Breaking News
dark_mode

Maksud Pidato Bung Karno, Kita “Bukan Bangsa Tempe”!

  • account_circle Sukron Abdilah
  • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TIGARUT.COM — Ada satu pidato Bung Karno yang sampai kini masih bikin saya senyum kecut tiap kali lihat tahu goreng di warkop kampus. Tahun 1963, di depan para buruh tani dan rakyat kecil, Soekarno dengan lantang berkata: “Bangsa Indonesia bukan bangsa tempe!”

Kalimat itu meledak seperti petir di siang bolong. Tapi lucunya, kalau diucapkan di tahun 2025, mungkin orang malah mikir: “Emang kenapa, Pak? Tempe kan sumber protein nabati yang sehat dan lokal!”

Namun di balik kalimat yang sering disalahpahami itu, tersimpan filsafat tentang mental bangsa—tentang harga diri, kemandirian, dan keberanian berpikir besar. Dan bagi saya, alumnus Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung yang dulu sering debat di kantin sambil ngopi sachet, pidato itu lebih dari sekadar orasi politik: ia adalah pelajaran komunikasi eksistensial ala Jürgen Habermas, versi Nusantara.

Panasnya Panggung Pidato

Bayangkan suasana Indonesia saat itu: ekonomi sedang goyah, tekanan politik dari luar negeri makin kencang, dan sebagian rakyat mulai pesimis dengan masa depan. Di tengah situasi itu, Soekarno naik ke podium dan berteriak lantang, suaranya menggema:

“Kalau bangsa ini mau jadi bangsa besar, jangan punya mental tempe! Mental kecut, mental penakut, mental menyerah!”

Pidato itu bukan sekadar ajakan untuk berhenti makan tempe, tapi sindiran keras terhadap mentalitas bangsa yang minder (Bhs Sunda: dusunan) terhadap bangsa lain. Ia bicara soal martabat dan keberanian berpikir mandiri, bahwa bangsa besar tak bisa tumbuh dari jiwa yang gampang nyerah.

Dan di sinilah menariknya—kalimat itu menembus waktu. Enam dekade kemudian, di ruang diskusi mahasiswa UIN Bandung, kami masih membicarakan hal yang sama: mentalitas bangsa dan komunikasi keberanian. Bedanya, dulu Soekarno berdiri di podium, sekarang kami berdiri di depan dosen sambil gemetar karena presentasi belum siap.

Saya masih ingat suatu sore di tahun 2006. Di warung depan kampus UIN Bandung, teman saya—seorang aktivis UKM yang suka debat—tiba-tiba nyeletuk,

“Bro, gue tuh kadang bingung, kenapa bangsa kita masih suka minder? Bung Karno udah bilang bukan bangsa tempe, tapi mentalnya masih kayak adonan kedelai, gampang diaduk!”

Kami pun tertawa, tapi lalu jadi serius. Karena kalimat itu menohok. Kami bicara soal bagaimana mahasiswa sering takut bicara di forum, takut berbeda pendapat dengan dosen, bahkan takut gagal.

Di situ saya sadar, “mental tempe” bukan soal makanan, tapi soal mindset. Bung Karno seolah menantang kita untuk berani berpikir dan berdialog tanpa rasa takut. Dan inilah titik di mana teori Habermas nyambung: bahwa komunikasi sejati terjadi ketika semua orang berani bicara jujur untuk mencari kebenaran bersama, bukan sekadar mengulang apa yang ingin didengar.

Komentar

Rekomendasi

  • Waspada Pungli di Pantai Garut Saat Libur Lebaran

    Waspada Pungli di Pantai Garut Saat Libur Lebaran

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Libur Lebaran selalu membawa berkah bagi sektor wisata Garut, terutama kawasan pantai selatan seperti Sayang Heulang, Santolo, dan Rancabuaya. Namun di balik ramainya wisatawan, muncul persoalan klasik yang kembali viral: dugaan pungutan liar (pungli). Dalam beberapa hari terakhir, keluhan wisatawan tentang tarif masuk yang tidak jelas kembali ramai di media sosial, bahkan menjadi perhatian […]

  • Komitmen Garut Ciptakan SDM Unggul

    Komitmen Garut Ciptakan SDM Unggul

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, secara resmi menutup Pelatihan bagi Para Pencari Kerja Tahun 2026 sekaligus meninjau Gelar Karya Vokasi di Area UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Garut, Jalan Raya Samarang, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Kamis (16/4/2026). Program ini merupakan kolaborasi strategis antara Pemerintah Kabupaten Garut dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI yang dirancang untuk […]

  • 5 SMA Terbaik di Garut 2025, Rekomendasi Sekolah Favorit dengan Prestasi Unggulan

    5 SMA Terbaik di Garut 2025, Rekomendasi Sekolah Favorit dengan Prestasi Unggulan

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Web
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM – Mencari SMA terbaik di Garut menjadi hal penting bagi orang tua dan calon peserta didik menjelang penerimaan peserta didik baru (PPDB). Kabupaten Garut memiliki sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) unggulan yang dikenal berprestasi, berkualitas, dan konsisten melahirkan lulusan berdaya saing tinggi.   Berdasarkan reputasi akademik, prestasi siswa, serta minat masyarakat, berikut 5 SMA […]

  • Ritel Fesyen Sungguh Sangat Menarik Hati

    Ritel Fesyen Sungguh Sangat Menarik Hati

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Tedi Taufiqrahman, Penulis Leupas
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Baca laporan dari McKinsey tentang masa depan industri retail fashion 2026 memang sangat menarik. Berbekal laporan yang kaya gini saja, biasanya bikin orang jadi paling tahu masa depan. Paling pintar bernubuat. Dan kita sebagai orang paling bisa berdecak kagum; Oh ya? Akan seperti itu? Tahun kemarin, 2024 saya dengar ada seseorang meramalkan bahwa […]

  • Cara Warga Desa “Dipaksa” Belanja ke Kopdes Merah Putih

    Cara Warga Desa “Dipaksa” Belanja ke Kopdes Merah Putih

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Satu kelebihan pemerintah, ia punya power memaksa. Mungkin selama ini Kopdes Merah Putih atau KDMP banyak jadi lelucon. “Wah, bakal jadi kopdes rumah hantu tu.” Pemerintah lalu mengeluarkan jurus mematikan, memaksa warga desa untuk belanja di Kopdes walau jaraknya jauh. Caranya? Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak! Nuan bayangkan suatu pagi di desa. […]

  • Program BK

    Program BK

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Yayu Resti Purwitasari, Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Garut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — STOP jangan lagi bikin program BK cuman ganti tahun ajaran saja…. Ada cara lebih mudah…. aku punya contekannya….   Sekarang sudah gak bingung lagi diburu-buru beresin program BK…   Perlu kita pahami bersama bahwa sampai saat ini memang tidak ada panduan teknis yang benar-benar baku atau menyeragamkan bentuk administrasi BK di semua sekolah. […]

expand_less