Breaking News

Dusun Deliek, Nostalgia Garut Tempo Dulu

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
  • visibility 275
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Suasana zaman dulu atau Jadul, selalu dirindukan oleh berbagai kalangan. Jika ingin bernostalgia dengan suasana jadul di Garut, yuk coba datang ke tempat yang satu ini.

Nama tempatnya Dusun Deliek. Berlokasi di Jalan Raya Karangpawitan-Wanaraja, Nomor 64, Kecamatan Karangpawitan, Garut. Sekitar 15 menit jarak tempuhnya, dari pusat kota jika berkendara menggunakan motor atau mobil ke arah Utara.

Berbeda dengan tempat makan lainnya, tempat ini sangat vintage dan sarat akan nuansa jadul, atau dalam bahasa Sunda disebut jaman baheula.

Suasana tempo dulu bakal langsung terasa ketika memasuki tempatnya. Beragam ornamen yang tersedia, menarik ingatan siapapun yang datang ke memori masa lalunya di kampung.

Tempatnya terbuka dipenuhi dengan tanaman dan bangunan-bangunan khas masa lalu. Ada balai-balai hingga bangunan utama yang full dibangun dengan kayu dan bambu

Ada beragam ornamen yang mempercantik tempat ini dan mengentalkan nuansa zaman dulunya. Mulai dari sangkar burung, majalah hingga iklan produk jamu masa lawas yang terpampang di dinding.

Menu makanannya juga beragam dan tradisional. Ada gudeg nangka dan telur, opor, pecel sambal tumpang, rendang Jawa, ayam, pecel, dan balakutak.

Ada juga beragam minuman yang tersedia. Di antaranya teh tarik deliek, aneka jus, hingga kopi tubruk, dan es kelapa kayas. “Menu makanan dan minuman yang kami sediakan mayoritas berharga di bawah Rp 20 ribu,” ungkap Luqman, pengelola Dusun Deliek dikutip dari detik, Sabtu (3/1/2025).

Tempatnya cocok untuk makan siang dan ngadem, menepi dari hiruk-pikuk perkotaan. Sebab, selain bangunan lawas, terdapat air mengalir hingga sawah mini yang ada di dalam restorannya.

Tempat ini diprediksi bakal jadi primadona baru di wilayah perkotaan Garut. Dengan duit Rp 100 ribu, detikers bisa pulang kenyang dengan tiga hingga empat orang kerabat.

Tempat ini mulai dibuka untuk umum, pada Rabu, (13/8/2025). Jam sarapan, makan siang hingga sore hari menjadi waktu yang tepat untuk berkunjung ke tempat ini.

Di awal pembukaannya, pengelola menyelenggarakan pertunjukan kemerdekaan yang diperankan para pejuang kemerdekaan dan warga kampung.

Acara ini ramai disambut masyarakat. Sejumlah kakek dan nenek serta anak-anak yang ikut serta, mengajak para penontonnya kembali ke masa lalu, di zaman kemerdekaan.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Umat Islam dan Kesadaran Ekologi yang Minimalis

    Umat Islam dan Kesadaran Ekologi yang Minimalis

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Ahmad Gibson al-Bustomi, Dosen Filsafat dan Teologi
    • visibility 336
    • 0Komentar

    “Dan tidaklah aku utus engkau melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam” (al-anbiya:107) TIGARUT.COM — Tidaklah perlu untuk membuka dan membolak-balik lembaran al-Qur’an untuk memastikan “doktrin” Islam tentang kemestian untuk memperhatikan dan perduli terhadap kelestarian lingkungan hidup (alam). Karena, salah satu tujuan utama kehadiran Islam di muka bumi ini adalah sebagai rahmat bagi seluruh alam. Lebih dari sekedar […]

  • Gowes, Gen Z, dan Garut: Ketika Sepeda Jadi Gaya Hidup!

    Gowes, Gen Z, dan Garut: Ketika Sepeda Jadi Gaya Hidup!

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 252
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Di Garut, sepeda bukan lagi sekadar kendaraan menuju warung atau sawah. Ia telah naik kasta menjadi simbol “kalcer”: lifestyle yang memadukan olahraga, nongkrong, konten Instagram, dan tentu saja—ngopi setelah tanjakan. Anak Gen Z Garut kini tidak cuma mengejar Wi-Fi kencang, tapi juga cadence stabil dan heart rate yang “aman terkendali”. Fenomena ini bukan […]

  • Korban Tinggal Sama Taufik Karena Cinta atau Manipulasi?

    Korban Tinggal Sama Taufik Karena Cinta atau Manipulasi?

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Nurul Indra, Mantan Jurnalis, Asisten Peneliti
    • visibility 108
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Ada satu misteri tentang kasus Taufik yang masih jadi tanda tanya besar di kepalaku : detik pertama korban tinggal bersama Taufik itu karena cinta, atau karena manipulasi?   Setelah aku susun 3 versi cerita dari keluarga, polisi, dan rekan kerja kayak kepingan puzzle, ada beberapa titik yg janggalnya nggak manusiawi. aku tau, paling […]

  • Guru Muda Maju, Guru Tua Mundur:

    Guru Muda Maju, Guru Tua Mundur:

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Wijaya Kusumah - omjay
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Saatnya Memberi Ruang, Bukan Menghilang   “Guru muda maju, guru tua mundur.” TIGARUT.COM — Kalimat itu saya dengar dalam sebuah pertemuan guru. Sebagian orang menafsirkannya sebagai tanda bahwa guru senior sudah waktunya menepi. Ada pula yang menganggapnya sebagai ajakan agar generasi muda mengambil alih panggung pendidikan.   Saya tersenyum mendengarnya.   Dalam hati saya berkata, “Guru […]

  • 5 Madrasah Pilihan di Garut, Lengkap dengan Alamatnya

    5 Madrasah Pilihan di Garut, Lengkap dengan Alamatnya

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 102
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Garut memiliki banyak pilihan lembaga pendidikan berbasis Islam yang bisa menjadi pertimbangan orang tua untuk melanjutkan pendidikan putra-putrinya. Madrasah tidak hanya memberikan pembelajaran akademik, tetapi juga memadukannya dengan pendidikan agama dan pembentukan karakter. Karena itu, madrasah menjadi salah satu pilihan menarik bagi keluarga di Garut. Berikut lima madrasah negeri di Garut yang bisa menjadi […]

  • 5 Alasan Voice of Baceprot Kritik Jalan Banjarwangi-Singajaya Garut

    5 Alasan Voice of Baceprot Kritik Jalan Banjarwangi-Singajaya Garut

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 53
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM – Voice of Baceprot (VoB) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kampung halaman. Band metal asal Singajaya, Garut, tersebut pernah menyoroti kondisi infrastruktur jalan Banjarwangi-Singajaya yang rusak dan dinilai membahayakan pengguna jalan. Kritik VoB menarik perhatian karena disampaikan oleh putri daerah yang telah membawa nama Garut hingga panggung internasional. Berikut lima alasan mengapa persoalan jalan Banjarwangi-Singajaya […]

expand_less