Breaking News

Talaga Bodas – Permata Tersembunyi di Garut. Ini Rutenya

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
  • visibility 301
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Di balik hamparan pegunungan hijau Kabupaten Garut, tersembunyi sebuah danau kawah yang memancarkan pesona luar biasa: Talaga Bodas. Namanya berarti “danau putih,” merujuk pada warna airnya yang putih kehijauan akibat kandungan belerang yang tinggi. Tempat ini sering disebut sebagai “Ranu Kumbolo-nya Garut” karena keindahan dan suasananya yang tenang dan alami.

Setibanya di lokasi, hamparan danau kawah dengan uap tipis yang mengepul dari permukaan air menciptakan suasana magis dan menenangkan. Area sekitar dipenuhi tanah putih serta batuan vulkanik unik. Di beberapa titik terdapat sumber air panas alami yang bisa dimanfaatkan untuk berendam dan bersantai.

Rute Menuju Talaga Bodas dari Terminal Guntur Garut

Dari Terminal Guntur Garut, jarak menuju Talaga Bodas sekitar ±28–30 km dengan waktu tempuh kurang lebih 1–1,5 jam tergantung kondisi jalan.

 

Rute umum kendaraan pribadi:

1. Dari Terminal Guntur, arahkan kendaraan menuju Jalan Raya Garut–Bayongbong.

2. Lanjutkan perjalanan ke arah Kecamatan Bayongbong.

3. Setelah sampai di pertigaan Pasar Bayongbong, ambil jalur menuju Kecamatan Cilawu.

4. Ikuti papan petunjuk arah menuju Talaga Bodas.

5. Dari gerbang kawasan, perjalanan dilanjutkan melalui jalan menanjak hingga tiba di area parkir.

Kondisi jalan pada beberapa titik cukup menanjak dan berkelok, namun sudah bisa dilalui sepeda motor maupun mobil. Disarankan menggunakan kendaraan dalam kondisi prima karena medan pegunungan cukup menantang.

Bagi pengguna transportasi umum, dari Terminal Guntur Anda dapat naik angkutan jurusan Bayongbong atau Cilawu, lalu melanjutkan perjalanan dengan ojek menuju lokasi wisata.

Talaga Bodas adalah pilihan tepat bagi pencinta alam yang ingin menikmati ketenangan dan keindahan pegunungan tanpa harus mendaki terlalu jauh. Dengan akses yang relatif mudah dari pusat kota Garut, destinasi ini layak masuk dalam daftar kunjungan saat berada di Garut.

  • Penulis: Redaksi Tigarut
  • Sumber: AI

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Agama Langit dan Agama Bumi

    Agama Langit dan Agama Bumi

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 236
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Banyak ustadz menjelaskan agama oleh keharusan agama itu sendiri, bukan oleh batas kemampuan manusia mengamalkannya. Lain kata, mengajarkan agama di langit, bukan agama di bumi. Dalam bahasa Balqis Humaira, “masang ukuran kesalehannya ketinggian.” Akibatnya dua: Pertama, ajaran agama jadi tidak membumi. Agama jadi hanya teori, bukan praktek atau amal nyata. Agama disebut-sebut kemuliaan ajarannya […]

  • Yuk Kenali Tokoh Intelektual, Achdiat K. Mihardja

    Yuk Kenali Tokoh Intelektual, Achdiat K. Mihardja

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 230
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Achdiat Karta Miharja lahir di Cibatu, Garut, Jawa Barat, tanggal 6 Maret 1911. Ia dibesarkan dalam lingkungan keluarga menak yang feodal. Ayahnya bernama Kosasih Kartamiharja, seorang pejabat pangreh praja di Jawa Barat. Achdiat menikah dengan Suprapti pada bulan Juli 1938. Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai lima orang anak. Ia memulai sekolah dasarnya di […]

  • Ramadhan di Garut Tempo Dulu

    Ramadhan di Garut Tempo Dulu

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Web
    • visibility 209
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Ada masa ketika Ramadhan di Garut terasa berjalan lebih pelan. Waktu seakan memberi ruang bagi manusia untuk benar-benar merasakan hadirnya bulan suci, bukan sekadar melewatinya. Di kampung-kampung, udara pagi yang dingin dari kaki gunung menyambut orang-orang yang pulang dari sahur dengan langkah ringan dan hati yang tenang.   Masjid dan surau menjadi pusat kehidupan. […]

  • I’tikaf di Garut

    I’tikaf di Garut

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 208
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Di sepuluh malam terakhir Ramadhan, Garut seperti belajar berbicara dengan sunyi. Udara pegunungan yang dingin turun perlahan, menyelimuti kota kecil ini dengan ketenangan yang tak tergesa. Di masjid-masjid, lampu tetap menyala, sementara manusia memilih berdiam—bukan untuk menghindari dunia, tetapi untuk kembali menemukan dirinya. I’tikaf adalah seni menepi. Ia bukan sekadar tinggal di dalam masjid, […]

  • Nah Ini Dia! 5 Tradisi Membangun Sahur di Garut

    Nah Ini Dia! 5 Tradisi Membangun Sahur di Garut

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 247
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Selama bulan Ramadan, masyarakat di Garut memiliki berbagai cara unik untuk membangunkan warga agar sahur tepat waktu. Tradisi-tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai pengingat waktu sahur, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan budaya dan kebersamaan antarwarga. Berikut lima tradisi membangun sahur yang masih hidup di Garut: 1. Ngadulag (Mukul Bedug Keliling) Tradisi ini […]

  • Akselerasi Digitalisasi Produk Lokal Menuju Naik Kelas

    Akselerasi Digitalisasi Produk Lokal Menuju Naik Kelas

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 260
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Kabupaten Garut diwakili Feri Fadzillah, menjadi pemateri dalam kegiatan Talkshow UMKM Berdaya : Kreatif, Digital, dan Siap Bersaing, yang dilaksanakan di SDN 2 Parakan, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Selasa (30/12/2025). Kepala Desa (Kades) Parakan, Rahmat Hidayat, mengapresiasi inisiatif dari mahasiswa KKN Gradasi kelompok 13, dengan mengelar […]

expand_less