Breaking News
dark_mode

Inilah Pengurus PWRI 2026-2031, Bupati Garut: Pensiun Bukan Halangan Berkontribusi bagi Bangsa

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TIGARUT.COM, Garut Kota – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, secara resmi mengukuhkan Pengurus Persatuan Wreda Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Garut Masa Bakti Tahun 2026-2031. Prosesi pengukuhan yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Kamis (22/1/2026).
Bupati Abdusy Syakur Amin menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada para pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tergabung dalam PWRI. Menurutnya, para anggota PWRI adalah sosok luar biasa yang telah mendedikasikan puluhan tahun hidupnya untuk melayani masyarakat Kabupaten Garut.

“Bapak dan ibu bukan orang sembarangan. Orang-orang yang sudah sekian puluh tahun mengabdi untuk Kabupaten Garut. Profesi sebagai pensiun tidak menghambat untuk memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara,” tegas bupati.

Bupati berharap meskipun sudah memasuki usia senior, semangat PWRI dalam memberikan kontribusi melalui cara-cara yang disesuaikan tetap terjaga demi kemajuan masyarakat Garut.

Ketua PWRI Jawa Barat, Yuyun Muslihat, yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan ucapan selamat kepada pengurus yang baru dilantik. Ia menjelaskan bahwa PWRI merupakan wadah strategis bagi para pensiunan untuk melanjutkan semangat pengabdian mereka setelah purna tugas dari kedinasan.

“Tugas PWRI adalah melanjutkan tugas-tugas masa dinas kita dahulu. Program Bupati dan Wakil Bupati Garut dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ini justru harus menjadi tujuan dan program utama PWRI Kabupaten Garut,” kelas Yuyun.

Ia mendorong PWRI Kabupaten Garut untuk mendukung penuh program pemerintah melalui berbagai kegiatan di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga pemanfaatan media sosial. Dengan kolaborasi yang erat, diharapkan kontribusi PWRI dapat berdampak langsung pada kenaikan IPM yang berkelanjutan.

Berikut susunan pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Garut Masa Bakti 2026-2031, sebagai berikut:

1. Ketua : Drs. H. Yaya S Permana D, M.Si

2. Wakil Ketua : Drs. Mlenik Maumeriadi

3. Sekretaris : H. Muhsin Syamdani, S. Sos

4. Bendahara : Drs. Aceng Faruk

5. Bidang Organisasi : Drs. H. Eman Sulaeman

6. Bidang Kesehatan dan Olahraga : H. Asep Setiawan, SH., M.Pd

7. Bidang Hubungan Antar Lembaga : Ir. H. Yudi Hermawan. MP

8. Bidang Seni dan Budaya : Drs. Efendi Hidayat

9. Bidang Sosial dan Agama : Drs. Engkus Kusmayadi, M.Si

10. Bidang Kesejahteraan : Drs. H. Dede Asikin. Ditambah 15 anggota lainnya.

‎(Foto: Muhamad Azi Zulhakim/ Diskominfo Kab. Garut)

Komentar
  • Penulis: Redaksi Tigarut
  • Editor: SAB

Rekomendasi

  • Sah! Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

    Sah! Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1447 H/2026 M jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Penetapan ini didasarkan pada hasil Sidang Isbat (penetapan) 1 Ramadan 1447 H yang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (17/2/2026).   “Sidang Isbat menyepakati bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026,” […]

  • Burayot dari Lélés Garut

    Burayot dari Lélés Garut

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle T. Bachtiar, Penulis dan Geolog
    • 0Komentar

      TIGARUT.COMM — MENYEBUT nama geografi Lélés di Kabupaten Garut, Jawa Barat, seolah identik dengan penganan manis khas Lélés, yaitu burayot. Disebut burayot karena bentuknya menyerupai kantung elastis sebesar buah sawo yang menggantung berat. Camilan ini bentuknya ngaburayot. Dibuat dari tepung beras dan gula merah/kawung. Camilan khas dari Kampung Kaum, Lèlès ini pada mulanya dirintis […]

  • Inilah Makna Julukan Kota Pangirutan untuk Garut

    Inilah Makna Julukan Kota Pangirutan untuk Garut

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Garut Pangirutan merupakan salah satu julukan historis yang melekat pada Kabupaten Garut sejak masa lalu. Julukan ini tidak sekadar sebutan daerah, tetapi merekam perjalanan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Garut yang dikenal ulet, pekerja keras, dan menggantungkan hidup pada sektor pertanian serta sumber daya alam. Istilah Pangirutan berasal dari bahasa Sunda, dari kata […]

  • Buku, Dosen, Google dan AI

    Buku, Dosen, Google dan AI

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Banyak orang bertanya, “Kalau semua pengetahuan sudah ada di Google dan AI, untuk apa masih ada buku dan dosen?” Pertanyaan itu tampak modern, tetapi sesungguhnya lahir dari kekeliruan yang sangat tua: menyamakan informasi dengan ilmu, dan menyamakan jawaban dengan kebijaksanaan. Google mampu menunjukkan miliaran halaman. AI mampu merangkum jutaan buku dalam hitungan detik. […]

  • Cuma Indonesia yang punya 4 “Choke Point” ini. Tapi So What?

    Cuma Indonesia yang punya 4 “Choke Point” ini. Tapi So What?

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle Budhiana Kartawijaya, geopolitics enthusiast.
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Selama ini, ketika mendengar istilah choke point, pikiran kita langsung tertuju pada Selat Hormuz, Selat Malaka, atau Terusan Suez. Dalam geopolitik klasik, choke point adalah jalur sempit yang mengendalikan arus perdagangan dan energi dunia. Siapa yang menguasainya memiliki daya tawar yang sangat besar. Iran adalah contoh paling menarik. Negara itu tidak memiliki ekonomi sebesar […]

  • Simpang Lima Garut, Persimpangan yang Lebih Tua dari Ingatan Warganya

    Simpang Lima Garut, Persimpangan yang Lebih Tua dari Ingatan Warganya

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Jika persimpangan bisa berbicara, Simpang Lima Garut mungkin sudah lelah bercerita. Setiap hari ia menelan klakson, langkah kaki, teriakan pedagang, dan deru mesin kendaraan. Namun sedikit yang tahu, persimpangan ini adalah salah satu saksi paling setia perjalanan sejarah Kota Garut. Jauh sebelum lampu lalu lintas berdiri dan kemacetan menjadi rutinitas, Simpang Lima sudah […]

expand_less