Breaking News
dark_mode

Cisewu Geger, DPMD Jabar Beberkan Kronologi Video Intimidasi Keluarga Kades Panggalih ke Warga

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TIGARUT.COM — Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut kembali geger. Bila sebelumnya karena patung harimau yang lucu viral pada 2017 lalu, kini gegara viralnya video diduga keluarga kepala desa yang mengintimidasi seorang warga karena mengeluhkan jalan yang tak kunjung diperbaiki.

Dimana Holis Muhlisin (31) diintimidasi diduga oleh keluarga Kades Panggalih Wahyu usai memviralkan kritik jalan rusak.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jawa Barat menegaskan, peristiwa dalam video yang viral di media sosial tersebut bukan kejadian baru, melainkan berlangsung Oktober 2025.

“Peristiwa dalam video yang viral saat tahun baru itu sebenarnya terjadi tiga bulan sebelumnya, tepatnya Oktober 2025,” kata Kepala DPMD Jawa Barat Ade Afriandi, Selasa (6/1/2026).

Video itu baru diunggah Holis Muhlisin (31), warga yang mengritik kondisi jalan desa, beberapa waktu terakhir hingga memicu sorotan publik terhadap kepemimpinan desa.

Ade mengungkapkan, DPMD Jabar telah memanggil Kades Panggalih Wahyu untuk meminta penjelasan langsung. Wahyu mengakui sosok dalam video merupakan anggota keluarganya, dan kondisi kejadian sesuai dengan yang beredar di media sosial. Namun, Kades Panggalih membantah adanya pemanggilan terhadap Holis.

“Menurut keterangan kades, justru Holis bersama kerabatnya yang datang sendiri ke rumah. Keluarga kades mengakui emosi karena ada tuduhan korupsi,” ujar Ade.

Keluarga kades juga mengklaim tidak mengetahui adanya proses perekaman saat peristiwa tersebut terjadi.

Di balik polemik dugaan intimidasi, DPMD Jabar menilai akar persoalan tetap berada pada kondisi infrastruktur desa yang belum tertangani optimal. Ade mengakui, saat bertemu dengan Kades Panggalih, kondisi jalan yang dikeluhkan warga memang masih rusak.

Namun, jalan tersebut telah masuk dalam rencana jalan poros desa karena menghubungkan tiga desa sekaligus, Panggalih, Karangsewu, dan Cikarang.

“Jalan itu direncanakan sebagai jalan poros desa. Saat kami survei bersama DPMD Garut belum bisa masuk karena hujan lebat. Faktanya, bukan hanya jalan desa, jalan kabupaten di wilayah itu juga masih berupa tanah,” jelas Ade.

Menurutnya, kondisi serupa bukan kasus tunggal melainkan potret umum wilayah Jawa Barat bagian selatan, termasuk Garut, Cianjur, dan Sukabumi.

“Hampir merata kondisi jalan di selatan Jawa Barat,” ucapnya.

DPMD Jabar menilai keterbatasan anggaran menjadi faktor krusial lambannya perbaikan jalan. Panjang jalan Desa Panggalih yang menghubungkan antardesa mencapai 13 kilometer, sementara kemampuan keuangan desa sangat terbatas.

“Pendapatan asli desa hanya mengandalkan hasil bumi, dan BUMDes belum memberi kontribusi signifikan. Dengan panjang jalan 13 kilometer, tentu tidak mudah,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, Desa Panggalih sangat bergantung pada dana desa, bantuan keuangan provinsi, serta alokasi anggaran dari kabupaten.

Ade menegaskan, penggunaan anggaran desa tidak bisa langsung menjawab seluruh tuntutan masyarakat dalam satu tahun anggaran. Ada skala prioritas yang ditentukan melalui mekanisme musyawarah desa.

“Penggunaan anggaran tidak semudah yang dibayangkan masyarakat. Otomatis ada prioritas pembangunan yang belum bisa direalisasikan,” ujarnya.

Bahkan, berdasarkan laporan kepala desa, hasil musyawarah desa (Musdes) pada masa pandemi Covid-19 saat itu justru memprioritaskan pembangunan gedung olahraga (GOR).

“Keputusan Musdes saat Covid menginginkan pembangunan GOR, sehingga pembangunan jalan belum bisa dilakukan,” tandasnya.

Komentar

Rekomendasi

  • Resepsi ‎Milad ke-113 Muhammadiyah, Mari Kita Jaga Kerukunan dalam Berbangsa

    Resepsi ‎Milad ke-113 Muhammadiyah, Mari Kita Jaga Kerukunan dalam Berbangsa

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Diskominfo Kab. Garut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM, Garut Kota – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Garut, Bambang Hafidz, menghadiri kegiatan Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah yang dilaksanakan di Gedung Pendopo Garut, Jalan Kiansantang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Minggu (28/12/2025). ‎Bambang Hafidz menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah. Ia mengapresiasi perayaan milad yang dinilainya tidak sekadar peringatan angka, melainkan […]

  • Sambut Lailatul Qadar, 5 Masjid di Garut yang Hidupkan I’tikaf 10 Malam Terakhir Ramadhan

    Sambut Lailatul Qadar, 5 Masjid di Garut yang Hidupkan I’tikaf 10 Malam Terakhir Ramadhan

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Sepuluh malam terakhir Ramadhan selalu menghadirkan suasana yang berbeda. Masjid-masjid mulai dipenuhi jamaah yang ingin menghidupkan malam dengan i’tikaf, qiyamul lail, tilawah Al-Qur’an, dan doa. Pada malam-malam inilah umat Islam berharap dipertemukan dengan Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Di Kabupaten Garut, sejumlah masjid menjadi tempat berkumpulnya jamaah yang ingin memaksimalkan […]

  • 5 Destinasi Wisata Favorit di Garut Saat Libur Idul Fitri

    5 Destinasi Wisata Favorit di Garut Saat Libur Idul Fitri

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Momentum Idul Fitri bukan hanya tentang silaturahmi dan saling memaafkan, tetapi juga menjadi waktu yang tepat untuk melepas penat bersama keluarga. Setelah perjalanan mudik dan rangkaian ibadah Ramadan, berwisata ringan di alam terbuka bisa menjadi pilihan menyenangkan. Garut, dengan pesona alamnya yang sejuk dan beragam, menawarkan banyak destinasi menarik yang cocok dikunjungi saat […]

  • Atheis ala Achdiat K. Mihardja

    Atheis ala Achdiat K. Mihardja

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Atheis merupakan novel karya Achdiat Karta Mihardja yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1949 oleh Balai Pustaka. Cetakan ke-2 novel ini diterbitkan pada tahun 1957, cetakan ke-3 pada tahun 1960, cetakan ke-4 pada tahun 1960, cetakan ke-5 pada tahun 1969, cetakan ke-6 pada tahun 1976, cetakan ke-10 tahun 1989, cetakan ke-18 pada tahun […]

  • 5 Tempat Ngopi Hits di Garut Saat Long Weekend, Nyaman buat Healing dan Quality Time

    5 Tempat Ngopi Hits di Garut Saat Long Weekend, Nyaman buat Healing dan Quality Time

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Liburan panjang di Garut selalu punya cara sederhana untuk meninggalkan kesan. Setelah menikmati hangatnya Cipanas, menyusuri pusat kota, atau berburu oleh-oleh khas dodol, banyak wisatawan memilih menutup hari dengan duduk santai di coffee shop yang nyaman. Di tengah udara Garut yang sejuk, secangkir kopi sering kali menjadi teman terbaik untuk memperlambat waktu, menghangatkan obrolan, […]

  • Nah Ini Dia! 5 Keutamaan Kopi yang Tumbuh di Lereng Gunung Papandayan

    Nah Ini Dia! 5 Keutamaan Kopi yang Tumbuh di Lereng Gunung Papandayan

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Gunung Papandayan di Garut bukan hanya terkenal dengan panorama kawah dan padang edelweisnya, tetapi juga dengan kopi yang tumbuh di lereng-lerengnya. Kopi Papandayan memiliki karakter unik yang lahir dari perpaduan tanah vulkanik subur, udara sejuk pegunungan, dan tradisi petani lokal yang penuh dedikasi. Berikut adalah 5 keutamaan kopi dari Papandayan yang membuatnya layak […]

expand_less