Breaking News
dark_mode

Saatnya Bangun Generasi Muda Berprestasi dan Berjiwa Nasionalis

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TIGARUT.COM — Direktur Bina Ideologi, Karakter, dan Wawasan Kebangsaan, Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Ditjen Polpum) Kementerian Dalam Negeri RI, Sri Handoko Taruna, membuka secara resmi kegiatan Seminar Nasionalisme Goes to School Tahun 2026, yang bertempat di Gedung Pendopo Garut, Kecamatan Garut Kota, Rabu (28/1/2026).

Kegiatan strategis ini merupakan hasil kolaborasi antara Ditjen Polpum Kemendagri dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Garut, dengan mengusung tema inspiratif: “Berprestasi Tanpa Kehilangan Empati”.

Sri Handoko Taruna menyampaikan rasa bangganya karena ia dapat hadir langsung di tengah generasi muda Garut. Ia menekankan bahwa pembangunan karakter dan nasionalisme merupakan fondasi utama bagi kemajuan bangsa di masa depan.

“Hatur nuhun untuk kerja samanya, sehingga sekecil apapun aktivitas yang dilakukan, saya yakin akan mendapatkan manfaat yang luar biasa. Kami berharap para siswa terutama generasi muda Indonesia dalam kegiatan seminar ini mampu menjadi agen perubahan yang dibagikan ke lingkungan terkecilnya untuk bersama kita memberikan hal positif untuk bangsa dan negara,” ujar Handoko.

Ia menambahkan bahwa tujuan utama seminar ini adalah mencetak generasi emas yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme yang kuat serta rasa empati terhadap sesama.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, menyambut hangat kehadiran jajaran Kemendagri. Ia mengapresiasi keputusan Ditjen Polpum yang menjadikan Kabupaten Garut sebagai lokus pembinaan ideologi bagi generasi muda.

Menurut Nurdin, di tengah kemajuan teknologi informasi yang masif, generasi muda saat ini tumbuh dalam dunia yang seolah tanpa batasan. Kemampuan adaptasi teknologi mereka yang tinggi harus diimbangi dengan tatanan nilai kebangsaan agar tidak kehilangan jati diri.

“Karena mereka memiliki kemampuan mengkoordinir di dimanapun. Ini saya kira sehingga Ditjen Polpum masuk dalam memberikan tatanan yang bernasionalis kepada kita,” jelas Nurdin Yana.

Pemerintah Kabupaten Garut berharap melalui seminar ini, para pelajar dapat lebih bijak dalam bersosial media dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Acara ditutup dengan sesi diskusi interaktif antara narasumber dan para pelajar.***

Komentar

Rekomendasi

  • Dedi Mulyadi dan Wacana Bayar Jalan: Rakyat Jangan Terus Diperas

    Dedi Mulyadi dan Wacana Bayar Jalan: Rakyat Jangan Terus Diperas

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Alimudin Garbiz, Share Creator, Pemerhati Sosial Politik
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Dedi Mulyadi melempar wacana penghapusan pajak kendaraan bermotor lalu menggantinya dengan sistem bayar jalan provinsi. Sekilas terdengar modern dan inovatif. Dibungkus dengan istilah “keadilan”: siapa yang sering memakai jalan, dia yang lebih banyak membayar.   Tetapi rakyat tidak hidup dari istilah. Rakyat hidup dari pengeluaran sehari-hari.   Hari ini masyarakat sudah dibebani: harga sembako […]

  • Ilmu dan Istri

    Ilmu dan Istri

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Ilmu tertinggi seorang istri adalah ilmu mentaati suami. Tahu satu hadits tentang taat pada suami dan mengamalkannya sepenuh hati, lebih utama dari kuliah sampai S3 tapi malah jadi merendahkan suami.   Sekolah dan pendidikan bagi perempuan yang tidak menjadikannya taat pada suaminya adalah pendidikan tidak bermakna. Anugrah tertinggi bagi orang beriman adalah ridha Allah […]

  • Jati Diri Manusia Sunda Sejati ala Haji Hasan Mustofa

    Jati Diri Manusia Sunda Sejati ala Haji Hasan Mustofa

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Ibn Ghifarie, Penulis dan Peneliti Agama dan Media
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Diakui atau tidak, keberadaan Ki Sunda (bahasa, aksara, sastra, agama) tinggal menanti sang penjemput ajal tiba. Ibarat pepatah, hidup enggan mati tak mau. Pasalnya, kehadiran mojang-jajaka selaku generasi penerus sekaligus penjaga khazanah kesundaan tak mau belajar kesundaan. Sekadar contoh, kawula muda bangga berkomunikasi dengan memakai bahasa persatuan (Indonesia ala Betawi) di Tanah Pasundan. […]

  • Lebaran Pengorbanan

    Lebaran Pengorbanan

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Saudaraku, lebaran di tengah paceklik dan kerentanan adalah lebaran penuh pengorbanan. Tatkala cadangan BBM menipis; harga dan ongkos melambung, seorang majikan mencoba menahan asisten rumah tangganya untuk tidak mudik. Tak diduga sang asisten berkata: “Tuan bisa menikmati berbagai macam kebahagiaan sepanjang tahun, sedang kebahagian saya cuma sekali setahun, yaitu mudik lebaran. Apakah kebahagiaan satu-satunya […]

  • Merawat Harapan

    Merawat Harapan

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle Dewi Susilawati Sofyan, Guru di Garut
    • 0Komentar

    Setiap hari yang berganti, selalu saja ada cerita. Kadang datang membawa kebahagiaan, kadang menghadirkan ujian. Ada masalah yang terasa ringan, ada pula yang begitu berat hingga membuat dada sesak. Namun, jangan biarkan hati kehilangan harapan. Tenanglah… karena setiap masalah yang Allah izinkan hadir, selalu Allah siapkan pula jalan keluarnya. Tidak ada satu pun ujian yang […]

  • Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

    Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Kita lanjutkan cerita Taufik Hidayat yang ini (bukan yang itu). Saya sudah beberkan kekejaman monster berwajah manusia ini sebelumnya. Sekarang, ada baiknya kita mengenal psikopat ini lebih dalam lagi. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!   Taufik Hidayat, monster berwajah manusia berusia 30 tahun. Ia lahir 14 Juni 1996 di Bandung. Ia telah mengubah […]

expand_less