Breaking News
dark_mode

Suka dan Cinta

  • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
  • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TIGARUT.COM — Saudaraku, apa bedanya “aku menyukaimu” dan “aku mencintaimu”?

 

Ketika engkau menyukai bunga, kau petik ia sekejap—rupanya memikat, semerbaknya kau hirup diam-diam, lalu ia gugur bersama waktu yang engkau abaikan.

 

Ketika engkau mencintai bunga, kau sirami ia setiap hari, kau rawat tanahnya, kau jaga akarnya, kau temani tumbuhnya—dan dari kuncup yang perlahan merekah, engkau belajar kesabaran.

 

Apa bedanya suka dan cinta pada langit senja?

 

Ketika engkau menyukai langit senja, kau tatap ia sekelebat—warnanya memikat, kau jadikan semburat cahyanya jadi latar fotomu, namun tak pernah benar-benar memandangnya, lalu ia lenyap tanpa sempat engkau pahami.

 

Ketika engkau mencintai langit senja, engkau menantinya berulang kali, kau tepekur, tenggelam dalam peralihannya,

dan engkau mengerti: keindahan pun memiliki waktunya untuk berlalu.

 

Apa bedanya suka dan cinta pada lautan?

 

Ketika engkau menyukai lautan, kau saksikan permukaannya sejenak—gelombangnya memesona, debur ombaknya memekak telinga, lalu engkau pergi tanpa benar-benar mengenalnya.

 

Ketika engkau mencintai lautan, engkau mendekat tanpa jemu, kau ikuti pasang-surutnya, kau selami diamnya, dan engkau terima: kedalaman menyimpan tenang sekaligus badai.

 

Apa bedanya suka dan cinta pada manusia?

 

Ketika engkau menyukai manusia, engkau mendekat saat segalanya terasa riang dan ringan—senyumnya memikat, hangatnya menyentuh, lalu engkau menjauh ketika luka mulai mengemuka.

 

Ketika engkau mencintai manusia, engkau tetap tinggal dalam waktunya, engkau terima retaknya, engkau upayakan pulihnya, dan engkau pahami: mencintai adalah menjaga, bukan sekadar memiliki.

 

Siapa yang mengerti perbedaan sederhana ini, ia tak hanya mengenal kata—ia menyelami kehidupan: dalam setiap pertumbuhan, dalam setiap kepedihan,

dan dalam kesabaran yang meneguhkan hati untuk setia, bahkan dalam situasi tersulit.

Komentar
  • Penulis: Yudi Latif, Direktur Reform Institute

Rekomendasi

  • Bukan Siswa yang Keras… tapi Belum Tahu Cara Menenangkan Diri

    Bukan Siswa yang Keras… tapi Belum Tahu Cara Menenangkan Diri

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Yayu Resti Purwitasari, Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Garut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Saya pernah mendampingi seorang siswa laki-laki.   Kalau dilihat sekilas, orang akan cepat memberi label: “emosian”, “pembangkang”, bahkan “bermasalah”.   Dia mudah sekali meledak. Hal kecil bisa jadi besar.   Pernah suatu kali, hanya karena temannya ingkar janji, dia langsung marah besar… bahkan sampai mengancam lewat pesan.   Di waktu lain, dia terlibat perkelahian— […]

  • Nah Ini Dia! 13 Fakta Menarik tentang Achdiat K. Mihardja

    Nah Ini Dia! 13 Fakta Menarik tentang Achdiat K. Mihardja

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle admintigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Barangkali banyak anak sekarang yang tidak lagi mengenal nama Achdiat K. Mihardja. Namun, coba tanyakan kepada orangtua mereka. Pasti orang tua mereka mengenalnya sebagai pengarang novel Atheis yang sangat fenomenal di zamannya. Bahkan, novel itu pernah menjadi bacaan wajib di sekolah-sekolah di Malaysia. Dalam artikel yang ditulis Spoila menghadirkan beberapa fakta yang perlu […]

  • Ritel Fesyen Sungguh Sangat Menarik Hati

    Ritel Fesyen Sungguh Sangat Menarik Hati

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Tedi Taufiqrahman, Penulis Leupas
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Baca laporan dari McKinsey tentang masa depan industri retail fashion 2026 memang sangat menarik. Berbekal laporan yang kaya gini saja, biasanya bikin orang jadi paling tahu masa depan. Paling pintar bernubuat. Dan kita sebagai orang paling bisa berdecak kagum; Oh ya? Akan seperti itu? Tahun kemarin, 2024 saya dengar ada seseorang meramalkan bahwa […]

  • Amerika Kalah dalam Systemic War?

    Amerika Kalah dalam Systemic War?

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Budhiana Kartawijaya, geopolitics enthusiast.
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Siapa pemenang perang ini? AS-Israel? Atau Iran? Menurut saya, pertanyaan hitam-putih seperti itu didasarkan pada asumsi bahwa perang adalah sesuatu yang langsung (direct), satu atau dua front, dan simetri. Taktik perang langsung untuk meraih strategi. Siapa yang kalah di medan front tempur (battle), dia kalah juga di peperangan (war).   Tapi sekarang ini perang […]

  • 5 Rumah Subsidi di Tarogong Kaler, Harga Mulai Rp150 Jutaan

    5 Rumah Subsidi di Tarogong Kaler, Harga Mulai Rp150 Jutaan

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Kebutuhan hunian terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kabupaten Garut terus meningkat. Di Kecamatan Tarogong Kaler, sejumlah pengembang menawarkan rumah subsidi dengan harga mulai Rp150 jutaan per unit. Berikut lima pilihan perumahan subsidi yang dapat menjadi alternatif bagi calon pembeli rumah pertama di wilayah Garut: Perumahan Bukit Dfayu Residence Berlokasi di Desa […]

  • Inilah Makna Julukan Kota Pangirutan untuk Garut

    Inilah Makna Julukan Kota Pangirutan untuk Garut

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Garut Pangirutan merupakan salah satu julukan historis yang melekat pada Kabupaten Garut sejak masa lalu. Julukan ini tidak sekadar sebutan daerah, tetapi merekam perjalanan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Garut yang dikenal ulet, pekerja keras, dan menggantungkan hidup pada sektor pertanian serta sumber daya alam. Istilah Pangirutan berasal dari bahasa Sunda, dari kata […]

expand_less