Breaking News
dark_mode

Pelantikan MUI Garut 2025-2030, Jadikan Awal Baru dan Semangat Pengembang Amanah

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TIGARUT.COM — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat, Aang Abdullah Zein, Melantik dan Pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut Masa Khidmat 2025-2030, yang dilaksanakan di Gedung Pendopo Garut, Jalan Kabupaten, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (7/1/2026).

Kegiatan ini di hadiri juga oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Forkopimda, Anggota DPRD Kabupaten Garut, Kepala Kemenag Kabupaten Garut, serta pengurus MUI Kabupaten Garut.

Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Barat, Aang Abdullah Zein, menyampaikan rasa syukur dan berbahagia dalam mengikuti kegiatan pelantikan dan pengukuhan Pengurus MUI di Kabupaten Garut.

Terdapat 4 pilar utama MUI Provinsi Jawa Barat yang selaras dengan tujuan akhir untuk bersinergi dengan MUI di Kabupaten Garut, diantaranya;

1. Bersatu dalam satu Aqidah

2. Berjama’ah dalam ibadah

3. Toleransi dalam khilafiyah (perbedaan pendapat)

4. Bekerja sama dalam dakwah

Untuk seluruh pengurus yang baru dilantik untuk bisa bekerja keras, cerdas, tuntas, ikhlas serta bersinergitas. “Bersinergilah dengan pemerintahan, bersinergilah dengan seluruh jajaran sehingga MUI mewarnai dan memberi rasa pada seluruh ranah masyarakat kita,” ajaknya.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, yang selaku Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kabupaten Garut yang baru dilantik, menyampaikan “Wilujeng sumping” (Selamat datang) kepada Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Barat, Aang Abdullah Zein, yang telah berkenan hadir di Kabupaten Garut.

Setelah di lantik, dirinya menyampaikan rasa syukur dan suatu kehormatan menjadi bagian dari keluarga MUI di Kabupaten Garut.

Kepada pengurus yang baru dilantik untuk senantiasa memposisikan terkait dinamika di Kabupaten Garut untuk mengembang amanah demi masyarakat.

Syakur mengucapkan terima kasih kepada pengurus MUI Masa Khidmat tahun 2020-2025 atas dedikasi yang telah tertuang dalam pengabdian serta berpesan kepada pengurus MUI masa Khidmat tahun 2025-2030 agar mempersiapkan program kerja demi mengahadapi tantangan yang kompleks di Kabupaten Garut.

Ketua MUI Kabupaten Garut masa Khidmat 2020-2025, A. Abdul Mujib Muhamad, menilai kegiatan ini merupakan wujud dari bukti nyata pengakuan untuk bekerja disebuah lembaga melalui pengukuhan. “Mudah-mudahan Allah memberikan rahmat dan ridhonya,” ungkapnya.

Organisasi tercipta karena adanya seseorang yang berjiwa kepemimpinan didalam pengurusan untuk menimbang pekerjaan. “Karena tugas pemimpin harus menfungsikan 4 tugas kepemimpinan yaitu sebagai perintis, penyelaras, pemberdaya, dan panutan,” tegasnya

Ketua MUI Kabupaten Garut Masa Khidmat 2025-2030, Rd. Amin Muhyiddin Maolani, menjelaskan bahwa pelantikan dan pengkuhan ini sebagai dari pemenuhan amanah keumatan.

“MUI hadir sebagai Khadimul Ummah dan Shadiqul Hukumah menjaga marwah ulama sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan kemaslatan umat dan kemajuan masyarakat khususnya di Kabupaten Garut,” jelasnya.

Tema transformasi lembaga MUI tahun 2025-2030 di tuntut untuk beradaptasi secara kelembagaan dalam penguatan organisasi maupun kemanfaatan ruang digital yang tertuang dalam nilai keulamaan.

Pihaknya berkomitmen, MUI Kabupaten Garut bisa menjadikan pemenuhan pondasi berdasarkan tata kelola yang baik serta berkolaboratif sampai dengan tingkat Kecamatan.

“Kami yang meyakini bahwa kemajuan Kabupaten Garut harus ditopang oleh kekuatan moral dan spiritual. MUI siap bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan forkopimda dalam menjaga stabilitas, kerukunan umat, serta iklim yang kondusif bagi pembangunan daerah,” tegasnya.

Diakhir, Ia berpesan kepada pengurus yang baru dilantik untuk senantiasa sejalan mengembang amanah.

“Jadikan masa khidmat ini sebagai masa pengabdian yang memiliki fokus pada integritas, kerja nyata untuk kebermanfatan umat dan masyarakat,” tutupnya.

Berikut susunan kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut, masa khidmat 2025-2030, meliputi:

1. Dewan Pertimbangan, 28 orang (Diketuai oleh Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng. IPU)

2. Dewan Pimpinan Harian, 16 orang (Diketuai oleh KH. Rd. Amin Muhyiddin Maolani)

3. Sekretaris Umum, 16 orang (Diketuai oleh H. Mohamad Yusuf Sapari, S.Pd., M.M.Pd.)

4. Bendahara Umum, 3 orang (Diketuai oleh H. Ropiudin Soleh, S.Ag., MM.)

Komentar

Rekomendasi

  • Nah Ini Dia! 5 Cara Nyeduh Kopi dari Garut

    Nah Ini Dia! 5 Cara Nyeduh Kopi dari Garut

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Kopi Garut, khususnya dari wilayah pegunungan seperti Papandayan, Cikuray, dan Kamojang, dikenal memiliki profil rasa buah (fruity) dan aroma yang kuat. Berikut adalah 5 cara menyeduh kopi Garut untuk hasil maksimal di tahun 2026:  1. Metode Tubruk (Tradisional) Cara paling sederhana untuk menikmati keaslian rasa kopi Garut.  Takaran: 1–2 sdm kopi bubuk halus/medium untuk […]

  • Ramadhan di Garut Tempo Dulu

    Ramadhan di Garut Tempo Dulu

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Web
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Ada masa ketika Ramadhan di Garut terasa berjalan lebih pelan. Waktu seakan memberi ruang bagi manusia untuk benar-benar merasakan hadirnya bulan suci, bukan sekadar melewatinya. Di kampung-kampung, udara pagi yang dingin dari kaki gunung menyambut orang-orang yang pulang dari sahur dengan langkah ringan dan hati yang tenang.   Masjid dan surau menjadi pusat kehidupan. […]

  • Ironi Pun Boncel

    Ironi Pun Boncel

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Ahmad Gibson al-Bustomi, Dosen Filsafat dan Teologi
    • 0Komentar

    PANAS TIRIS BASEUH TUHUR, NGEUNAH TEU NGEUNAH NU AING, NU KASORANG ULAH NYEMAH, BISI PAJAR DIPILAIN, HIJI BARANG DUA NGARAN, BONGAN DUA NU NGALANDI. (K.H. Hasan Mustapa) Dulu, ceritera epik Pun Boncel bukan merupakan cerita asing. Entah sekarang. Anak desa yang meninggalkan kampung halaman dan ibunya, menjadi pengembala kuda dan akhirnya menjadi seorang bangsawan. Ketika […]

  • Keluar dari Kapitalisme

    Keluar dari Kapitalisme

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Banyak yang bicara keluar dari kapitalisme, terutama dari para pemikir dan aktivis Islam. Sekarang, secara mengejutkan, Tempo Media mengangkatnya. Diantara semua media, Tempo adalah yang paling sadar dan paling waras. Banyak yang bicara keluar dari kapitalisme, tapi harus disadari bahwa sedikit yang paham betapa dalam, kapitalisme sudah mencengkram alam pikiran kita dan sistem sosial […]

  • Cerpen “Air Keras di Tengah Malam Jakarta”

    Cerpen “Air Keras di Tengah Malam Jakarta”

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Malam Jakarta sering terlihat biasa saja. Lampu jalan berdiri seperti penjaga yang kelelahan, angin membawa bau aspal, dan kota raksasa itu pura-pura tidur. Padahal Jakarta jarang benar-benar tidur. Ia hanya menunggu tragedi berikutnya muncul di tikungan jalan.   Kamis malam, 12 Maret 2026.   Sekitar pukul 23.37 WIB, Andrie Yunus melaju sendirian dengan motor […]

  • Lapangan Golf Ngamplang Dibangun Belanda Tahun 1912, Jadi Tempat Healing Penuh Sejarah

    Lapangan Golf Ngamplang Dibangun Belanda Tahun 1912, Jadi Tempat Healing Penuh Sejarah

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Web
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Pesona Lapangan Golf Ngamplang menjadi tempat berolahraga dan wisata keluarga favorit di Kabupaten Garut. Tak hanya untuk bermain golf, sebagian lapangan di sini dibuka untuk umum dan dijadikan sebagai tempat wisata. Saat berwisata di sini, pengunjung tidak perlu lagi khawatir terkena lemparan bola golf yang keras, karena lapangan tempat bermain golf dan lapangan yang […]

expand_less