Breaking News

Nah Ini Dia! 5 Tradisi Membangun Sahur di Garut

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
  • visibility 248
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Selama bulan Ramadan, masyarakat di Garut memiliki berbagai cara unik untuk membangunkan warga agar sahur tepat waktu. Tradisi-tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai pengingat waktu sahur, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan budaya dan kebersamaan antarwarga.

Berikut lima tradisi membangun sahur yang masih hidup di Garut:

1. Ngadulag (Mukul Bedug Keliling)

Tradisi ini dilakukan dengan memukul bedug atau kentongan sambil berkeliling kampung untuk membangunkan warga sahur. Biasanya dilakukan oleh anak-anak dan remaja menjelang dini hari dengan penuh semangat.

2. Patrol Sahur

Mirip ngadulag, namun menggunakan berbagai alat seperti ember, botol, bambu, hingga alat musik sederhana. Di beberapa daerah di Garut, patrol sahur bahkan dibuat lebih kreatif dengan arak-arakan kecil.

3. Ngabuburit Malam (Persiapan Sahur Bersama)

Beberapa kampung mengadakan kumpul malam di masjid atau musala untuk tadarus, lalu dilanjutkan makan sahur bersama. Tradisi kebersamaan ini mempererat silaturahmi warga.

4. Membangunkan Sahur dengan Shalawat

Sebagian masyarakat membangunkan warga dengan melantunkan shalawat atau lagu-lagu religi menggunakan pengeras suara masjid. Cara ini dianggap lebih religius dan menenangkan dibandingkan bunyi-bunyian keras.

5. Ngaronda Sahur

Warga yang sedang ronda malam (siskamling) ikut bertugas membangunkan sahur dengan berkeliling kampung. Tradisi ini memadukan budaya ronda dengan semangat Ramadan.

Tradisi-tradisi membangun sahur di Garut menunjukkan betapa masyarakat setempat memadukan kreativitas, religiusitas, dan kebersamaan. Momen-momen ini tidak hanya membangunkan orang untuk sahur, tetapi juga menjadi simbol kekayaan budaya lokal yang tetap hidup dari generasi ke generasi.

 

  • Penulis: Redaksi Tigarut
  • Sumber: AI

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Siapakah Raden Moehammad Moesa? Ini Biografi Singkatnya

    Siapakah Raden Moehammad Moesa? Ini Biografi Singkatnya

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 227
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Raden Moehammad Moesa adalah seorang sastrawan dan tokoh penting dalam perkembangan sastra Sunda pada abad ke-19. Ia lahir sekitar tahun 1822 di Garut, Jawa Barat, dan dikenal sebagai salah satu pelopor penggunaan bahasa Sunda dalam karya tulis modern. Moesa bekerja sebagai pegawai pemerintahan kolonial Belanda (pangreh praja), yang memberinya akses pada pendidikan dan […]

  • Keluar dari Kapitalisme

    Keluar dari Kapitalisme

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • visibility 184
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Banyak yang bicara keluar dari kapitalisme, terutama dari para pemikir dan aktivis Islam. Sekarang, secara mengejutkan, Tempo Media mengangkatnya. Diantara semua media, Tempo adalah yang paling sadar dan paling waras. Banyak yang bicara keluar dari kapitalisme, tapi harus disadari bahwa sedikit yang paham betapa dalam, kapitalisme sudah mencengkram alam pikiran kita dan sistem sosial […]

  • 5 Uniknya Kirab Budaya Garut

    5 Uniknya Kirab Budaya Garut

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 143
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Sore itu, jalanan di Garut tak seperti biasanya. Riuh suara kendang bersahut dengan tawa anak-anak, sementara derap langkah peserta kirab perlahan memenuhi ruang kota. Seorang anak kecil menarik tangan ayahnya, matanya berbinar, “Bah, ini kenapa ramai sekali?” Sang ayah tersenyum, “Ini kirab budaya, Nak—cara kita mengingat siapa kita, dari mana kita berasal.”   […]

  • Buku, Dosen, Google dan AI

    Buku, Dosen, Google dan AI

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • visibility 103
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Banyak orang bertanya, “Kalau semua pengetahuan sudah ada di Google dan AI, untuk apa masih ada buku dan dosen?” Pertanyaan itu tampak modern, tetapi sesungguhnya lahir dari kekeliruan yang sangat tua: menyamakan informasi dengan ilmu, dan menyamakan jawaban dengan kebijaksanaan. Google mampu menunjukkan miliaran halaman. AI mampu merangkum jutaan buku dalam hitungan detik. […]

  • Demi Menyelamatkan Anggaran, PPPK akan Dikorbankan

    Demi Menyelamatkan Anggaran, PPPK akan Dikorbankan

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • visibility 170
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Berembus kuat, akan ada PHK massal untuk pegawai PPPK. Mereka dipandang paling rasional untuk “dikorbankan” demi penyelamatan anggaran. Benarkah demikian? Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak! Semua bermula dari sebuah mahakarya kebijakan bernama UU No. 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah. Isinya sederhana, elegan, dan mematikan. Belanja pegawai maksimal 30% dari […]

  • 8 Tips Aman Lewat Tanjakan Panganten Garut. Simak Baik-baik Ya!

    8 Tips Aman Lewat Tanjakan Panganten Garut. Simak Baik-baik Ya!

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 317
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Tanjakan Panganten di Garut dikenal sebagai salah satu jalur pegunungan paling menantang. Jalan curam, tikungan tajam, jurang di sisi jalan, serta kabut yang sering turun bikin pengendara wajib ekstra waspada. Biar perjalanan tetap aman, perhatikan tips berikut ini. 1. Pastikan Kendaraan dalam Kondisi Prima Sebelum melintas, cek rem, kopling, ban, dan mesin. Untuk […]

expand_less