Kisah Dermaga Santolo
- account_circle Redaksi Tigarut
- calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jejak Lengkap Kejayaan Rempah Zaman Belanda di Garut
TIGARUT.COM — Sebuah dermaga tua peninggalan kolonial masih berdiri di kawasan Pantai Santolo, Kabupaten Garut. Keberadaannya bukan sekadar bangunan tua, tetapi bagian dari sejarah panjang jalur perdagangan rempah di pesisir selatan Jawa Barat.
Berdasarkan laporan dari Merdeka com, dermaga ini dibangun pada awal abad ke-20, sekitar tahun 1910-an oleh pemerintah Hindia Belanda. Pembangunannya bertujuan untuk mendukung aktivitas ekspor hasil bumi dari wilayah Priangan selatan yang saat itu menjadi salah satu lumbung komoditas perkebunan.
Pada masa kejayaannya, dermaga Santolo menjadi titik penting distribusi berbagai komoditas unggulan. Hasil bumi seperti kopi, teh, karet, hingga kina diangkut dari wilayah pedalaman menuju pesisir, lalu dikirim menggunakan kapal menuju pasar internasional, terutama Eropa. Aktivitas bongkar muat berlangsung cukup ramai, menjadikan kawasan ini sebagai pelabuhan kecil yang strategis.
Secara konstruksi, dermaga ini memiliki bentuk yang unik. Struktur bangunannya menyerupai bendungan kecil dengan pola melengkung seperti huruf U. Material utamanya berupa batu cadas yang diperkuat dengan lapisan semen, mencerminkan teknik konstruksi khas masa kolonial yang mengutamakan ketahanan terhadap gelombang laut selatan yang dikenal cukup kuat.
Seiring berjalannya waktu dan perubahan jalur distribusi logistik, fungsi dermaga ini mulai ditinggalkan. Aktivitas perdagangan yang dahulu ramai perlahan menghilang, hingga akhirnya dermaga tidak lagi digunakan sebagai sarana utama pengangkutan barang.
Meski demikian, sisa-sisa bangunan masih dapat ditemukan hingga sekarang. Walaupun sebagian struktur mengalami kerusakan akibat usia dan terpaan ombak, fondasi utamanya tetap bertahan. Hal ini menjadikan dermaga Santolo sebagai salah satu peninggalan sejarah yang masih bisa disaksikan langsung oleh masyarakat.
Saat ini, kawasan dermaga telah beralih fungsi menjadi destinasi wisata. Selain nilai historis yang kuat, tempat ini juga menawarkan panorama alam yang menarik. Banyak wisatawan datang untuk menikmati suasana laut terbuka, serta pemandangan matahari terbenam yang menjadi daya tarik utama di lokasi tersebut.
Keberadaan dermaga Santolo hari ini menjadi pengingat bahwa wilayah selatan Garut pernah memiliki peran penting dalam jaringan perdagangan global. Dari tempat yang kini sunyi, pernah mengalir komoditas bernilai tinggi yang menghubungkan Nusantara dengan dunia luar.
- Penulis: Redaksi Tigarut
- Sumber: Merdeka com
