Breaking News

Kisah Dermaga Santolo

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
  • visibility 175
  • print Cetak

Jejak Lengkap Kejayaan Rempah Zaman Belanda di Garut

TIGARUT.COM — Sebuah dermaga tua peninggalan kolonial masih berdiri di kawasan Pantai Santolo, Kabupaten Garut. Keberadaannya bukan sekadar bangunan tua, tetapi bagian dari sejarah panjang jalur perdagangan rempah di pesisir selatan Jawa Barat.

Berdasarkan laporan dari Merdeka com, dermaga ini dibangun pada awal abad ke-20, sekitar tahun 1910-an oleh pemerintah Hindia Belanda. Pembangunannya bertujuan untuk mendukung aktivitas ekspor hasil bumi dari wilayah Priangan selatan yang saat itu menjadi salah satu lumbung komoditas perkebunan.

Pada masa kejayaannya, dermaga Santolo menjadi titik penting distribusi berbagai komoditas unggulan. Hasil bumi seperti kopi, teh, karet, hingga kina diangkut dari wilayah pedalaman menuju pesisir, lalu dikirim menggunakan kapal menuju pasar internasional, terutama Eropa. Aktivitas bongkar muat berlangsung cukup ramai, menjadikan kawasan ini sebagai pelabuhan kecil yang strategis.

Secara konstruksi, dermaga ini memiliki bentuk yang unik. Struktur bangunannya menyerupai bendungan kecil dengan pola melengkung seperti huruf U. Material utamanya berupa batu cadas yang diperkuat dengan lapisan semen, mencerminkan teknik konstruksi khas masa kolonial yang mengutamakan ketahanan terhadap gelombang laut selatan yang dikenal cukup kuat.

Seiring berjalannya waktu dan perubahan jalur distribusi logistik, fungsi dermaga ini mulai ditinggalkan. Aktivitas perdagangan yang dahulu ramai perlahan menghilang, hingga akhirnya dermaga tidak lagi digunakan sebagai sarana utama pengangkutan barang.

Meski demikian, sisa-sisa bangunan masih dapat ditemukan hingga sekarang. Walaupun sebagian struktur mengalami kerusakan akibat usia dan terpaan ombak, fondasi utamanya tetap bertahan. Hal ini menjadikan dermaga Santolo sebagai salah satu peninggalan sejarah yang masih bisa disaksikan langsung oleh masyarakat.

Saat ini, kawasan dermaga telah beralih fungsi menjadi destinasi wisata. Selain nilai historis yang kuat, tempat ini juga menawarkan panorama alam yang menarik. Banyak wisatawan datang untuk menikmati suasana laut terbuka, serta pemandangan matahari terbenam yang menjadi daya tarik utama di lokasi tersebut.

Keberadaan dermaga Santolo hari ini menjadi pengingat bahwa wilayah selatan Garut pernah memiliki peran penting dalam jaringan perdagangan global. Dari tempat yang kini sunyi, pernah mengalir komoditas bernilai tinggi yang menghubungkan Nusantara dengan dunia luar.

 

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Di Saat Semua Senang Timnas Menang, Eh… Pertamax Naik Rp16.250

    Di Saat Semua Senang Timnas Menang, Eh… Pertamax Naik Rp16.250

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • visibility 113
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Baru semalam Indonesia seperti baru menemukan tambang kebahagiaan. Timnas senior menang dua kali beruntun. Oman dihajar 3-0. Mozambique ditumbangkan 1-0. Ranking FIFA naik. Garuda Muda U-19 menyingkirkan Vietnam dengan skor 2-1. Malaysia juga ikut tersingkir. Media sosial berubah menjadi taman bermain nasional. Bahkan netizen yang biasanya bertengkar soal politik mendadak akur seperti kucing dan […]

  • Demi Menyelamatkan Anggaran, PPPK akan Dikorbankan

    Demi Menyelamatkan Anggaran, PPPK akan Dikorbankan

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • visibility 172
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Berembus kuat, akan ada PHK massal untuk pegawai PPPK. Mereka dipandang paling rasional untuk “dikorbankan” demi penyelamatan anggaran. Benarkah demikian? Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak! Semua bermula dari sebuah mahakarya kebijakan bernama UU No. 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah. Isinya sederhana, elegan, dan mematikan. Belanja pegawai maksimal 30% dari […]

  • Nah Ini Dia! 5 Keutamaan Kopi yang Tumbuh di Lereng Gunung Papandayan

    Nah Ini Dia! 5 Keutamaan Kopi yang Tumbuh di Lereng Gunung Papandayan

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 264
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Gunung Papandayan di Garut bukan hanya terkenal dengan panorama kawah dan padang edelweisnya, tetapi juga dengan kopi yang tumbuh di lereng-lerengnya. Kopi Papandayan memiliki karakter unik yang lahir dari perpaduan tanah vulkanik subur, udara sejuk pegunungan, dan tradisi petani lokal yang penuh dedikasi. Berikut adalah 5 keutamaan kopi dari Papandayan yang membuatnya layak […]

  • Puncak Prestasi Seorang Muslim 

    Puncak Prestasi Seorang Muslim 

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • visibility 164
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Inilah Puncak Prestasi Seorang Muslim 1. Amal-amal kebaikannya lebih banyak dari dosa-dosa dan kesalahannya.   2. Tidak termasuk golongan yang amalnya banyak di hadapan manusia dan banyak menuai pujian manusia, tapi di akhirat hanya debu beterbangan karena tidak bermakna, yang pahalanya dilemparkan ke wajahnya sambil Allah berkata: “Cari pujian manusia dari amal-amalmu!! Kamu […]

  • Yuk Kenali Tokoh Intelektual Urang Garut, Yus Rusyana

    Yuk Kenali Tokoh Intelektual Urang Garut, Yus Rusyana

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 356
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Prof. Dr. Yus Rusyana dilahirkan di Pameungpeuk, Garut Selatan, pada tanggal 24 Maret 1938. Jenjang pendidikan dasar ia lalui di Sekolah Rakyat Negeri Pameugpeuk (1946-1952).  Kekaguman terhadap sosok guru yang mengajarnya di sekolah menumbuhkan minatnya untuk berkiprah di bidang pengajaran. Ia melanjutkan pendidikan menengah di Sekolah Guru B Negeri 1 Garut (SGBN 1 Garut) […]

  • 5 Tradisi Unik Lebaran di Garut. Apa Aja?

    5 Tradisi Unik Lebaran di Garut. Apa Aja?

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 203
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Lebaran di Garut bukan sekadar momen saling memaafkan, tetapi juga ruang hidup bagi tradisi yang sarat makna. Di tengah suasana pegunungan yang sejuk dan budaya Sunda yang kental, masyarakat Garut merayakan Idulfitri dengan cara-cara khas yang diwariskan turun-temurun. Berikut lima tradisi unik Lebaran di Garut yang menarik untuk disimak:   1. Ngaliwet Bareng […]

expand_less