Breaking News
dark_mode

Haol Akbar Pesantren Fauzan: Pesantren Adalah Pilar Pembangunan Akhlak Masyarakat

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TIGARUT.COM, Sukaresmi – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, menghadiri acara Istighosah dan Doa Bersama dalam rangka Haol Akbar Pondok Pesantren Fauzan yang berlokasi di Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut,  Sabtu (24/1/2026).

Nurdin Yana menyampaikan apresiasi mendalam kepada pimpinan pondok pesantren atas kontribusi besarnya dalam membantu program pemerintah. Menurutnya, keberadaan pesantren sangat krusial, terutama dalam aspek pendidikan dan pembinaan mental spiritual masyarakat.

“Dina danget ieu seja ngahaturkeun nuhun ka pimpinan pasantren anu tangtos ku naon rupi ngalakuken program-program anu insha Allah ngabantos pamarentah dina berbagai halna terutami aspek mental, kalih aspek-aspek pendidikan anu sakieu ageungna, anu sakieu ahengna, kangge kamaslahatan Kabupaten Garut_ (Pemerintah sangat berterima kasih kepada pimpinan pesantren atas program-program yang dijalankan. Hal ini sangat membantu pemerintah, terutama dalam aspek mental dan pendidikan yang luar biasa demi kemaslahatan Kabupaten Garut),” ujar Nurdin Yana.

Ia menambahkan bahwa tanpa kehadiran lembaga pendidikan agama seperti pesantren, pemerintah akan kesulitan dalam membentuk karakter dan akhlak mulia di tengah masyarakat. Ia berharap pesantren terus mencetak generasi yang tidak hanya berorientasi pada urusan duniawi, tetapi juga memiliki orientasi akhirat.

“Mudah-mudahan almarhum-almarhumah anu parantos ngaretakkeun fondasi kangge ieu pendidikan insha Allah sakali deui teu saukur orientasi dunia tapi juga akherat, mudah-mudahan ngajantenkeun wasilah_ (Mudah-mudahan melalui momentum haol ini, kita semua mendapatkan pengingat (tazkiroh). Kita doakan para almarhum dan almarhumah yang telah meletakkan fondasi pendidikan di sini agar amal jariahnya menjadi wasilah bagi kita semua),” tuturnya.

Di tempat yang sama, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Garut, KH. Atjeng Abdul Wahid, menekankan pentingnya mengharap keberkahan dari para guru dan ulama (masyayikh).

Ia mengutip pesan dari ulama besar, Imam Asy-Sya’rani, mengenai adab seorang murid terhadap gurunya. KH. Atjeng mengingatkan para santri bahwa setinggi apa pun ilmu yang dimiliki, seorang murid tidak boleh merasa lebih hebat dari gurunya.

“Ini ulama hebat, tingal di Mesir dalam kitab-kitabnya beliau katakan seorang murid, seorang santri, sehebat apapun ilmu dirinya dia tidak boleh merasa lebih hebat dari gurunya,” tegas KH. Atjeng di hadapan para jamaah dan santri yang hadir.

Acara Haol Akbar ini berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh ribuan jemaah, tokoh agama, serta jajaran unsur pimpinan daerah, sebagai bentuk penghormatan atas jasa para pendiri Pondok Pesantren Fauzan dalam menyebarkan syiar Islam di Kabupaten Garut.

————————-

‎(Foto: Febri Noptageri/ Diskominfo Kab. Garut)

Komentar
  • Penulis: Redaksi Tigarut
  • Editor: SAB

Rekomendasi

  • Singkat Saja, Inilah Sejarah Berdirinya Kabupaten Garut

    Singkat Saja, Inilah Sejarah Berdirinya Kabupaten Garut

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Melansir laman resmi garutkab.go.id, sejarah Kabupaten Garut berawal dari pembubaran Kabupaten Limbangan pada tahun 1811 oleh Daendels dengan alasan produksi kopi dari daerah Limbangan menurun hingga titik paling rendah nol dan bupatinya menolak perintah menanam nila (indigo). Pada tanggal 16 Pebruari 1813, Letnan Gubernur di Indonesia yang pada waktu itu dijabat oleh Raffles, telah […]

  • Bakal Seru Ni, Pemilik SPPG Ancam Lakukan Gembok Nasional

    Bakal Seru Ni, Pemilik SPPG Ancam Lakukan Gembok Nasional

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Waktu libur sekolah kemarin, para pemilik dapur SPPG mengerahkan pasukan paling ditakuti di muka bumi, mak-mak. Demo pro-MBG digelar berkali-kali. Mereka berharap Badan Gizi Nasional (BGN) melirik. Ternyata yang melirik cuma kamera wartawan.   Karena merasa suara mereka lebih cepat sampai ke awan dari ke telinga pengambil kebijakan, jurus terakhir pun dikeluarkan. Namanya sangar, […]

  • Malam Jumat Kita Bahas Hamil di Luar Nikah

    Malam Jumat Kita Bahas Hamil di Luar Nikah

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Kita ketemu lagi dengan malam Jumat. Kelambunya jangan dipasang dulu. Inilah malam punya banyak nama panggilan. Ada menyebut malam penuh berkah. Ada yang menyebut malam sunnah Rasul. Saatnya membaca Surah Alkahfi. Ada juga menyebut malam ketika diplomasi tingkat tinggi antara dua pihak yang telah memiliki stempel halal biasanya meningkat tajam. Bahasa kerennya hubungan bilateral. […]

  • Ayo Tetap Bekerja dan Jaga Konsistensi

    Ayo Tetap Bekerja dan Jaga Konsistensi

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, memimpin Apel Gabungan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut yang berlangsung di Lapang Apel Sekretariat Daerah, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (16/3/2026).   Apel gabungan ini menjadi pertemuan tatap muka terakhir sebelum diberlakukannya kebijakan kerja fleksibel menjelang hari raya.   Sekda Nurdin Yana menyampaikan bahwa mulai […]

  • Siapakah Raden Moehammad Moesa? Ini Biografi Singkatnya

    Siapakah Raden Moehammad Moesa? Ini Biografi Singkatnya

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Raden Moehammad Moesa adalah seorang sastrawan dan tokoh penting dalam perkembangan sastra Sunda pada abad ke-19. Ia lahir sekitar tahun 1822 di Garut, Jawa Barat, dan dikenal sebagai salah satu pelopor penggunaan bahasa Sunda dalam karya tulis modern. Moesa bekerja sebagai pegawai pemerintahan kolonial Belanda (pangreh praja), yang memberinya akses pada pendidikan dan […]

  • Tatarucingan: Kecerdasan Kolektif Warga Sunda

    Tatarucingan: Kecerdasan Kolektif Warga Sunda

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Dalam khazanah tradisi lisan Nusantara, masyarakat Sunda memiliki sebuah produk budaya yang unik bernama tatarucingan. Meski sering kali dianggap sebagai permainan kata yang remeh atau sekadar hiburan pelepas penat, tatarucingan sejatinya adalah manifestasi dari konsepsi kebudayaan Sunda yang mendalam. Ia merupakan perpaduan antara ketajaman logika, kekayaan bahasa, dan watak masyarakat Sunda yang menjunjung tinggi kejenakaan […]

expand_less