Breaking News

Nah Ini Dia! 13 Fakta Menarik tentang Achdiat K. Mihardja

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
  • visibility 517
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Barangkali banyak anak sekarang yang tidak lagi mengenal nama Achdiat K. Mihardja. Namun, coba tanyakan kepada orangtua mereka. Pasti orang tua mereka mengenalnya sebagai pengarang novel Atheis yang sangat fenomenal di zamannya.

Bahkan, novel itu pernah menjadi bacaan wajib di sekolah-sekolah di Malaysia. Dalam artikel yang ditulis Spoila menghadirkan beberapa fakta yang perlu kamu ketahui tentang Achdiat K. Mihardja.

1. Kakek dari Jamie Aditya

Pasti sering dengar nama Jamie Aditya, dong? Itu loh, mantan VJ MTV, musisi, dan aktor yang pernah jadi juri Indonesian Idol. Ati Ashyawati, putri Achdiat menikah dengan pria berkebangsaan Australia. Dari pasangan itu, lahirlah seorang anak bernama Jamie Aditya, cucu Achdiat.

2. Seorang guru Taman Siswa

Setamat AMS (SMA zaman dahulu) jurusan Sastra-Budaya Timur, Achdiat bekerja sebagai guru Taman Siswa di daerah Kemayoran, Betawi. Ketika itu, ia digaji sebesar 20 gulden.

3. Buka warung kelontong

Setelah tidak menjadi guru, Achdiat tinggal di Bandung, tepatnya di gang Kebon Manggu. Di tempat itu, ia membuka warung kelontong yang menjual keperluan sehari-hari, seperti beras, kayu bakar, ikan asin, gula, garam, terasi, dan keperluan rakyat kecil lainnya. Di warung itulah, anak pertamanya dilahirkan.

4. Wartawan lepas pemilik pabrik kue dan roti

Setelah anak pertamanya lahir, Achdiat membeli pabrik kue dan roti dari seorang China yang bangkrut karena kalah judi. Sambil mengelola pabrik kuenya, ia menjadi wartawan freelance di berbagai surat kabar berbahasa Indonesia, Sunda, dan Belanda.

5. Ditawari kerja di Balai Pustaka

Suatu sore di hari Sabtu, Achdiat kedatangan tamu dari Jakarta. Tamu itu bernama Raden Satjadibrata, seorang pengarang terkenal dari Sunda yang bekerja di Balai Pustaka. Ia datang sebagai utusan pemimpin Balai Pustaka untuk menawarkan pekerjaan kepadanya.

Meski sebenarnya enggan menjadi ambtenar (pegawai pemerintah), ia menanyakan juga prihal jabatan dan gajinya. Kata Raden Satjadibrata, Achdiat akan bekerja sebagai volontair (pegawai magang) selama 3 bulan dengan gaji 40 gulden. Setelah itu, ia akan diangkat jadi adjunct hoofdredacteur (wakil redaktur kepala) dengan gaji 70 gulden.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Jalur Berkelok dan Menanjak, 5 Tips Aman dan Nyaman Melintasi Pegunungan Garut Selatan

    Jalur Berkelok dan Menanjak, 5 Tips Aman dan Nyaman Melintasi Pegunungan Garut Selatan

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 167
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Garut Selatan menyimpan pesona alam yang memikat. Hamparan perbukitan hijau, lembah yang menawan, hingga pantai selatan yang eksotis menjadi daya tarik bagi wisatawan maupun para perantau yang hendak pulang kampung. Namun, keindahan tersebut kerap diiringi tantangan berupa jalan pegunungan yang berkelok, menanjak, dan menurun tajam. Bagi pengendara, melintasi jalur pegunungan bukan sekadar soal sampai […]

  • Ketawa Rocky dengan Prabowo 

    Ketawa Rocky dengan Prabowo 

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • visibility 165
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Rocky Gerung, pengkritik Prabowo yang sangat tajam tapi dengan ringan dan tanpa beban hadir ke istana, salaman dengan Prabowo dan ketawa bersama di pelantikan sahabatnya Jumhur Hidayat. Itu menunjukkan konsistensi dia selama ini.   Rocky dikonstruk sebagai liberal. Dia membenarkan. Dia bilang, makanya saya bebas kemana pun saya pergi, karena liberal adalah orang yang […]

  • Trump Bingung oleh Peradaban Spiritualitas Islam 

    Trump Bingung oleh Peradaban Spiritualitas Islam 

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • visibility 88
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — 20 juta lebih rakyat Iran yang hadir dan menangis sedih karena pemimpin yang dicintainya syahid, dikatakan Trump sebagai “air mata palsu.” ODGJ gini pantesnya diapain gaess? Ini sudah penghinaan. Tapi wajar sih, karena itu memang stupidity (kebodohan).   Kalimat presiden negara besar seperti ini menyimbolkan betapa spritualitas Amerika Serikat benar-benar kosong, garing, nihil dari […]

  • Bekas Jembatan Kereta Api Bayongbong

    Bekas Jembatan Kereta Api Bayongbong

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Jejak Perkeretaapian Garut yang Masih Berdiri TIGARUT.COM — Di tengah hijaunya kawasan Bayongbong, Garut, masih berdiri salah satu jejak perjalanan panjang perkeretaapian Garut: bekas jembatan kereta api Bayongbong. Jembatan ini merupakan bagian dari jalur Garut–Cikajang, yang menjadi perpanjangan dari jalur Cibatu–Garut. Jalur Cibatu–Garut sendiri mulai beroperasi pada 14 Agustus 1889, sedangkan jalur Garut–Cikajang resmi dibuka untuk […]

  • Menunggu Senja di Kota Intan: Catatan Ngabuburit dari Garut

    Menunggu Senja di Kota Intan: Catatan Ngabuburit dari Garut

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Web
    • visibility 220
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Menjelang magrib di Garut selalu ada rasa yang berbeda. Udara pegunungan yang sejuk pelan-pelan berubah hangat oleh keramaian langkah orang-orang yang menanti adzan. Ngabuburit di kota ini bukan sekadar menghabiskan waktu, tetapi seperti ritual kecil untuk menyapa senja dan diri sendiri. Di pelataran Garut Town Square, anak-anak berlari kecil, remaja duduk melingkar sambil bercanda, […]

  • Bukan Siswa yang Keras… tapi Belum Tahu Cara Menenangkan Diri

    Bukan Siswa yang Keras… tapi Belum Tahu Cara Menenangkan Diri

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Yayu Resti Purwitasari, Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Garut
    • visibility 195
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Saya pernah mendampingi seorang siswa laki-laki.   Kalau dilihat sekilas, orang akan cepat memberi label: “emosian”, “pembangkang”, bahkan “bermasalah”.   Dia mudah sekali meledak. Hal kecil bisa jadi besar.   Pernah suatu kali, hanya karena temannya ingkar janji, dia langsung marah besar… bahkan sampai mengancam lewat pesan.   Di waktu lain, dia terlibat perkelahian— […]

expand_less