Breaking News
dark_mode

Puncak Prestasi Seorang Muslim 

  • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
  • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TIGARUT.COM — Inilah Puncak Prestasi Seorang Muslim

1. Amal-amal kebaikannya lebih banyak dari dosa-dosa dan kesalahannya.

 

2. Tidak termasuk golongan yang amalnya banyak di hadapan manusia dan banyak menuai pujian manusia, tapi di akhirat hanya debu beterbangan karena tidak bermakna, yang pahalanya dilemparkan ke wajahnya sambil Allah berkata: “Cari pujian manusia dari amal-amalmu!! Kamu banyak beramal bukan mengharapkan ridha-Ku!!”

 

3. Meninggalnya dalam keadaan husnul khatimah.

 

4. Allah meridhainya saat wafatnya, bahkan merindukannya.

 

5. Meninggalnya dirasakan benar-benar sebagai kehilangan oleh keluarganya, teman-temannya dan kenalannya. Bukan ucapan “telah kehilangan” formalitas dalam ucapan wa grup sambil tak ada kesedihan. Tidak pula, beberapa hari setelah meninggalnya, kemudian dilupakan orang karena tidak ada kesan kebaikan apa-apa dalam hidupnya pada orang lain.

 

6. Di akhirat tidak termasuk golongan “minal khātsirīn” (orang-orang yang merugi), yang sangat menyesali hidupnya di dunia, dan memohon kepada Allah sambil menangis berurai air mata untuk dikembalikan lagi ke dunia untuk lebih banyak beramal ibadah.

 

7. Membawa keluarganya, istri-istri dan anak-anaknya, semuanya selamat di akhirat dalam hisab amal dihadapan Allah SWT.***

Komentar
  • Penulis: Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung

Rekomendasi

  • Siapakah Raden Moehammad Moesa? Ini Biografi Singkatnya

    Siapakah Raden Moehammad Moesa? Ini Biografi Singkatnya

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Raden Moehammad Moesa adalah seorang sastrawan dan tokoh penting dalam perkembangan sastra Sunda pada abad ke-19. Ia lahir sekitar tahun 1822 di Garut, Jawa Barat, dan dikenal sebagai salah satu pelopor penggunaan bahasa Sunda dalam karya tulis modern. Moesa bekerja sebagai pegawai pemerintahan kolonial Belanda (pangreh praja), yang memberinya akses pada pendidikan dan […]

  • Inilah Keindahan Curug Sanghyang Taraje di Balik Hutan Garut

    Inilah Keindahan Curug Sanghyang Taraje di Balik Hutan Garut

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Web
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Kabupaten Garut memang selalu menunjukkan pesona alamnya. Bentang alamnya unik, di utara terdiri dari pegunungan sedangkan selatan berhadapan dengan lautan. Gunung Papandayan dan berbagai pantainya yang menawan. Kota Dodol ini juga punya berbagai macam curug, salah satunya Curug Sanghyang Taraje. Curug yang berada di Kampung Kombongan, Desa Pakenjeng, Kecamatan Pamulihan, Garut, Jawa Barat […]

  • Trump Bingung oleh Peradaban Spiritualitas Islam 

    Trump Bingung oleh Peradaban Spiritualitas Islam 

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — 20 juta lebih rakyat Iran yang hadir dan menangis sedih karena pemimpin yang dicintainya syahid, dikatakan Trump sebagai “air mata palsu.” ODGJ gini pantesnya diapain gaess? Ini sudah penghinaan. Tapi wajar sih, karena itu memang stupidity (kebodohan).   Kalimat presiden negara besar seperti ini menyimbolkan betapa spritualitas Amerika Serikat benar-benar kosong, garing, nihil dari […]

  • Takzim pada Kyai

    Takzim pada Kyai

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Saya takzim pada Pak Kyai ini. Self-awareness, tahu diri, meneduhkan dan memanusiawikan diri. Fokusnya ke diri. Begitu pun semestinya dengan semua ormas Islam. Banyak dari kita suka sok-sok an, ingin memperbaiki ini itu, padahal mungkin kebanyakan kita hanya menitipkan diri untuk hidup didalamnya dan justru kitalah yang diuntungkan oleh organisasi itu. Kalau semua […]

  • Tugu Sunyi di Pinggir Jalan, Jejak Darah dan Nyali Pemuda Garut di Kubang

    Tugu Sunyi di Pinggir Jalan, Jejak Darah dan Nyali Pemuda Garut di Kubang

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Web
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Di tengah riuh kendaraan yang melintas di Jalan Raya Garut–Bandung, berdiri sebuah tugu kecil yang kerap luput dari pandangan. Tak mencolok, tak ramai dikunjungi, bahkan sering diselimuti rumput liar. Namun di sanalah, sejarah berdarah Garut pernah ditulis.   Tugu itu dikenal sebagai Tugu Pertempuran Kubang. Bagi sebagian orang, ia hanya penanda jalan. Tapi bagi […]

  • Ternyata Setengah Asia Terang Berkat Batu Bara Kita, Anehnya Muncul Pemadaman Bergilir

    Ternyata Setengah Asia Terang Berkat Batu Bara Kita, Anehnya Muncul Pemadaman Bergilir

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Saya ingin melanjutkan tulisan berjudul “Gawat, PLN Akan Melakukan Pemadaman Bergilir.” Soalnya, banyak netizen dari Pulau Jawa melaporkan pemadangan listrik bergilir sudah dirasakan. Saya kira baru “akan” ternyata sudah berlangsung. Mari kita ungkap lebih dalam persoalan krisis energi listrik ini sambil seruput Koptagul, wak!   Kalau ada penghargaan Nobel untuk kategori paradoks paling spektakuler […]

expand_less