkan dalam hidup bukan nasihat. Bukan pula seminar motivasi dengan judul panjang yang membuat kita merasa gagal sebelum seminar dimulai. Kadang kita cuma butuh pergi ke tempat yang udaranya dingin, pemandangannya indah, dan sinyalnya tidak terlalu agresif. Maka suatu pagi, saya memutuskan untuk healing ke Kawah Kamojang. Keputusan itu sebenarnya […]

  • Buku, Dosen, Google dan AI

    Buku, Dosen, Google dan AI

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • visibility 103
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Banyak orang bertanya, “Kalau semua pengetahuan sudah ada di Google dan AI, untuk apa masih ada buku dan dosen?” Pertanyaan itu tampak modern, tetapi sesungguhnya lahir dari kekeliruan yang sangat tua: menyamakan informasi dengan ilmu, dan menyamakan jawaban dengan kebijaksanaan. Google mampu menunjukkan miliaran halaman. AI mampu merangkum jutaan buku dalam hitungan detik. […]

  • Tugu Sunyi di Pinggir Jalan, Jejak Darah dan Nyali Pemuda Garut di Kubang

    Tugu Sunyi di Pinggir Jalan, Jejak Darah dan Nyali Pemuda Garut di Kubang

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Web
    • visibility 284
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Di tengah riuh kendaraan yang melintas di Jalan Raya Garut–Bandung, berdiri sebuah tugu kecil yang kerap luput dari pandangan. Tak mencolok, tak ramai dikunjungi, bahkan sering diselimuti rumput liar. Namun di sanalah, sejarah berdarah Garut pernah ditulis.   Tugu itu dikenal sebagai Tugu Pertempuran Kubang. Bagi sebagian orang, ia hanya penanda jalan. Tapi bagi […]

expand_less