Breaking News
dark_mode

5 Gunung Terkenal di Garut, Daya Tarik Wisata Alam dan Pendakian

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TIGARUT.COM — Kabupaten Garut dikenal sebagai salah satu daerah di Jawa Barat yang kaya akan pesona alam pegunungan. Deretan gunung yang mengelilingi wilayah ini tidak hanya menawarkan panorama indah, tetapi juga menjadi tujuan favorit para pendaki dan wisatawan.

Berikut lima gunung terkenal di Garut yang memiliki daya tarik tersendiri.

1. Gunung Cikuray

Gunung Cikuray merupakan gunung tertinggi di Garut dengan ketinggian sekitar 2.821 meter di atas permukaan laut (mdpl). Gunung ini menjadi favorit para pendaki karena jalurnya yang menantang dan pemandangan alam yang memukau. Dari puncaknya, pendaki dapat menikmati hamparan awan serta panorama kota Garut dari ketinggian.

 

2. Gunung Papandayan

Gunung Papandayan terkenal sebagai gunung wisata yang ramah bagi pendaki pemula. Terletak di Kecamatan Cisurupan, gunung ini memiliki kawah aktif, hutan mati, padang edelweiss di Tegal Alun, serta sumber air panas alami. Akses yang relatif mudah menjadikan Papandayan salah satu destinasi wisata unggulan Garut.

 

3. Gunung Guntur

Gunung Guntur dikenal dengan jalur pendakian yang ekstrem dan medan berpasir yang cukup melelahkan. Dengan ketinggian sekitar 2.249 mdpl, gunung ini sering dijuluki sebagai “Semeru-nya Jawa Barat”. Gunung Guntur cocok bagi pendaki berpengalaman yang mencari tantangan fisik dan mental.

 

4. Gunung Talaga Bodas

Gunung Talaga Bodas memiliki keunikan berupa danau kawah berwarna putih kehijauan yang menjadi daya tarik utama. Kawasan ini juga dikenal sebagai lokasi wisata geothermal dengan pemandangan kawah, belerang, dan perbukitan hijau. Gunung ini sering dikunjungi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam tanpa harus mendaki terlalu jauh.

 

5. Gunung Karacak

Gunung Karacak menjadi alternatif destinasi pendakian yang populer dalam beberapa tahun terakhir. Terletak tidak jauh dari pusat kota Garut, gunung ini menawarkan pemandangan hutan pinus, perkebunan kopi, serta spot pemandangan matahari terbit yang indah. Jalurnya relatif singkat sehingga cocok untuk pendaki pemula dan kegiatan camping.

 

Keberadaan gunung-gunung tersebut menjadikan Garut sebagai salah satu pusat wisata alam dan pendakian di Jawa Barat. Pemerintah daerah dan para pengunjung diharapkan terus menjaga kelestarian alam agar keindahan gunung-gunung Garut dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

 

Komentar
  • Penulis: Redaksi Tigarut
  • Sumber: AI

Rekomendasi

  • Merawat Makna

    Merawat Makna

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Teddy Yusuf, Penulis Lepas
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Bagi kita, ada batas yang perlu dijaga: pemaknaan boleh berkembang, tetapi praktik yang sudah menjadi tradisi kolektif tidak otomatis bisa dibatalkan hanya oleh satu tafsir; dari sebuah pemaknaan baru. Tradisi ibadah itu lahir dari akumulasi waktu; tidak datang ujug ujug, tapi dari pembacaan teks yang panjang, praktik “urf generasi awal, lalu dilanjutkan dengan penerimaan […]

  • Amerika Kalah dalam Systemic War?

    Amerika Kalah dalam Systemic War?

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Budhiana Kartawijaya, geopolitics enthusiast.
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Siapa pemenang perang ini? AS-Israel? Atau Iran? Menurut saya, pertanyaan hitam-putih seperti itu didasarkan pada asumsi bahwa perang adalah sesuatu yang langsung (direct), satu atau dua front, dan simetri. Taktik perang langsung untuk meraih strategi. Siapa yang kalah di medan front tempur (battle), dia kalah juga di peperangan (war).   Tapi sekarang ini perang […]

  • Ramadhan di Garut Tempo Dulu

    Ramadhan di Garut Tempo Dulu

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Web
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Ada masa ketika Ramadhan di Garut terasa berjalan lebih pelan. Waktu seakan memberi ruang bagi manusia untuk benar-benar merasakan hadirnya bulan suci, bukan sekadar melewatinya. Di kampung-kampung, udara pagi yang dingin dari kaki gunung menyambut orang-orang yang pulang dari sahur dengan langkah ringan dan hati yang tenang.   Masjid dan surau menjadi pusat kehidupan. […]

  • 5 Tips Aman dan Nyaman saat Arus Balik ke Garut di Tengah Cuaca Hujan

    5 Tips Aman dan Nyaman saat Arus Balik ke Garut di Tengah Cuaca Hujan

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Musim arus balik sering kali beriringan dengan cuaca yang tak menentu. Hujan deras, jalan licin, hingga potensi longsor menjadi tantangan tersendiri bagi para pemudik yang kembali beraktivitas. Perjalanan menuju Garut pun membutuhkan kesiapan ekstra, bukan hanya dari sisi kendaraan, tetapi juga kondisi fisik dan kewaspadaan pengendara. Dengan persiapan yang tepat, perjalanan tetap bisa […]

  • Si Kabayan Nulis Berita Maké Tools AI

    Si Kabayan Nulis Berita Maké Tools AI

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Si Kabayan keur diuk ngetéyép di pojok kantor média online. Manéhna keur puyeng sabab kudu nyieun tulisan panjang ngeunaan “Ekonomi Kreatif di Lembur”. Keur kitu, datang babaturanana nu sok mawa béja, Si Lamsijan. “Kabayan, naha bet pusing ngetik? Ayeuna mah aya ‘Jig jépiti’ (ChatGPT)! Manéh tinggal nanya, tulisan langsung jadi sakiceup!” ceuk Lamsijan […]

  • Nah Ini Dia! 5 Tradisi Membangun Sahur di Garut

    Nah Ini Dia! 5 Tradisi Membangun Sahur di Garut

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Selama bulan Ramadan, masyarakat di Garut memiliki berbagai cara unik untuk membangunkan warga agar sahur tepat waktu. Tradisi-tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai pengingat waktu sahur, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan budaya dan kebersamaan antarwarga. Berikut lima tradisi membangun sahur yang masih hidup di Garut: 1. Ngadulag (Mukul Bedug Keliling) Tradisi ini […]

expand_less