5 Tips Aman Melintasi Wilayah Rawan Longsor di Garut Selatan
- account_circle Redaksi Tigarut
- calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TIGARUT.COM — Melintasi kawasan Garut Selatan bukan sekadar perjalanan biasa. Di balik keindahan alamnya, tersimpan potensi bencana yang perlu diwaspadai, terutama longsor saat musim hujan tiba. Bagi warga maupun pelancong, memahami langkah-langkah aman menjadi bekal penting agar perjalanan tetap nyaman dan selamat.
Dengan persiapan yang matang dan kewaspadaan tinggi, risiko bisa diminimalkan.
Berikut lima tips jitu yang bisa kamu pegang sebelum dan selama perjalanan:
1. Pantau cuaca sebelum berangkat
Jangan nekat berangkat saat hujan deras atau setelah hujan panjang. Tanah yang jenuh air sangat mudah bergerak. Cek prakiraan dari BMKG agar punya gambaran kondisi terkini.
2. Pilih waktu perjalanan yang aman
Usahakan bepergian di pagi atau siang hari. Hindari malam hari karena visibilitas rendah dan sulit mendeteksi tanda-tanda longsor seperti retakan tanah atau batu jatuh.
3. Kenali jalur dan titik rawan
Cari informasi jalur yang akan dilalui, terutama daerah tebing atau lereng curam. Tanyakan pada warga lokal atau pantau pembaruan dari BPBD setempat untuk mengetahui lokasi rawan terbaru.
4. Siapkan perlengkapan darurat
Minimal bawa senter, jas hujan, power bank, makanan ringan, dan air minum. Perlengkapan ini penting jika terjadi kondisi darurat di perjalanan.
5. Peka terhadap tanda-tanda alam
Jika melihat pohon miring tiba-tiba, suara gemuruh dari tanah, atau air sungai berubah keruh drastis, segera menjauh. Itu bisa menjadi tanda awal longsor.
Pada akhirnya, perjalanan ke Garut Selatan bukan hanya soal sampai tujuan, tetapi juga tentang bagaimana menjaga diri di tengah kondisi alam yang dinamis. Tetap waspada, siapkan rencana cadangan, dan utamakan keselamatan dalam setiap langkah perjalanan.
- Penulis: Redaksi Tigarut
- Sumber: AI
