Breaking News

Tugu Sunyi di Pinggir Jalan, Jejak Darah dan Nyali Pemuda Garut di Kubang

  • account_circle Redaksi Web
  • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
  • visibility 284
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Di tengah riuh kendaraan yang melintas di Jalan Raya Garut–Bandung, berdiri sebuah tugu kecil yang kerap luput dari pandangan. Tak mencolok, tak ramai dikunjungi, bahkan sering diselimuti rumput liar. Namun di sanalah, sejarah berdarah Garut pernah ditulis.

 

Tugu itu dikenal sebagai Tugu Pertempuran Kubang. Bagi sebagian orang, ia hanya penanda jalan. Tapi bagi sejarah, tempat ini adalah saksi bisu perlawanan nekat pemuda Garut melawan tentara Jepang pada Oktober 1945.

 

Saat itu, kemerdekaan Indonesia baru seumur jagung. Senjata api nyaris tak ada. Yang dimiliki para pemuda hanyalah bambu runcing, golok, dan keberanian yang nekat. Ketika pasukan Jepang bergerak menuju Garut, para pemuda menghadang mereka di kawasan Kubang—sebuah lembah yang kini berubah menjadi jalur lalu lintas padat.

 

Pertempuran tak seimbang pun pecah. Jepang datang dengan senjata lengkap, sementara pemuda Garut bertarung dengan tekad mempertahankan tanah kelahiran. Sebanyak 37 pejuang gugur tubuh mereka jatuh di tanah yang sama dengan tempat tugu itu berdiri sekarang.

 

Puluhan tahun berlalu. Pada 1999, tugu ini akhirnya diresmikan sebagai bentuk penghormatan. Nama-nama pejuang diabadikan di prasasti, seolah ingin berkata: “Kami pernah ada. Kami pernah melawan.”

 

Namun ironi tak terelakkan. Kini, tugu itu lebih sering sepi. Catnya memudar, rumput tumbuh liar, dan tak banyak generasi muda yang tahu cerita di baliknya. Sejarah besar tersimpan di tempat yang nyaris dilupakan.

 

Padahal, jika didengarkan dengan saksama, Tugu Kubang bukan hanya monumen. Ia adalah pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia tidak hanya diperjuangkan di kota besar, tapi juga di sudut-sudut sunyi seperti Kubang—oleh pemuda-pemuda yang memilih melawan meski tahu nyawa taruhannya.

 

Di tengah kebisingan jalan raya, tugu itu masih berdiri. Diam. Menunggu siapa pun yang mau berhenti sejenak, membaca, dan mengingat.

 

 

  • Penulis: Redaksi Web
  • Sumber: AI

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • 5 Tradisi Muludan di Garut, Warisan Islam dan Kearifan Lokal

    5 Tradisi Muludan di Garut, Warisan Islam dan Kearifan Lokal

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 45
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Bulan Rabiul Awal atau yang akrab disebut bulan Mulud menjadi salah satu momentum penting bagi masyarakat Muslim di Garut. Peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW tidak hanya diwujudkan melalui pengajian dan pembacaan selawat, tetapi juga hadir dalam beragam tradisi lokal yang diwariskan lintas generasi. Berikut 5 tradisi Muludan di Garut yang menarik untuk diketahui: 1. […]

  • Bukan Siswa yang Keras… tapi Belum Tahu Cara Menenangkan Diri

    Bukan Siswa yang Keras… tapi Belum Tahu Cara Menenangkan Diri

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Yayu Resti Purwitasari, Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Garut
    • visibility 192
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Saya pernah mendampingi seorang siswa laki-laki.   Kalau dilihat sekilas, orang akan cepat memberi label: “emosian”, “pembangkang”, bahkan “bermasalah”.   Dia mudah sekali meledak. Hal kecil bisa jadi besar.   Pernah suatu kali, hanya karena temannya ingkar janji, dia langsung marah besar… bahkan sampai mengancam lewat pesan.   Di waktu lain, dia terlibat perkelahian— […]

  • 5 Alasan Stop Normalisasi Panggilan Gelar dan Profesi di Grup Sosial

    5 Alasan Stop Normalisasi Panggilan Gelar dan Profesi di Grup Sosial

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 193
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Di era percakapan digital, grup WhatsApp, Telegram, hingga komunitas media sosial telah menjadi ruang baru untuk membangun relasi. Namun, ada satu kebiasaan yang kerap dianggap lumrah, padahal diam-diam menciptakan jarak sosial: memanggil seseorang dengan gelar akademik atau profesinya secara berlebihan di ruang informal. Panggilan seperti “Pak Dokter”, “Bu Dosen”, “Pak Haji”, “Bos Pengacara”, atau […]

  • Amerika Kalah dalam Systemic War?

    Amerika Kalah dalam Systemic War?

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Budhiana Kartawijaya, geopolitics enthusiast.
    • visibility 169
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Siapa pemenang perang ini? AS-Israel? Atau Iran? Menurut saya, pertanyaan hitam-putih seperti itu didasarkan pada asumsi bahwa perang adalah sesuatu yang langsung (direct), satu atau dua front, dan simetri. Taktik perang langsung untuk meraih strategi. Siapa yang kalah di medan front tempur (battle), dia kalah juga di peperangan (war).   Tapi sekarang ini perang […]

  • Nah Ini Dia! 13 Fakta Menarik tentang Achdiat K. Mihardja

    Nah Ini Dia! 13 Fakta Menarik tentang Achdiat K. Mihardja

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 515
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Barangkali banyak anak sekarang yang tidak lagi mengenal nama Achdiat K. Mihardja. Namun, coba tanyakan kepada orangtua mereka. Pasti orang tua mereka mengenalnya sebagai pengarang novel Atheis yang sangat fenomenal di zamannya. Bahkan, novel itu pernah menjadi bacaan wajib di sekolah-sekolah di Malaysia. Dalam artikel yang ditulis Spoila menghadirkan beberapa fakta yang perlu […]

  • Syekh Ja’far Shiddiq Cibiuk, Ulama Penyebar Islam di Garut Utara

    Syekh Ja’far Shiddiq Cibiuk, Ulama Penyebar Islam di Garut Utara

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 54
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Di antara tokoh ulama yang namanya melekat kuat dalam sejarah dan tradisi masyarakat Garut adalah Syekh Muhammad Ja’far Shiddiq Cibiuk. Sosok yang oleh masyarakat dikenal pula sebagai Embah Wali Cibiuk atau Sunan Haruman ini diyakini sebagai salah seorang penyebar Islam di kawasan Garut Utara, khususnya wilayah Limbangan dan Cibiuk. Jejak keberadaannya hingga kini masih […]

expand_less